Jamur Ini Dijuluki Parasit Termahal di Dunia, Dijual 3 Kali Harga Emas!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:51 WIB
Jamur Ini Dijuluki Parasit Termahal di Dunia, Dijual 3 Kali Harga Emas!
Yartsa Gunbu (Nikolas Merky/Wikimedia Commons/Oddity Central)

Suara.com - Jamur Ini Dijuluki Parasit Termahal di Dunia, Dijual 3 Kali Harga Emas!

Yartsa Gunbu, jamur di dataran tinggi Tibet mendapat predikat sebagai parasit termahal di dunia. Tak main-main per pound (0,454 kilogram) jamur ini dihargai 50.000 dollar atau setara Rp 800 juta, gokil!

Kerabat dekat parasit tropis yang menyerang semut dan mengubahnya menjadi zombie ini ditemukan dapat menginfeksi serangga pemakan akar tanaman. 

Jamur ini akan memakan larva dan membuatnya sekarat seperti terkurung dalam selang. Selang ini yang kemudian mencuat ke tanah, dan membuat orang bisa menemukan parasit termahal ini.

Yartsa Gunbu (Photo: Deepak Raj Bhatt/Wikimedia Commons/Oddity Central)
Yartsa Gunbu (DeepakRaj Bhatt/Wikimedia Commons/Oddity Central)

Jamur ini kemudian di jual petani dengan harga murah, dan berubah menjadi mahal setelah prosesnya melewati beberapa perantara. Bahkan harganya bisa lebih mahal 3 kali dari harga emas.

Mengutip Odditycentral, Jumat (22/5/2020) Yartsa Gunbu berarti 'rumput musim panas, cacing musim dingin'. Deskripsi sederhana yang mengambarkan siklus jamur tersebut.

Proses mencari dan memanen jamur ini terbilang cukup sulit. Bukan hanya tangkai yang sulit dikenali, tapi tanah yang keras untuk menemukan Yartsa Gunbu menjadi tantangan tersendiri, karena harus memanennya tanpa merusak tangkainya.

Seperti diketahui dataran tinggi Tibet memiliki tanah yang sangat kering, sehingga memanen Yartsa Gunbu adalah cara terbaik bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan tahunan.

Di Bhutan misalnya, perdagangan jamur merupakan bagian terpenting dari produk domestik bruto. Banyak desa di Tibet menjadikan memanen jamur sebagai salah satu cara mereka bertahan hidup.

baca juga

Meski mereka biasanya hanya menjual beberapa ratus dollar per pound, tapi pendapatan tersebut jadi pendapatan terbesar tahunan mereka.

Di sisi lain, setelah melewati beberapa perantara, jamur yang biasa digunakan sebagai doping atau viagra ini dijual dengan harga yang melonjak drastis, dan ini ramai peminat di kota-kota besar China.

Oleh karenanya peminatnya sebagian besar adalah orang kelas atas, yang percaya jika jamur ini memiliki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Berjamur Karena Kelamaan Parkir di Garasi? Ini Solusinya

Mobil Berjamur Karena Kelamaan Parkir di Garasi? Ini Solusinya

Otomotif | Rabu, 20 Mei 2020 | 20:07 WIB

Khasiat Jamur Cordyceps akan Diujicobakan di RS Darurat Wisma Atlet

Khasiat Jamur Cordyceps akan Diujicobakan di RS Darurat Wisma Atlet

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:17 WIB

Resep Pepes Tahu Jamur Tiram, Racikan Menu Spesial untuk Buka Puasa

Resep Pepes Tahu Jamur Tiram, Racikan Menu Spesial untuk Buka Puasa

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada

Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada

Lampung | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Di Balik Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Mengapa Dibawa ke Polda dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

Di Balik Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Mengapa Dibawa ke Polda dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:25 WIB

4 Pelembap Calendula Jaga Kelembapan Kulit Kering dan Redakan Kemerahan

4 Pelembap Calendula Jaga Kelembapan Kulit Kering dan Redakan Kemerahan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:25 WIB

7 Tips Mencegah Garis Rambut atau Hairline Mundur, Hentikan Kebiasaan Mengikat Terlalu Kencang

7 Tips Mencegah Garis Rambut atau Hairline Mundur, Hentikan Kebiasaan Mengikat Terlalu Kencang

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:10 WIB

7 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Keringat, Riasan Kembali Rapi dan Flawless

7 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Keringat, Riasan Kembali Rapi dan Flawless

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:01 WIB

Review Sacrifice: Satir Kaum Superkaya dan Ambisi Selamatkan Bumi

Review Sacrifice: Satir Kaum Superkaya dan Ambisi Selamatkan Bumi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:37 WIB

RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Teknologi Global, Chip dan AI Jadi Taruhan

RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Teknologi Global, Chip dan AI Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

×