Masa Pandemi, Ibadah di Gereja Kini Juga Bisa Dilakukan Secara Drive-in

M. Reza Sulaiman
Masa Pandemi, Ibadah di Gereja Kini Juga Bisa Dilakukan Secara Drive-in
Ilustrasi kebaktian di gereja drive-in. (Shutterstock)

Ibadah di gereja mengalami hambatan di masa pandemi. Gereja drive-in solusinya. Seperti apa penampakannya?

Suara.com - Di masa pandemi Covid-19, kegiatan ibadah mengalami hambatan, dengan dibatasinya jumlah jemaah yang hadir, termasuk kegiatan ibadah di gereja.

Di Inggris, tiga gereja di kota Newquay memiliki solusi unik, yakni dengan menggelar ibadah secara drive-in. Ya, para jemaah menghadiri kebaktian sambil di dalam mobil masing-masing.

Dilansir VOA Indonesia, gereja drive-in adalah gagasan pendeta Matt Timms, yang melihatnya sebagai sebuah cara yang aman untuk mengumpulkan kembali jemaahnya, terlepas dari adanya lockdown.

"Kami memiliki kesempatan untuk berkumpul kembali dengan jemaah setelah berbulan-bulan tidak dapat berjumpa," kata Timms.

"Jadi, anggota jemaah dapat kembali terhubung satu sama lain melalui mobil mereka dan saling melambaikan tangan. Terus terang saja, hal ini sangat berarti bagi mereka. Dan respon mereka yang saya terima sejauh ini adalah mereka sangat menyukainya," lanjutnya.

Ilustrasi kebaktian di gereja drive-in. (Shutterstock)
Ilustrasi kebaktian di gereja drive-in. (Shutterstock)

Bagi mereka yang tidak dapat datang ke gereja, tetap dapat mengikuti jalannya kebaktian itu secara daring. Namun bagi mereka yang dapat pergi ke gereja dan mengikuti kebaktian dari dalam mobil, itu merupakan kenangan yang akan selalu diingat.

"Sungguh luar biasa melihat kehadiran anggota jemaah di sini. Dan dengan cara yang aman, bendera-bendera dipasang, musik dimainkan dan semuanya terlihat indah," kata salah satu jemaah.

"Mengikuti kebaktian di gereja dari dalam mobil sangat mengasyikan. Sangat menyenangkan dapat datang ke sini," tambah jemaah lainnya.

Pendeta Timms mengatakan, drive-in service atau kebaktian dari dalam mobil seperti ini telah dilakukan gereja-gereja di Irlandia Utara sejak bulan Mei. Kebaktian tersebut, katanya, menyehatkan mental karena memberi sumbangan rohani.

"Dapat menyatukan jemaah, mengikuti kebaktian bersama-sama, adalah sangat, sangat penting," tambahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS