Stres Pranikah, Begini Cara Mengatasinya

Ririn Indriani, Risna Halidi

Kamis, 21 September 2017 | 16:16 WIB
Stres Pranikah, Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Anda yang sudah memasuki bahtera rumah tangga, tentu masih ingat betul bagaimana ribetnya mengatur segala macam kebutuhan untuk menikah. Mulai dari biaya yang tinggi, konsep pernikahan, sampai masalah internal keluarga, penuh sesak ada di dalam otak.

Kalau sudah begitu, kadang akan muncul stres pra nikah yang tidak hanya buruk bagi kesehatan mental dan tubuh, tetapi juga segala macam rencana besar di hari 'H' tersebut.

Untuk itu, Permata Bank bersama konsultan psikologi modern--WeCan, membuat buku panduan berjudul #BicaraUang bagi pasangan dan memberikan masukan  agar calon pengantin dapat meminimalisir stres pra nikah. Beberikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan.

Pertama, perhatikan dan pertimbangkan gambaran besar yang akan dicapai. Dikatakan, beberapa keputusan yang diambil oleh pasangan akan mempengaruhi hal lainnya. Misalnya, jumlah tamu dan siapa saja yang akan diundang sebaiknya sudah ditentukan sejak awal.

Hal ini terjadi karena jumlah tamu akan mempengaruhi hal lain seperti tempat dan fasilitas hingga jumlah makanan yang akan disediakan. Dengan melihat gambaran besarnya, pasangan dapat mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan yang telah diambil.

Kedua, buatlah daftar kebutuhan pesta pernikahan, progress dari setiap kebutuhan, dan tulis siapa yang bertanggungjawab atas hal tersebut. Ingatlah jika pesta pernikahan adalah acara antara pengantin lelaki dan perempuannya.

Jadi, pastikan jika proposi tanggung jawab sama dan merata. Dengan membuat daftar tersebut, calon pengantin dapat mengetahui apa saja yang masih memerlukan perhatian atau perencanaan yang lebih matang.

Ketiga, mau belajar dan mengajari, bukan berasumsi jika pasangan akan paham sendiri. Ingatlah bahwa ketika menikah, kedua calon mempelai juga 'menikahi' keluarga pasangan. Berikan informasi terkait tradisi atau kebiasaan keluarga pada pasangan.

Keempat atau yang terakhir, menyadari isu yang dimiliki sesama pasangan. Terkadang ketidaksepakatan di dalam mempersiapkan pernikahan bukan seperti apa yang terlihat permukaan. Contohnya.

Pasangan mungkin menginginkan pernikahan yang megah, tetapi isu sebenarnya bukan besaran dari pernikahan itu sendiri. Tetapi mungkin disebabkan karena adanya perasaan 'tidak ingin kalah' dari anggota keluarga lainnya.

Jadi, terkadang isu datang bukan dari kediu mempelai, tapi dari salah satu pasangan atau keluarga pasangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan, Lakukan Perawatan Ini Sebelum Menikah

Perempuan, Lakukan Perawatan Ini Sebelum Menikah

Lifestyle | Minggu, 18 Juni 2017 | 18:00 WIB

Apa Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah?

Apa Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah?

Health | Rabu, 19 April 2017 | 18:30 WIB

Seberapa Penting Foto Pre-Wedding?

Seberapa Penting Foto Pre-Wedding?

Lifestyle | Selasa, 18 April 2017 | 13:10 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×