Mereka Wujudkan Mimpi Anak Perempuan 'Sehari Jadi Menteri'

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 04 November 2017 | 08:48 WIB
Mereka Wujudkan Mimpi Anak Perempuan 'Sehari Jadi Menteri'
Youth Coalition for Girls adalah komunitas anak muda yang memperjuangkan kesetaraan gender. (Foto: Instagram Youth Coalition for Girls)

Suara.com - Kedudukan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia memang masih dipengaruhi oleh unsur budaya. Laki-laki dianggap superior dan masih mendominasi pos-pos jabatan sebagai pemimpin.

Lihat saja dari tujuh presiden yang memimpin Indonesia, hanya Megawati Soekarno Putri, satu-satunya presiden yang mewakili kaum perempuan. Begitu juga di sektor kementerian, baru delapan dari 34 menteri dalam kabinet kerja Presiden Jokowi yang merupakan perempuan.

Padahal, kompetensi untuk menjadi pemimpin juga bisa diemban oleh kaum hawa. Penelitian membuktikan bahwa perempuan lebih berusaha untuk mengembangkan diri sepanjang karir mereka.

Perempuan juga lebih banyak mengupayakan kompetensi diri seiring pertambahan usia. Saat bekerja perempuan juga cenderung lebih menggunakan akal pikiran dan ilmu kepemimpinan yang telah mereka pelajari.

Untuk memperjuangkan kesetaraan gender termasuk dalam hal kepemimpinan, Plan International Indonesia, organisasi nonprofit yang peduli terhadap pemenuhan hak-hak anak dan kesetaraan anak perempuan membentuk komunitas bernama Youth Coalition for Girls. Komunitas yang anggotanya berusia 15-29 tahun ini dibentuk dengan latar ketidakadilan gender yang ada di Indonesia.

Salah satu inisiator Youth Coalition for Girls, Fatimah Huurin Jannah. Ia menceritakan, komunitas ini mulanya terbentuk dari program Youth Camp for Change yang diadakan Plan International pada 2016. Program ini melibatkan 30 anak remaja di Indonesia dari berbagai daerah.

"Nah, waktu itu kita diminta untuk menganalisis situasi hak anak di Indonesia untuk dilaporkan ke Plan. Ternyata kita menemukan bahwa salah satu situasi yang sudah gawat di Indonesia itu ketidaksetaraan gender," ujar perempuan berusia 19 tahun yang akrab disapa Faza ini kepada Suara.com, beberapa waktu lalu.

Hingga akhirnya, Faza dan peserta Youth Camp for Change lainnya terpikir untuk membentuk sebuah panel diskusi yang dapat memperjuangkan kesetaraan gender bagi anak perempuan. Lalu, terbentuklah komunitas Youth Coalition for Girls.

Melalui komunitas ini, Faza dan inisiator lainnya berupaya untuk memfasilitasi anak-anak muda khususnya perempuan untuk memperjuangkan kesetaraan gender di daerahnya. Ia mencontohkan, di daerahnya yakni Tangerang, anak-anak perempuan masih jarang yang berpendidikan tinggi, karena dianggap sulit mendapatkan jodoh.

"Perempuan dianggap tidak tepat kalau jadi pemimpin, harusnya di dapur saja. Padahal baik perempuan maupun lelaki punya kapasitas sama menjadi pemimpin," ujar dia.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan komunitas Youth Coalition for Girls adalah merayakan hari anak perempuan internasional dengan memberikan kesempatan bagi puluhan anak perempuan dari berbagai daerah untuk merasakan pengalaman menjadi menteri selama sehari.

Melalui kegiatan 'Sehari Jadi Menteri' ini, para peserta mendapat kesempatan untuk memberikan rekomendasi seolah-olah mereka menyandang jabatan sebagai menteri. Melalui kegiatan ini pula, tambah Faza, sekaligus untuk menunjukkan bahwa perempuan juga mampu memimpin dan memiliki aspirasi segar untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak.

"Tahun kemarin 11 anak muda ditempatkan di Kementerian Ketenagakerjaan, 11 lainnya di Kementerian PPPA. Mereka dijemput dengan voorijder dan merasakan fasilitas sebagai Menteri. Tapi mereka juga akan diuji untuk mengemukakan rekomendasi-rekomendasi dari permasalahan di masing-masing kementerian," tambah dia.

