Mengintip Fenomena Unik di Bawah Laut Gunung Anak Krakatau

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 25 Desember 2018 | 19:07 WIB
Mengintip Fenomena Unik di Bawah Laut Gunung Anak Krakatau
Pulau Anak Krakatau. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 malam menyebabkan beberapa daerah terkena dampak. Seperti Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) malaporkan jumlah korban jiwa tercatat sebanyak 373 orang meninggal dunia, 1.459 luka-luka dan 28 lainnya masih dinyatakan hilang.

Berdasarkan dugaan sementara BNPB penyebab tsunami yang tidak diawali gempa diakibat oleh longsoran bebatuan di bawah laut yang terkena dampak peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Memang, fenomena tsunami Selat Sunda berbeda dengan peristiwa tsunami yang pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia sebelumnya, seperti Aceh, Palu, dan Lombok. Banyak yang orang yang masih bingung mengapa bisa terjadi tsunami tanpa adanya gempa terlebih dahulu?

Untuk menjelaskan hal itu, Jurnalis Alvi Apriayandi mencoba menerangkan melalui pengetahuannya. Ia juga memberi bukti tentang kondisi di bawah laut sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau sebelum terjadi tsunami.

Melalui akun Instagram-nya, Alvi memperlihatkan temuannya kala menyelam setahun lalu bersama tim DOES asuhan Erix Soekamti cs yang tengah menyisir lautan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Bahawa, banyak bongkahan bebatuan berukuran besar di bawah laut di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau tersebut. Batu-batu berukuran besar itu sangat mungkin memengaruhi volume air dan berdampak tsunami tatkala longsor terjadi di bawah laut.

''Sekali lagi saya berikan gambaran kumpulan foto setahun kemarin kami pernah memprofilkan alam bawah laut Gunung Krakatoa. Kalo batuan erupsinya yang ada difoto ini aja segede "GABAN" nyemplung dalam jumlah besar, sangat memungkinkan secara logika dapat menyebabkan gelombang tinggi dengan jarak ratusan mil tanpa harus diawali oleh gempa dari gunung aktif itu sendiri,'' tulis akun alvi kgs.

Tampak dalam gambar yang dibagikan Alvi, bebatuan berukuran gigantis bekas letusan Gunung Krakatau tahun 1883 mendiami dasar laut Selat Sunda. Longsoran di bawah laut dengan bebatuan berukuran raksasa ini kemudian menyebabkan volume air naik dan menjelma menjadi tsunami.

baca juga

Di postingan berikunta, Alvi  memperlihatkan pula fenomena alam yang unik di dasar laut Gunung Anak Krakatau. Salah satunya terdapat gelembung udara yang keluar dari celah-celah perut bumi dan cukup masif. Hangat air terasa dibagian itu dan bukan saja itu, pasir yang cukup kasar jika disentuh pun terasa hangat.

“Dari literatur yang saya baca, fenomena itu adalah bagian dari proses pembentukan gunung api aktif, terlihat dari pertumbuhan Gunung Anak Krakatau semakin besar. Fenomena itu merupakan gas bumi yang berasal dari perut bumi untuk mensuplai energi hingga terjadi pembentukan gunung api. Di Indonesia sendiri terdapat fenomena yang sama antara lain gunung api bawah laut Banua Wuhu, di pulau Mahangetan, Sangihe, Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasca Tsunami, BCA Pastikan Layanan Bank dan ATM di Anyer Tetap Beroperasi

Pasca Tsunami, BCA Pastikan Layanan Bank dan ATM di Anyer Tetap Beroperasi

Bisnis | Selasa, 25 Desember 2018 | 19:06 WIB

Band Element: Kalau Kami Manggung Mungkin Nggak Selamat

Band Element: Kalau Kami Manggung Mungkin Nggak Selamat

Entertainment | Selasa, 25 Desember 2018 | 19:03 WIB

Dua Jam Ditelan Tsunami, Ifan Seventeen: Saya Rasakan Sakratul Maut

Dua Jam Ditelan Tsunami, Ifan Seventeen: Saya Rasakan Sakratul Maut

News | Selasa, 25 Desember 2018 | 18:51 WIB

Terkini

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

×