Dampak Gelombang Panas, Akropolis di Yunani Ditutup

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Dampak Gelombang Panas, Akropolis di Yunani Ditutup
Situs Akropolis di Yunani (Pixabay/edibejko)

Gelombang panas menghalangi turis mengunjungi destinasi paling terkenal di Yunani.

Suara.com - Bukan cuma memengaruhi aktivitas warga, gelombang panas yang melanda benua Eropa rupanya juga berdampak bagi aktivitas turisme.

Salah satunya adalah di Yunani, yang terpaksa menutup situs Akropolis dari turis karena gelombang panas.

Terletak di Athena, Akropolis merupakan situs peninggalan sejarah yang dipenuhi bangunan-bangunan kuno sekaligus kuil Parthenon.

Sayangnya, destinasi terkenal di Yunani ini terpaksa tutup karena suhu udara di sana sudah mencapai 37,7 derajat Celcius seperti dilansir dari laman CNN.

Pada situasi normal, suhu udara di Athena sendiri biasanya hanya mencapai 32 derajat di bulan Juli.

Situs Akropolis di Yunani (Pixabay/edibejko)
Situs Akropolis di Yunani (Pixabay/edibejko)

Namun, karena gelombang panas yang ada, Ephorate of Antiquities of Athens pun terpaksa menutup situs Akropolis.

Penutupan sendiri akan dilakukan pada pukul 1 siang hingga 5 sore jika suhu udara mencapai 40 derajat Celcius.

Sementara, turis yang sudah terlanjur membeli tiket untuk Akropolis pada hari situs wisata itu ditutup disarankan untuk menghubungi Departemen Operasi agar bisa melakukan penjadwalan ulang.

Suhu udara di seluruh Eropa sendiri dikabarkan sedikit mengalami penurunan minggu ini.

Meski begitu, ada kemungkinan jika suhu udara minggu depan akan kembali mengalami peningkatan tajam.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS