Tren Baru, Mantan Suami Istri Tinggal Serumah

Angelina Donna | Suara.com

Sabtu, 15 April 2017 | 08:15 WIB
Tren Baru, Mantan Suami Istri Tinggal Serumah
Ilustrasi pasangan tak harmonis. [shutterstock]

Suara.com - Ada fenomena yang tidak lazim setelah perceraian. Alih-alih tinggal terpisah, mereka bersedia tinggal satu atap, meskipun dalam keadaan terpaksa.

Biduk rumah tangga Pang Ting yang dibinanya selama delapan tahun bersama suaminya harus kandas di tengah jalan beberapa bulan yang lalu.

Perempuan profesional berusia 40 tahun itu masih tetap tinggal satu atap bersama mantan suaminya. Kerelaannya hidup bersama lelaki yang sudah tidak dicintainya lagi itu dilatarbelakangi kondisi keuangan.

Dia bersama mantan suaminya itu pada 2005 harus bekerja keras mengumpulkan uang sebanyak 700.000 yuan atau Rp1,36 miliar agar bisa memiliki apartemen. Namun apartemen yang mereka tempati bersama itu kini harganya sudah mencapai 4 juta yuan (Rp7,8 miliar) atau hampir empat kali lipat dari harga perolehan 12 tahun yang lalu.

"Tidak satu pun di antara kami yang mampu membelinya. Di antara kami harus bisa menyediakan uang 2 juta yuan," tutur Pang sebagaimana dikutip harian Global Times baru-baru ini.

Menurut dia, membeli rumah bukanlah langkah terbaik karena harganya saat ini sangat tinggi sehingga bagi salah satu dari keduanya harus membayar 2 juta yuan.

Selama mantan pasangan suami-istri tersebut tidak menemukan solusi terbaik atas persoalan tersebut, maka harus bersedia hidup dalam satu atap meskipun sudah tidak ada cinta lagi.

"Tingginya harga rumah di Beijing memaksa sejumlah pasangan suami-istri harus hidup bersama setelah bercerai," kata Yin Xianglong, pengacara spesialis kasus rumah tangga di Beijing.

Ia mengungkapkan bahwa pada saat pasangan suami-istri bercerai dan tidak mengajukan gugatan hukum di pengadilan, maka mereka harus bisa menjual rumah yang selama ini ditempatinya satu sama lain dan membagi hartanya atau salah satu pihak membeli separuh dari apartemen tersebut dengan harga yang telah disepakati bersama.

Menurut dia, mantan pasangan suami-istri yang tinggal di tempat yang sama setelah bercerai merupakan fenomena yang sedang tren, namun biasanya berlangsung dalam waktu yang tidak relatif lama.

"Fenomena itu akan berakhir setelah salah satu pihak mulai pacaran lagi dengan kekasih barunya dan menginginkan rumah tangga yang baru," tutur Yin.

Dalam salah satu artikel yang dipublikasikan laman hukum hg.org dan portal berita milik pemerintah setempat menyebutkan bahwa meskipun kearifan lokal mendorong bahwa jalinan rumah tangga semestinya berakhir seiring dengan gagalnya ikatan perkawinan, kondisi perekonomian saat ini telah memaksa beberapa orang tetap tinggal bersama setelah jatuhnya "sighat" talak.

Laman tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah mantan pasangan suami-istri tidak hanya menanggung kerugian besar saat menjual rumah mereka, melainkan juga harus mampu menyediakan pendapatan tambahan untuk bisa mendapatkan rumah lagi.

Alasan Keuangan Pang merasa yakin perceraian dengan suaminya akan berlangsung lama, namun kepemilikan apartemen akan kembali ke tangannya secara penuh.

Dia tahu mantan suaminya ingin menikah lagi. Namun seperti dirinya, mantan suaminya itu masih memikirkan apartemen tersebut.

Pang belajar dari pengalaman teman dekatnya setahun yang lalu mengenai jaminan hidup bersama yang saling menguntungkan setelah berpisah.

Awalnya, dia tidak menyangka pengalaman temannya itu dialaminya sendiri. Meskipun dia tidak ingin terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta, dia akan tetap berupaya memperoleh apartemen itu.

"Beruntung kami punya tiga kamar tidur. Mungkin hal ini yang membuat kami bisa tinggal satu atap," tuturnya.

Mantan suaminya menyetujui usulan Pang untuk tinggal satu atap walaupun hidup tanpa cinta lagi. Oleh sebab itu, setelah mendapatkan akta cerai, mereka tidur di kamar berbeda walaupun masih dalam satu petak apartemen.

Hal yang sama juga dialami Jack Su (37). Dia bersama istrinya membeli apartemen di Beijing sekitar lima tahun yang lalu. Saat bercerai pada musim panas tahun lalu, mereka tidak punya solusi bagaimana bisa membayar sewa apartemen 10.000 yuan (Rp19,5 juta) per bulan. Padahal tidak satu pun di antara gaji keduannya mencapai angka itu.

