Satu bulan jelang dihelatnya Piala Dunia U-17, tuan rumah Indonesia terus melakukan persiapan dan pembenahan. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjamin persiapan dalam jalur yang tepat dan baik-baik saja.
Erick mengatakan sudah berkoordinasi dengan Menpora serta kepala daerah gubernur/bupati/walikota untuk memastikan persiapan di masing-masing kota tuan rumah bisa maksimal. “Semua permintaan FIFA soal peningkatan standar venue kami penuhi. Indonesia siap menjadi tuan rumah," kata Erick dalam sesi konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, kemarin.
Erick bahkan menyebut proses kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah sudah mencapai 90%. Proses renovasi infrastruktur di Surabaya, Jakarta, Surakarta, dan Bandung hampir tuntas. Ia pun memastikan empat venue yang dipilih FIFA sebagai tempat penyelenggara pertandingan bisa dikatakan telah siap pakai. Kalaupun masih ada perbaikan, sifatnya minor dan saat ini sedang dikerjakan secara intens oleh pemerintah daerah dengan dukungan Kementerian PUPR.
“Pada 27 Oktober venue-venue FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 akan diserahterimakan ke FIFA. Ada dua macam venue yang dipersiapkan, yang pertama tempat pertandingan, satunya lagi lapangan latihan. Semua permintaan FIFA soal peningkatan standar venue kami penuhi,”tegasnya.
Erick mengatakan selain soal venue, pekerjaan rumah yang saat ini gencar dilakukan yakni promosi dan menggaet penonton. Erick mengatakan promosi penting untuk digencarkan karena tingkat kepedulian Masyarakat terhadap event tersebut masih dikisaran 50%.
“Setiap event internasional di Indonesia selalu besar animonya. Piala Dunia U-17 adalah turnamen internasional kelas dunia, jadi banyak orang ingin menonton. Akan banyak bintang dunia hadir di sini, hal itu menjadi daya tarik tersendiri,”pungkasnya.