Selain itu, komunitas ini, tambah Faza juga rutin menyelenggarakan kegiatan yang meningkatkan kompetensi anak perempuan seperti latihan komunikasi dan advokasi. Youth Coalition for Girls juga berjejaring dengan organisasi lainnya seperti Koalisi Anak Muda untuk SDG's dan Koalisi Perempuan Berdaya untuk mengadvokasi prinsip kesetaraan gender di semua organisasi.

"Kita juga meningkatkan peran kita sebagai konselor sebaya. Jadi, ketika ada anak perempuan lainnya yang mendapatkan ketidakadilan gender bisa curhat istilahnya, ke kita. Misalnya mendapat kekerasan, dan butuh akses ke pemerintah. Itu fungsinya kami bermitra di jaringan untuk merujuk kesana," tambah dia.

Meski baru berusia seumur jagung, Faza mengatakan komunitas ini sudah memiliki 200 anggota yang tersebar di 13 provinsi. Jika kalian anak muda berusia 15-29 tahun dan ingin turut serta memperjuangkan kesetaraan gender, bisa bergabung di komunitas Youth Coalition for Girls dengan mengunjungi laman media sosial Instagram mereka di @YCG.id.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Cuma Menikmati, Mereka Turun Tangan Selamatkan Laut

Tak Cuma Menikmati, Mereka Turun Tangan Selamatkan Laut

Lifestyle | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 10:07 WIB

Satukan Hobi Menggambar Sketsa di Bogor Sketcher

Satukan Hobi Menggambar Sketsa di Bogor Sketcher

Lifestyle | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 09:46 WIB

Serunya "Tai Chi Mal Ciputra Jakarta Trip to Bandung"

Serunya "Tai Chi Mal Ciputra Jakarta Trip to Bandung"

Press Release | Minggu, 15 Oktober 2017 | 20:36 WIB

Terkini

Nggak Perlu Jastip, Produk Makanan Thailand Kini Bisa Didapat Lebih Mudah di Indonesia

Nggak Perlu Jastip, Produk Makanan Thailand Kini Bisa Didapat Lebih Mudah di Indonesia

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 00:05 WIB

Daftar Harga 5 Lipsstik Dior yang Asli, Tahan Lama dan Tak Bikin Bibir Kering

Daftar Harga 5 Lipsstik Dior yang Asli, Tahan Lama dan Tak Bikin Bibir Kering

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:10 WIB

6 Ciri Lipstik Maybelline Asli dan Palsu Agar Bibir Tidak Menghitam

6 Ciri Lipstik Maybelline Asli dan Palsu Agar Bibir Tidak Menghitam

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:25 WIB

5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas

5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:25 WIB

Serum Dulu atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar untuk Kulit Sehat

Serum Dulu atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar untuk Kulit Sehat

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

6 Zodiak yang Tak Cocok Jadi Pasangan Gemini, Hubungan dengan Scorpio Bakal Toxic

6 Zodiak yang Tak Cocok Jadi Pasangan Gemini, Hubungan dengan Scorpio Bakal Toxic

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:58 WIB

9 Rekomendasi Facial Wash Paling Murah di Indomaret, Mulai Rp15 Ribuan

9 Rekomendasi Facial Wash Paling Murah di Indomaret, Mulai Rp15 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:40 WIB

5 Parfum Travel Size Lokal yang Wanginya Tahan Lama dan Praktis Dibawa Kemana Saja

5 Parfum Travel Size Lokal yang Wanginya Tahan Lama dan Praktis Dibawa Kemana Saja

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:16 WIB

BRI Promo Spesial Hello Kitty x Jisoo di Kota Kasablanka: Borong Merchandise Dapat Cashback Seru

BRI Promo Spesial Hello Kitty x Jisoo di Kota Kasablanka: Borong Merchandise Dapat Cashback Seru

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:46 WIB

Shio Apa yang Paling Pelit? Ternyata Ini Juaranya

Shio Apa yang Paling Pelit? Ternyata Ini Juaranya

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:20 WIB