5 Fakta Menarik Museum Sumpah Pemuda, Bisa Jadi Destinasi Libur Panjang

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:56 WIB
5 Fakta Menarik Museum Sumpah Pemuda, Bisa Jadi Destinasi Libur Panjang
Museum Sumpah Pemuda. (http://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/)

Suara.com - Kongres Pemuda II diselenggarakan hari ini 92 tahun lalu, tepatnya pada 28 Oktober 1928. Kongres yang dihadiri oleh para pemuda dari beragam latar belakang suku, ras, agama, dan bahasa ini menyerukan tiga putusan yang saat ini disebut sebagai Sumpah Pemuda. Kegiatan itu diselenggarakan di Gedung Indonesisch Huis Kramat yang sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda, yang brlokasi di Jalan Kramat Raya No.106, Jakarta Pusat.

Nah, dalam rangka Hari Sumpah Pemuda yang bertepatan dengan libur panjang di minggu ini, kamu bisa ikut merayakannya sambil mengunjungi museum ini, lho. Melihat berbagai koleksi bersejarah sambil turut merasakan kembali perjuangan pemuda Indonesia demi kemerdekaan. Tapi sebelum itu, simak dulu yuk fakta menarik mengenai Museum Sumpah Pemuda berikut.

1. Awalnya merupakan kos-kosan
Museum ini pada awalnya adalah rumah tinggal milik Sie Kong Liang. Gedung ini didirikan pada permulaan abad ke-20. Sejak 1908, museum yang juga dikenal dengan nama Gedung Kramat 106 ini disewa pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) dan RHS (Rechts Hooge School) sebagai tempat tinggal dan belajar alias kos-kosan. Saat itu dikenal dengan nama Commensalen Huis. Awalnya rumah tersebut hanya menampung para pelajar yang berasal dari Jawa saja. Namun, pada akhirnya Sie Kong Liang menerima seluruh siswa dari berbagai latar belakang, suku, ras, dan tempat asal.

2. Jadi Gedung Sekretariat PPPI
Pada September 1926, lahir Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) di gedung tersebut. Organisasi ini tak lagi didasari identitas kesukuan ataupun agama, seperti organisasi yang bermunculan sebelumnya. Mereka secara bersama-sama melakukan diskusi terkait kemerdekaan Indonesia di sana.

PPPI menjadikan Kramat Raya 106 sebagai sekretariatnya. Tak hanya itu, majalah terbitan PPPI, Indonesia Raja, juga berlokasi di rumah tinggal bersama tersebut.

3. Ditetapkan sebagai benda cagar budaya
Pada tanggal 15 Oktober 1968, Prof. Mr. Soenario berkirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, untuk meminta perhatian dan pembinaan terhadap Gedung Kramat 106 agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya terpelihara. Maka berdasarkan SK Gubernur pada 10 Januari 1972, menetapkan Gedung Kramat 106 sebagai benda cagar budaya.

Sebagai tindak lanjut SK Gubernur tersebut, Gedung Kramat 106 dipugar Pemda DKI Jakarta pada 3 April 1973. Pemugaran selesai 20 Mei 1973. Gedung Kramat 106 kemudian dijadikan museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda.

4. Sebelum jadi museum, gedung ini mengalami beberapa kali alih fungsi
Sejak tahun 1934-1970 Gedung Kramat 106 mengalami beberapa kali alih fungsi, antara lain sebagai rumah tinggal, toko bunga, hotel, dan perkantoran. Gedung yang sangat penting artinya bagi bangsa Indonesia ini kemudian dijadikan museum oleh Pemerintah DKI Jakarta dengan nama Gedung Sumpah Pemuda pada tahun 1973, kemudian diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1974.

5. Biola W.R Supratman menjadi salah satu koleksinya

baca juga
Biola asli WR Supratman di Museum Sumpah Pemuda. (https://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/)
Biola asli WR Supratman di Museum Sumpah Pemuda. (https://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/)

Saat kamu mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, jangan lupa melihat ruangan khusus yang didedikasikan untuk Wage Rudolf Supratman (WR Supratman), karena beliau dianggap berjasa dalam membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam ruangan itu, kamu bisa melihat foto-foto beliau semasa hidup, diorama, hingga biola pribadinya.

Biola pribadi yang disimpan di Museum Sumpah Pemuda itu adalah biola yang digunakan untuk mengiringi "Indonesia Raya" saat dikumandangkan pertama kali dalam Kongres Pemuda Kedua di Gedung Kramat 106, Jakarta pada 28 Oktober 1928.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Sumpah Pemuda, Menteri Nadiem: Hasil Tidak Pernah Mengkhianati Proses

Hari Sumpah Pemuda, Menteri Nadiem: Hasil Tidak Pernah Mengkhianati Proses

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:14 WIB

Wajib Tahu! Inilah Ikrar dan Kata-kata Sumpah Pemuda

Wajib Tahu! Inilah Ikrar dan Kata-kata Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:45 WIB

Sumpah Pemuda, Kisah Erick Bungawan Sulap Desa Krandegan Jadi Desa Digital

Sumpah Pemuda, Kisah Erick Bungawan Sulap Desa Krandegan Jadi Desa Digital

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2020 | 07:50 WIB

Terkini

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Terbongkar dari Keluhan Flek, Ayah di Jakbar Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

Terbongkar dari Keluhan Flek, Ayah di Jakbar Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan

Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:06 WIB

×