74 Tahun KAI, Ini 3 Kisah Manis yang Terangkai di Atas Kereta Api

Vania Rossa

Sabtu, 28 September 2019 | 20:16 WIB
74 Tahun KAI, Ini 3 Kisah Manis yang Terangkai di Atas Kereta Api
Ilustrasi kereta api. (Dok. KAI)

Suara.com - Dibandingkan dengan moda transportasi umum lain, kereta api masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena ongkosnya yang bersahabat, tapi juga dari segi waktu keberangkatan dan kedatangan yang dirasa paling bisa diandalkan.

Itu sebabnya, stasiun dan kereta api hampir tidak pernah sepi, bahkan meski bukan saat mudik Lebaran maupun musim liburan. Sebab, ada banyak alasan orang bepergian dengan kereta api.

Dalam rangka memeringati ulang tahun KAI yang ke-74, yaitu tanggal 28 September 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kampanye #KAIPunyaCerita. Sebab, di balik setiap perjalanan dengan keerta api, pastilah ada cerita yang hadir menemani perjalanan.

Dirangkum dari siaran pers yang diterima Suara.com, inilah 3 cerita manis yang terangkai di atas kereta api, yang bisa jadi salah satunya mirip dengan cerita yang pernah Anda alami.

1. Berawal di kereta api, berakhir di pelaminan
Tanpa bermaksud meninggikan harapan para jomblo yang hobi bepergian dengan kereta api, tapi faktanya kisah cinta yang berawal di kereta api bukan cuma ada di sinetron atau film seperti Before Sunrise, tapi juga di dunia nyata. Salah satunya terjadi pada pasangan yang telah menikah lebih dari 20 tahun, Sutrisno dan Mur.

Keduanya pertama kali bertemu di Kereta Api Gaya Baru Malam tujuan akhir Stasiun Gubeng, Surabaya. Duduk bersebelahan, Sutrisno berinisiatif mengajak ngobrol duluan dan ditanggapi dengan baik oleh Mur. Mereka pun menjadi teman ngobrol yang menyenangkan selama perjalanan. Sampai waktunya berpisah karena sudah sampai di tujuan akhir, Sutrisno mengumpulkan keberanian meminta nomor kontak Mur.

Dua tahun berselang, kisah yang dimulai di kereta api ini berakhir di pelaminan.

2. Teman baru dan peluang baru
Perjalanan di kereta api, terutama kereta api jarak jauh, pastilah makan waktu berjam-jam yang bisa menimbulkan kebosanan. Beberapa orang ada yang memilih untuk tidur, beberapa lagi memilih berbincang dengan orang-orang baru yang ditemui di kereta api. Bukan melulu mencari jodoh, ngobrol di kereta api dengan orang baru juga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman.

Renaldi adalah salah satunya. Siapa sangka teman perjalanannya kali itu adalah seorang perempuan Jerman. Renaldi yang khawatir tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena keterbatasan bahasa, tertolong dengan Merry yang ramah dan hobi bercerita betapa membahagiakan waktunya selama berlibur di Indonesia. Renaldi mulai berani berbicara menggunakan bahasa inggris seadanya. Dan, pembicaraan mereka tetap berlangsung menyenangkan.

baca juga

Sampai di tujuan, Renaldi dan Merry bertukar kontak dan berjanji saling mengabari. Merry yang suka sekali Indonesia, sering kembali ke Indonesia dengan Renaldi sebagai teman sekaligus guide. Renaldi bukan hanya mendapat tutor gratis bahasa Inggris, tapi juga tutor bahasa Jerman.

3. Pejuang PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad)
Istilah PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) sangat populer di antara para pengguna kereta api. istilah ini biasanya ditujukan bagi mereka, para tulang punggung keluarga, yang bekerja di ibu kota dan jauh dari keluarga. Mengobati rindu namun tidak bisa sering cuti atau izin, menjadi PJKA akhirnya menjadi solusi yang dipilih.

PJKA banyak bisa ditemui dari keberangkatan Stasiun Pasar Senen, karena di sini kereta ekonomi dengan harga terjangkau berada. Supaya bisa pulang setiap minggu, tentu moda transportasi paling ekonomis yang harus dipilih. Pejuang PJKA antara lain bapak-bapak kangen anak dan istri, anak yang kangen ibu-bapaknya, bahkan pasangan LDR.

Untuk pasangan LDR, jangan ditanya pahitnya. Risiko jarang bertemu adalah kandasnya hubungan. Ini yang tidak ingin mereka pertaruhkan, sehingga PJKA adalah jalan keluar. Salah satunya Alan, yang sudah 5 tahun menjalin kasih dengan pacarnya yang berjarak sekitar 400-an km dari dirinya.

Tiga kisah di atas hanyalah sebagian dari banyaknya kisah yang terjadi setiap hari di atas kereta api. Dan KAI yakin, selama 74 tahun beroperasi, pastilah banyak sekali cerita yang tercipta karena kereta api. Kamu juga punya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangun Pabrik Kereta di Banyuwangi, INKA Gandeng Swiss Stadler Rail

Bangun Pabrik Kereta di Banyuwangi, INKA Gandeng Swiss Stadler Rail

Bisnis | Minggu, 22 September 2019 | 15:07 WIB

Kereta Api Melintas di Resepsi Pernikahan, Tamu ke Masinis: Makan Dulu Om

Kereta Api Melintas di Resepsi Pernikahan, Tamu ke Masinis: Makan Dulu Om

News | Senin, 16 September 2019 | 17:05 WIB

Ini Alasan Penjaga Lintasan KA Tidak Menolong Kendaraan yang Mogok di Rel

Ini Alasan Penjaga Lintasan KA Tidak Menolong Kendaraan yang Mogok di Rel

News | Minggu, 15 September 2019 | 17:05 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×