Harga BBM Naik, Saatnya Mengubah Gaya Hidup

Esti Utami

Selasa, 18 November 2014 | 13:40 WIB
Harga BBM Naik, Saatnya Mengubah Gaya Hidup
Beralih ke angkutan umum adalah salah satu kiat menyiasati kenaikan harga BBM (suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Kenaikan harga premium hingga Rp2 ribu per liter dari semula Rp 6500 menjadi Rp 8500 tentu akan berimplikasi pada harga kebutuhan pokok dan harga barang kebutuhan lainnya. Hal ini bisa disiasati dengan mengubah gaya hidup yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Cobalah untuk cek pos-pos yang sebenarnya tak perlu, dan segera coret dari daftar. Atau, jika Anda tak rela mencoretnya cobalah untuk mengurangi frekuensi penggunaannya.

"Mungkin biaya hidup nggak akan sebesar sekarang, jika gaya hidup berubah," ujar Indrasari Wardhana, Climate Change and Energy Manager WWF Indonesia.

Salah satu cara yang bisa dilakukan, menurut Indra, adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Jika memang harga BBM sudah demikian memberatkan Anda, mungkin saatnya berpaling ke kendaraan umum. Di tahap awal, mungkin Anda bisa mencoba seminggu sekali naik transportasi umum. Lantas secara bertahap naikkan hingga setiap hari menggunakan transportasi umum.

"Atau Anda bisa mulai mengikuti car pooling alias nebeng. Anda bisa bergabung dengan beberapa orang untuk berangkat ke kantor, ini sangat efektif untuk mengatasi membengkaknya biaya untuk membeli bensin," imbuh Indra.

Anda juga bisa mengurangi frekuensi penggunaan mobil dengan beralih menggunakan sepeda, terutama untuk perjalanan yang tak terlalu jauh seperti di sekitar lingkungan perumahan.

Beralih ke produk lokal, adalah cara lain menyiasati melambungnya harga barang-barang kebutuhan akibat kenaikan harga BBM. Barang lokal, ujar Indra, harganya dijamin lebih murah dibanding produk luar. Kualitasnya juga tak kalah dari produk luar selama Anda teliti memilihnya.

Menghemat penggunaan listrik adalah cara lain yang bisa dilakukan.

"Kurangi penggunaan alat-alat rumah tangga yang memerlukan banyak energi yang sebenarnya tak terlalu mendesak, seperti AC. Bila selama ini tujuh jam sehari kurangi menjadi enam jam. Ini akan cukup siginifikan mengurangi pengeluaran Anda," pungkas Indra. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Sederhana Menghemat Energi di Dapur

Cara Sederhana Menghemat Energi di Dapur

Lifestyle | Kamis, 17 Juli 2014 | 18:21 WIB

Menghemat Listrik dengan Laptop Anda

Menghemat Listrik dengan Laptop Anda

Tekno | Jum'at, 13 Juni 2014 | 11:46 WIB

Langkah Kecil Untuk Menyelamatkan Bumi

Langkah Kecil Untuk Menyelamatkan Bumi

Lifestyle | Selasa, 22 April 2014 | 15:34 WIB

9 Parfum Selebritas yang Paling Oke

9 Parfum Selebritas yang Paling Oke

Lifestyle | Rabu, 26 Maret 2014 | 17:00 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×