Tidak Bau Badan, Ini 5 Karakteristik Tubuh Unik Orang Korea

Vania Rossa

Selasa, 11 Agustus 2020 | 19:19 WIB
Tidak Bau Badan, Ini 5 Karakteristik Tubuh Unik Orang Korea
Ilustrasi orang korea (shutterstock)

Suara.com - Tak hanya memiliki kulit glowing yang bikin iri banyak perempuan maupun lelaki, orang Korea ternyata dianugerahi beberapa kelebihan lain yang tidak dimiliki oleh orang-orang dari begara lain. Ya, ada 5 karakteristik tubuh unik yang membedakan orang Korea dari bangsa lain.

Penasaran? Ini dia seperti dilansir dari Koreaboo.

1. Tidak bau badan meski berkeringat

Bagi sebagian besar orang, keringat = bau badan. Manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat, dan penyebab bau keringat berasal dari sekresi kelenjar apokrin.
Bakteri di kulit sangat suka memakan keringat jenis ini, dan menghasilkan bau badan. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kelenjar apokrin yang rendah, jarang mengalami bau badan.

Dan, orang Korea ternyata memiliki jumlah kelenjar apokrin yang paling rendah. Artinya, kebanyakan orang Korea tidak memiliki bau badan! Bikin iri, ya?

2. Kerut Mongolia

Kerutan Mongolia, yang secara ilmiah dikenal sebagai lipatan epikanthik, mengacu pada kulit yang menutupi sudut dalam mata. Kerutan ini umum terjadi pada orang Korea, dan muncul pada 80% populasi.

3. Bintik Mongolia

Bintik Mongolia sedikit berbeda dari tanda lahir pada umumnya. Bintik tersebut merupakan hasil dari perbedaan produksi melanin. Mereka biasanya ditemukan di tangan atau punggung bayi dan berwarna hitam kebiruan menyerupai memar. Bintik-bintik itu seringkali hilang sebelum usia 7 tahun. Meskipun bayi di Cina dan Jepang cenderung memiliki bintik Mongolia, bayi Korea memiliki pelaporan tertinggi (97%).

baca juga

4. Kotoran telinga kering

Kotoran telinga terdiri dari keringat dan keratin di telinga. Orang tanpa bau badan (memiliki kelenjar keringat apokrin yang rendah), memiliki kotoran telinga kering bersisik. Sementara mereka yang memiliki lebih banyak kelenjar keringat apokrin, memiliki kotoran telinga yang lengket dan basah.

Orang Jepang, Cina, dan Korea adalah yang paling mungkin memiliki kotoran telinga kering bersisik, sementara 80% orang kulit hitam dan putih memiliki kotoran telinga basah.

5. Asian flush

Bagi Anda pecinta drama Korea, mungkin tak asing dengan Asian flush, di mana sang aktor atau aktris mukanya tampak kemerahan saat mereka mabuk. Ini disebut 'Asian Flush'.

Nah, selain orang Korea, orang Jepang dan Cina juga dilaporkan mengalami 'Asian Flush' saat mabuk. Tanda-tanda 'Asian Flush' selain wajah memerah adalah detak jantung cepat, sakit kepala, dan mual. Kemerahan ini berkembang karena tubuh tidak memetabolisme alkohol secara efisien.

Meskipun mungkin tampak lucu, ini sebenarnya meningkatkan risiko individu terhadap penyakit dan kanker tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya, Ilmuwan Ungkap Misteri di Balik Bau Ketek yang Menyengat

Akhirnya, Ilmuwan Ungkap Misteri di Balik Bau Ketek yang Menyengat

Tekno | Senin, 27 Juli 2020 | 18:57 WIB

5 Makanan Penyebab Bau Badan Selain Bawang

5 Makanan Penyebab Bau Badan Selain Bawang

Banten | Jum'at, 17 Juli 2020 | 15:16 WIB

Bukan Hanya Bawang, Ketahui 5 Makanan Penyebab Bau Badan Lainnya

Bukan Hanya Bawang, Ketahui 5 Makanan Penyebab Bau Badan Lainnya

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2020 | 11:48 WIB

Terkini

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

×