Ini Cara Menyelam Tanpa Merusak Alam!

Jum'at, 06 November 2015 | 11:59 WIB
Ini Cara Menyelam Tanpa Merusak Alam!
Upaya membersihkan taman laut. Sering para wisatawan tak mengindahkan kelestarian alam saat menyelam(Antara)

Suara.com - Pariwisata bahari di Indonesia kini sedang sangat diminati. Makin banyak pulau dan daerah baru yang menjadi buah bibir masyarakat untuk dikunjungi.
Meski hal ini dapat meningkatkan perekonomian suatu daerah, namun di sisi lain tren ini juga menimbulkan dampak negatif bagi alam setempat. Ini yang sering tidak disadari oleh traveler.

Hal ini karena saat menyelam dan snorkling,  pelancong akan menghabiskan lebih banyak waktu di lautan, seperti mengamati dan berinteraksi dari jarak dekat dengan satwa laut.
 
"Mereka yang berkunjung biasanya sedekat mungkin dengan objek. Jadi ini semua tergantung kita, apakah mau berkomitmen menjadi smart traveler atau tidak," ungkap Indarwati Aminuddin, Tourism Coordinator WWF Indonesia dalam "Peluncuran Panduan Seri Mengamati dan Berinteraksi dengan Satwa Laut" di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2015).

Menurut dia, pengamatan dan interaksi yang dilakukan tanpa memperhatikan sensitifitas satwa laut terhadap gangguan, bisa menyebabkan perubahan perilaku, cidera bahkan kematian.

Melihat risiko kerusakan ekosistem satwa laut yang semakin tinggi WWF Indonesia meluncurkan panduan. Di buku ini, dirangkum berbagai panduan tentang bagaimana berperilaku bijak, bersahabat dan bertanggung jawab terhadap alam, laut dan ekosistemnya.

Peluncuran yang bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ini merupakan bagian dari kampanye #BeliYangBaik.

Jika pelancong sadar untuk lebih peduli terhadap gaya hidup yang lebih ekologis saat menikmati keindahan lait dan berinteraksi dengan satwa laut, maka kegiatan berwisata akan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, tak hanya dalam aspek ekonomi semata.

"Dengan panduan ini, diharapkan pelaku wisata, baik traveler maupun operator wisata akan mampu mempraktikkan kegiatan wisata yang bertanggung jawab, untuk menahan laju degradasi ekositem laut akibag aktivitas manusia," ujar Iman Musthoga, Sunda Banda Seaescape (SBS) dan Fisheries Leader, WWF Indonesia dalam kesempatan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI