6 Alasan untuk Tidak Memata-matai Anak

Esti Utami

Senin, 16 Februari 2015 | 09:27 WIB
6 Alasan untuk Tidak Memata-matai Anak
Ilustrasi. [Shutterstock]

Menjadi orang tua dari anak yang memasuki usia pubertas, bisa dibilang gampang-gampang susah. akan ada banyak kekhawatiran, ketika anak memasuki usia transisi ini. Khawatir ketika ia terlambat pulang dari sekolah, tegang tentang ujiannya dan bahkan lingkaran teman-temannya.

Sebagai orang tua, kita memang berhak untuk mengawasinya tapi jangan mencoba untuk memata-matainya! Karena mereka tidak akan menyukainya. Karena ketika anak tumbuh dewasa, ia sedang mempersiapkan sebuah dunia baru baginya. Biarkan mereka menuju kematangan dan belajar untuk menghadapi dunianya sendiri. Anda hanya perlu mendampingi dan mengawasi sampai batas tertentu.

Berikut sejumlah alasan untuk tidka memata-mati anak.

1. Mereka kehilangan kepercayaan.
Apa yang lebih buruk dari hal ini? Orang tua adalah tempat terakhir di mana anak-anak ingin menyembunyikan segala sesuatu. Tapi jika Anda selalu memata-matai ponsel, laptop atau pergaulannya, mereka tidak akan pernah mempercayai Anda. Dan ini dapat mengecewakan bagi Anda berdua.

2. Mereka kehilangan rasa hormat.
Memata-matai anak, mungkin membuat hubungan sengit dalam keluarga Anda. Hal utama yang Anda inginkan dari anak-anak Anda adalah rasa hormat. Tapi Anda justru akan kehilangan hal itu, jika Anda mencoba mengganggu privasi mereka.

3. Menentang dengan kekerasan.
Siapa yang bisa tahu anak Anda lebih baik dari Anda? Bagaimana dia? Pemarah atau introver? Jika mereka termasuk dalam kelompok pertama mereka mungkin akan melawan dengan kekerasan jika Anda terus memata-mati dia. Jika tidak, mereka akan menekan kebencian dan menjadi rentan pada semua sikap Anda.

4. Mereka akan melakukan hal yang sama.
Apa yang akan Anda rasakan jika mereka mulai ikut campur dalam segala hal Anda? Dan jika Anda melarang, mereka akan menjawab, "Saya telah belajar dari Anda, ma". Bahwa Anda tidak akan menolerir, tapi sadarilah anak Anda tumbuh dewasa dan mereka butuh privasinya dihormati juga.

5. anak jadi tak percaya diri.
Jika Anda terus memantau keberadaan mereka dan memata-matai akun media sosial, mereka bisa kehilangan rasa percaya diri. Mereka bisa kehilangan keberanian dan takut menghadapi dunia karena Anda telah membuat mereka percaya bahwa hanya ada bahaya luar.

6. Anak menjadi tidak patuh.
Dia bisa jadi akan marah, dan jika Anda tidak mendengarkan mereka, mereka tidak akan peduli lagi dan rentan melakukan hal yang lebih buruk untuk 'melawan' Anda. Jadi cobalah untuk percaya pada putra-putri Anda. Jika itu yang Anda lakukan, maka Anda telah menunjukkan cara yang tepat untuk memimpin hidup mereka. Jadilah teman-teman mereka dan membiarkan mereka berbagi dan berbicara dengan Anda tanpa rasa takut. Anda sendiri akan tahu bagaimana melindungi mereka dan mereka akan mengikuti saran Anda juga.(boldsky.com)






Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya

Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:14 WIB

Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis

Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 09:35 WIB

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:21 WIB

Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?

Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:54 WIB

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:17 WIB

Beban Menjadi Anak Emas yang Dipaksa Menebus Kegagalan Orang Tua

Beban Menjadi Anak Emas yang Dipaksa Menebus Kegagalan Orang Tua

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:50 WIB

Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson

Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:50 WIB

Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi

Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:10 WIB

Dear Bunda, Anak juga Butuh Cinta: Membaca Buku Parenting with Heart

Dear Bunda, Anak juga Butuh Cinta: Membaca Buku Parenting with Heart

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×