Partai Amanat Nasional (PAN) baru-baru ini melakukan manuver politik cukup mengejutkan, mereka menyodorkan Erick Thohir dan Muhadjir Effendy di Pilpres 2024.
Keduanya ditawarkan untuk menjadi calon wakil presiden alias cawapres dari Prabowo Subianto. Meski tak memaksakan hal tersebut, partai tersebut berharap kedua sosok itu setidaknya maju dalam pesta demokrasi.
Hal ini cukup unik lantarkan keduanya merupakan bagian dalam kabinet yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Ini menjadi perhatian bagi sejumlah pihak, termasuk dari Jhon Sitorus.
Penggiat media sosial ini menyoroti ada suatu pattern atau pola yang dilakukan oleh Koalisi Prabowo. Ini berdasarkan pantauannya, awalnya memang tidak aneh jika yang disodorkan oleh koalisi tersebut adalah Erick Thohir. Ini mengingat hubungan politikus itu dengan PAN.
"PAN sebagai partai pengusung semakin memastikan posisi Erick Thohir di HUT PAN ke-25," ungkap dari @Miduk17, dilansir pada Rabu (30/8).
Namun hal ini berubah ketika disodorkannya juga sosok dari Muhadjir Effendy. Hal ini mengisyaratkan ada misi tertenju yang coba dilaksanakan oleh Koalisi Indonesia Maju.
"Tapi nama tersebut disinyalir utk memperkuat persepsi publik bahwa kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi semakin banyak di koalisi Prabowo," jelasnya.