4 Penyebab Pernikahan Hancur di Tahun ke-5

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Rabu, 12 Juni 2019 | 17:45 WIB
4 Penyebab Pernikahan Hancur di Tahun ke-5
Ilustrasi bercerai (Foto: shutterstock)

Suara.com - 4 Penyebab Pernikahan Hancur di Tahun ke-5

Data statistik dari Blackdoctor, Rabu (12/6/2019) menunjukkan, 50 persen pernikahan pertama, 67 persen pernikahan kedua, dan 73 persen pernikahan ketiga lewat sebuah studi di Amerika Serikat kandas pada tahun kelima.

Pertanyaannya, mengapa pernikahan berakhir dengan perceraian pada tahun kelima?

Bagi Anda yang usia pernikahannya akan memasuki tahun kelima atau berada pada tahun kelima, wasdapalah terhadap berbagai tantangan dan masalah yang akan menerpa. Berikut 4 penyebab umum hancurnya pernikahan kandas pada tahun kelima.

Finansial

Ilustrasi lembar uang kertas rupiah. (Shutterstock)
Ilustrasi uang. (Shutterstock)

Pasangan yang sama-sama mandiri secara finansial dan masing-masing sibuk mengurus pekerjaan bisa memicu risiko cerai dalam rumah tangga. Perempuan menjadi lebih mandiri secara finansial. Ketika peran gender dalam rumah tangga itu runtuh, masing-masing gender menjadi lebih mandiri di kedua arena. Ketika masing-masing pasangan tidak lagi saling ketergantungan dan membutuhkan, maka ikatan pernikahan mudah diputus begitu saja.

Terlalu cepat menikah

Euforia jatuh cinta membuat banyak orang terburu-buru melangkah ke jenjang pernikahan. Selama pernikahan itu mereka bagaikan pasangan yang dimabuk asmara. Namun sayangnya, euphoria itu tidak bertahan lama. Setelah lima tahun pernikahan, gejolak jatuh cinta hilang, masa bulan madu elesai. Sehingga salah satu bisa merasa hidup dengan orang asing. Itulah mengapa banyak yang mengatakan, “cinta sejati bisa menunggu”. Menunda pernikahan tidak akan menyakitkan.

Perselingkuhan

baca juga
Ilustrasi lelaki berselingkuh (Shutterstock).
Ilustrasi lelaki berselingkuh (Shutterstock).

Selingkuh adalah penyebab lain kegagalan pernikahan dan ada banyak alasan mengapa pasangan selingkuh. Alasan nomor satu adalah karena mereka mencari sesuatu yang unik di luar pernikahan yang tidak mereka miliki dalam pernikahan. Kurangnya komunikasi sering menyebabkan pasangan tersesat. Meskipun beberapa pasangan dapat memaafkan perselingkuhan dan tetap bertahan, banyak pernikahan berakhir dengan perceraian. Di sisi lain adalah bahwa secara emosional dan seksual mereka tidak lagi merasakan perasaan yang sama seperti sebelumnya.

Seks

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Mari hadapi fakta, ketika kehadiran anak maka libido berubah. Ya, memang begitulah adanya. Banyak pasangan yang mengubah apa yang mereka inginkan dari pasangannya. Untuk itu, masing-masing pasangan harus lebih terbuka dan banyak berdiskusi soal kehidupan seks yang mereka inginkan agar bisa bertahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penting, Perawatan Kulit yang Perlu Dihindari Menjelang Pernikahan

Penting, Perawatan Kulit yang Perlu Dihindari Menjelang Pernikahan

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2019 | 09:30 WIB

Rayakan Pernikahannya, Mesut Ozil Sumbang Uang untuk Operasi Seribu Anak

Rayakan Pernikahannya, Mesut Ozil Sumbang Uang untuk Operasi Seribu Anak

Bola | Sabtu, 08 Juni 2019 | 19:26 WIB

Di Taman Bermain Ini, Manusia Bisa Menikah dengan Karakter Kartun

Di Taman Bermain Ini, Manusia Bisa Menikah dengan Karakter Kartun

Lifestyle | Sabtu, 08 Juni 2019 | 13:00 WIB

Terkini

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

×