Dokter Djaja Surya sempat membuat statement soal kadar sianida 0,2 mg dalam tubuh Mirna Salihin. Ia menegaskan bahwa dengan kadar tersebut seseorang tidak seharusnya sampai meninggal dunia.
Menariknya, Prof Eddy Hiariej, Wamenkumham baru-baru ini menanggapi hal tersebut. Ia dengan tegas membantah dan menyebut statement Dokter Djaja Surya telah menyesatkan masyarakat.
"Itu yang saya ingin katakan jadi publik ini disesatkan dengan pembacaan data secara parsial," ucap Prof Eddy, dikutip dari YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Rabu (11/10/2023).
Ia mengungkap bahwa fakta yang terjadi adalah kandungan racun pada tubuh Mirna termasuk jenis natrium sianida.
"Yang disebutkan hanya 0,2mg per liter. Tetapi yang harus ingat bahwa yang dimasukkan ke dalam tubuh itu natrium sianida. Natrium sianida itu sianida dalam bentuk garam. Kalau sianida dalam bentuk gas namanya asam sianida," paparnya.
"Sebanyak itu, yang ditemukan di dalam lambung itu 0,2 mg per liter air plus 950 mg per liter natrium. Itu senyawa jadi satu natrium sianida," tambahnya.
Lebih lanjut, Prof Eddy menyatakan bahwa saat persidangan dokter lainnya juga telah mengungkap bahwa kadar natrium sianida di tubuh Mirna Salihin sudah bisa jadi alasan kuat perempuan itu tewas dalam hitungan menit saja.
"Makanya hasil pembacaan hasil prof Budi Sampurna yang jauh lebih paham dari saya dalam kesimpulan dalam tubuh Mirna dia menyebutkan NaCn dia tidak pernah pisahkan loh natrium sendiri sianida sendiri. Dia katakan NaCn sebanyak itu sudah cukup untuk mematikan," tandas Prof Eddy.
Baca Juga: Jawaban Menohok Kembaran Mirna Salihin Soal Jessica Wongso yang Kini Banyak Dibela Masyarakat