Robot Ini Diklaim Bisa Musnahkan Virus Hanya Dalam 15 Menit

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 14 Mei 2020 | 13:48 WIB
Robot Ini Diklaim Bisa Musnahkan Virus Hanya Dalam 15 Menit
Ilustrasi Antivirus (Pixabay/Rifkie Drajat)

Suara.com - Robot Ini Diklaim Bisa Musnahkan Virus Hanya Dalam 15 Menit

Semua pihak saat ini masih terfokus menangani dampak pandemi virus corona Covid-19. Termasuk usaha yang dilakukan perusahaan medis yang terus berinovasi membuat alat kesehatan terbaik untuk membunuh virus.

Salah satu inovasi itu adalah Mediland Hyperligut Disinfection Robot, alat yang diklaim bisa membunuh virus di ruangan dalam waktu 15 menit.

Mediland Hyperligut Disinfection Robot (Dok. perusahaan)
Mediland Hyperligut Disinfection Robot (Dok. perusahaan)

Alat itu dikeluarkan Surgika Alkesindo dan sudah dipakai di berbagai negara seperti Amerika, Jerman, Taiwan termasuk Wuhan, China untuk menanggulangi virus seperti virus corona penyebab saki Covid-19.

Robot disinfeksi virus ini bekerja menggunakan sinar ultraviolet C (UVC) untuk membunuh RNA virus, sehingga ia tidak bisa menginfeksi manusia.

Virus ini ada dan biasanya banyak di dalam ruangan yang sudah dipakai banyak termasuk rumah sakit, klinik, pesawat, perkantoran dan sebagainya.

"Resiko ini dapat membahayakan keselamatan tenaga kesehatan dan juga pasien. Terlebih saat ini di seluruh dunia, dan Indonesia khususnya sedang berpacu dengan waktu mengatasi pandemi Covid-19, strain virus corona yang sangat mudah menular," ujar dr. Handy Gunawan, Direktur Utama SURGIKA ALKESINDO saat teleconference peluncuran, Kamis (14/5/2020).

Mediland Hyperlight Disinfection Robot ini terdiri dari enam lampu amalgam ultra violet (UV) dan teknologi reflektor berputar yang dibuat untuk menyebarkan sinar UVC ke area sekitarnya, untuk menonaktifkan dan membunuh mikro organisme. 

Tidak seperti alat kebanyakan, teknologi ini disebut-sebut mampu dengan cepat dan mudah menyebar,  tidak memancarkan ozone, serta tidak meninggalkan residu berbahaya, sehingga aman bagi lingkungan sekitar.

baca juga

Sayang, karena menggunakan UVC alat ini memang cukup berbahaya apabila manusia terpapar alat ini dalam jangka waktu lama. Tapi apabila sekilas atau sekedar lewat dr. Handy menyebut alat ini tidak berbahaya. 

Lagi pula kata dia, alat ini dilengkapi dengan sensor yang membuat lampu akan mati saat terdeteksi ada manusia yang mendekat dengan mesin. Sehingga keamanan dan keselamatan bisa terjamin.

"Jika ada manusia yang dekat dengan mesin secara otomatis lampunya akan mati. Sehingga akan aman digunakan," ungkapnya.

Alat ini juga sejalan dengan penelitian yang diterbitkan Journal of Virological Methods menyatakan virus SARS CoV 2 akan mati jika terpapar UVC selama 15 menit. Sehingga alat ini efektif untuk mensterilkan ruang ganti di rumah sakir selama setiap satu jam sekali

"Karena ruangan tersebut merupakan tempat membuka Alat Pelindung Diri (APD) menjadikannya sangat rentan terjadi infeksi virus dan selain itu jika melepaskan APD dengan cara yang salah juga dapat mengakibatkan virus beterbangan di ruang ganti," tutupnya.

Alat ini baru ada 5 buah di Indonesia yang didemokan di rumah sakit, perkantoran, hingga di dalam pesawat terbang. Satu buah alat dihargai sekitar Rp 1,5 miliar, dengan masing-masing diberi garansi pembelian selama 1 tahun penggunaan. Sedangkan lampu alat ini bisa bertahan tanpa diganti hingga 15 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astaga! Kasus Baru Virus Corona Rusia Tembus 10.000 Perhari Selama 2 Minggu

Astaga! Kasus Baru Virus Corona Rusia Tembus 10.000 Perhari Selama 2 Minggu

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:30 WIB

Kamis Ini, Pasien RSD Wisma Atlet Tembus 839 Orang, 702 Positif Covid-19

Kamis Ini, Pasien RSD Wisma Atlet Tembus 839 Orang, 702 Positif Covid-19

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:57 WIB

Penjual Kurma Sedih karena Sepi Pembeli: Laku 1 Kg Aja, Saya Alhamdulillah

Penjual Kurma Sedih karena Sepi Pembeli: Laku 1 Kg Aja, Saya Alhamdulillah

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:43 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×