Seribu Flamboyan Akan Meriahkan Pesona Gili Indah

Fabiola Febrinastri

Senin, 24 Oktober 2016 | 15:00 WIB
Seribu Flamboyan Akan Meriahkan Pesona Gili Indah
Ilustrasi menyelam di Gili, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Festival Pesona Gili Indah 2016 akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 5-7 November 2016, di Gili, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada rencana unik untuk menyambut helatan ini, yaitu menebar 1.000 bunga flamboyan.

Prosesi ini melambangkan tujuan untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan lingkungan di kawasan Gili dan melestarikan destinasi wisata ini.

“Kami akan memberdayakan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai destinasi kelas dunia. Bahkan kami berencana akan memecahkan rekor MURI (Museum Dunia Rekor Indonesia) dalam kategori pengerahan masyarakat terbanyak dalam bersih-bersih lingkungan dan destinasi wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Mohammad Lalu Faozal, Gili Indah, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, ia baru saja rampung rapat koordinasi di Kantor Bupati, Kabupaten Lombok Utara. Ada tiga hal yang akan didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB untuk perhelatan tersebut, yakni manajemen kegiatan, aktivitas kegiatan, dan branding event.

”Diharapkan ada kerja sama dari semua elemen, terutama industri untuk ikut menggaungkan Festival Pesona Gili Indah,” ujarnya.

Selain akan masuk MURI, imbuh Faozal, festival juga akan diramaikan dengan pelepasan tukik alias penyu kecil dan penanaman seribu pohon flamboyan.

“Kami ingin even ini lebih banyak melibatkan warga dan wisatawan, mengajak mereka berkonservasi lingkungan, karena itu akan sangat bermakna terhadap destinasi di Lombok,” ujarnya.

Sedangkan untuk urusan penanaman 1.000 bibit flamboyan, penyelenggara bekerja sama dengan pegiat lingkungan, Pawang Rinjani.

“Gubernur NTB akan ikut menanam 1.000 bibit flamboyan (Delonix regia) di tiga lokasi Gili. Urusan lingkungan, gubernur memberikan perhatian serius,’’tambah Faozal.

Ratusan Pelari Ambil Bagian dalam “Gili Coast Trail Color Run 10 K”
Festival Pesona Gili Indah sebelumnya bernama “Gili Begawe”. Pesta tahunan warga pesisir Lombok Utara kali ini dijamin lebih berwarna dan terkonsep. Selain akan menggelar bersih-bersih pantai, kegiatan ini akan diwarnai mural fiesta.

Tak hanya itu saja, perhelatan tersebut juga akan dimeriahkan kehadiran ratusan atlet 10 kilometer Gili Coast Trail Color Run 10 K, Gili Artmosphere, traditional performance, penayangan film dokumenter, sail pass, dan konser reggae on the beach.

Nah, lari keliling pulau ini akan menjadi pemanasan sebelum digelarnya Lombok Marathon 2016.

Pemerintah setempat ingin menjadikan kawasan tiga Gili, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air sebagai destinasi wisata berwawasan konservasi alam. Demi menggapai tujuan tersebut, Disbudpar NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara konsisten menggelar agenda tersebut  

“Kita ingin tiga Gili jadi destinasi konservasi. Tema kita tahun ini adalah kelestarian lingkungan. Kita ingin menciptakan destinasi berwawasan konservasi dan ramah lingkungan pada 2016,” katanya lagi.

Pemprov NTB menggandeng sejumlah pihak, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terkait ajang lari 10 K dengan medan melintasi bukit dan pantai, Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), dan masyarakat setempat.

Pihaknya menyatakan ikut mendorong Festival Pesona Gili Indah masuk dalam kalender tahunan Wonderful Indonesia, dengan menggencarkan publikasi di bandara-bandara utama, seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

”Satu hal yang tak kalah menarik, kegiatan tahunan ini akan menampilkan ritual budaya warga Lombok Utara yang disebut 'menyia' atau menggarami. Ritual ini mengisahkan tentang kearifan lokal warga Lombok Utara ketika mengetahui manfaat garam di Danau Gili Meno. Lombok sangat lengkap sensasi untuk dikunjungi,” undangnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan, kegiatan yang akan diselenggarakan di Gili tersebut bagus sekali. Namun yang lebih penting adalah sosialisasi kepada masyarakat soal budaya bersih, konservasi, dan menjaga lingkungan alam serta budaya dengan sebaik-baiknya.

“Kegiatan rutin untuk bersih-bersih pantai, menanam pohon, dan menjaganya akan jauh lebih bermanfaat untuk sustainable development destinasi wisata di Gili-gili itu,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenpar Kantongi 30 Finalis Sayembara Desain "Homestay"

Kemenpar Kantongi 30 Finalis Sayembara Desain "Homestay"

Lifestyle | Minggu, 23 Oktober 2016 | 15:00 WIB

16 Operator Tur KBRI Warsawa "Famtrip" ke Danau Toba

16 Operator Tur KBRI Warsawa "Famtrip" ke Danau Toba

Lifestyle | Minggu, 23 Oktober 2016 | 13:00 WIB

Sayembara Desain Homestay 2016 Raih Rekor MURI

Sayembara Desain Homestay 2016 Raih Rekor MURI

Lifestyle | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 14:00 WIB

Terkini

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:43 WIB

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB

×