"Berbagi tempat tinggal setidaknya menjadi jalan keluar bagi kami," tuturnya.

Su dan mantan istrinya memiliki apartemen dengan satu kamar tidur. Setelah berpisah, Su tinggal di ruang tamu, sedangkan kamar tidur untuk mantan istrinya.

Masalah keuangan juga membebani Xia Sheng, sekretaris berusia 28 tahun, dan mantan suaminya. Pasangan suami-istri itu berpisah beberapa bulan lalu.

Xia dan mantan suaminya menandatangani kontrak apartemen dengan satu kamar tidur setelah merajut ikatan pernikahan lima tahun yang lalu. Sulit baginya untuk tinggal satu apartemen, apalagi tipe studio yang satu kamar itu. Sehingga ketika memutus kontrak, dia harus membayar penalti senilai puluhan ribu yuan kepada pemilik apartemen.

"Memang tidak semuanya buruk untuk tinggal satu atap sampai masa kontrak habis," ujar Xia yang tidak menyesali sedikit pun keputusannya mengakhiri kontrak apartemennya itu meskipun harus menanggung kerugian finansial yang cukup besar agar bisa menjauh dari mantan suaminya.

Pengasuhan anak Pang menyampaikan alasan lain mengenai pilihan tinggal satu atap bersama mantan suaminya itu agar bisa sama-sama merawat putri kesayangan mereka yang masih berusia lima tahun.

Keduanya percaya bahwa perceraian tersebut tidak berdampak negatif terhadap putrinya. "Terlalu dini baginya untuk mengetahui kedua orang tuanya berpisah. Dia masih bisa melihat kedua orang tuanya di rumah," tuturnya.

Hidup satu atap juga membuat pengasuhan terhadap putri tunggalnya itu berjalan mulus. "Kami berdua bisa sama-sama mempersiapkan keperluan sekolah, mengantarkan, dan menjemputnya dari sekolahan," katanya menambahkan.

Pang menganggap mantan suaminya menjadi teman baik layaknya pasangan suami-istri dalam hal memberikan kasih sayang terhadap putrinya.

"Bagi putri kecil kami, memiliki ayah biologis akan merasa aman selama masa pertumbuhannya. Pada saat yang sama, ayahnya dan saya tidak perlu mengalami penderitaan atas perkawinan kami. Saya tidak yakin apakah kami menginginkan perubahan agar bisa mengatasi beban hidup saat ini," ujarnya.

Terkadang, Pang merasa khawatir saat sang putri mulai bertanya, kenapa kedua orang tuanya tidak pernah berpelukan atau ciuman satu sama lain. "Saya telah habis pikir untuk menjelaskannya," ujarnya beterus terang.

Dia dan mantan suaminya memutuskan perpisahan secara baik-baik dan keduanya menganggap sebagai teman biasa sehingga mereka tidak menghadapi persoalan seperti mantan pasangan suami-istri lainnya.

Su, salah satu contoh yang tidak beruntung. Masalah keuangan menjadi ujung pangkal persoalan antara dia dan mantan istrinya.

Saat sudah tidak lagi menjadi teman sekamar, mereka bingung siapa yang membayar asuransi, rekening listrik, dan keperluan lainnya. Oleh sebab itu, mereka memutuskan beban ditanggung masing-masing dalam jumlah yang sama.

Mereka juga menerapkan aturan penggunaan kamar yang berbelit. Sebagai contoh, Su dilarang mencuci piring setelah makan dan mengambil apa pun dari dalam kulkas. Dia harus mengajukan permintaan terlebih dahulu sebelum memakan sesuatu yang tidak dibeli dengan uangnya sendiri.

"Saya berusaha lebih perhatian agar tinggal di rumah lebih mudah dan lebih menyenangkan," ujarnya.

Sisa-sisa emosi atau kemarahan juga masih tampak bagi pasangan yang telah mengakhiri pernikahan mereka, khususnya saat salah satu merasa kecewa.

Xia dan mantan suaminya sempat melakukan kebiasaan lamanya, saling berpelukan saat sama-sama merasakan kesedihan. Keduanya merasa menyesal, namun tidak mudah untuk merajut lagi jalinan cinta kasih yang terkoyak. "Secara bertahap waktulah yang menyembuhkan luka," ujarnya.

Namun Pang yang mengaku punya pilihan sama dengan mantan suaminya bisa merasa nyaman hidup bersama dan saling membantu setelah perceraian.

"Belum tentu ada kesamaan cara pandang dengan teman sekamar yang baru nanti," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable

Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 23:07 WIB

Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang

Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:47 WIB

5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi

5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:59 WIB

Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus

Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:05 WIB

6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda

6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:39 WIB

Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat

Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:10 WIB

Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta

Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:52 WIB

Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026

Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:29 WIB

YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah

YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:42 WIB

Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?

Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:29 WIB