5 Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi, Mana yang Tersulit?

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Sabtu, 07 November 2020 | 07:00 WIB
5 Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi, Mana yang Tersulit?
ilustrasi belajar online/pembelajaran jarak jauh. (pixabay)

Suara.com - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi metode yang diterapkan di hampir seluruh sekolah di Indonesia selama pandemi Covid-19. Hal tersebut haruslah dilakukan, demi melindungi siswa dari risiko penularan dan penyebaran virus corona.

Terkait hal ini, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan jika dalam prosesnya, berbagai tantangan pun dihadapi, baik oleh para siswa, guru, orangtua murid, sekolah, hingga dinas pendidikan di wilayah masing-masing.

Hal tersebut terlihat melalui data dan fakta di lapangan yang dikumpulkan KPAI, saat melakukan serangkaian pengawasan di 42 wilayah Indonesia. Dalam sesi webinar bertajuk 'Sukses Belajar di Masa Pandemi, Bagaimana Caranya?' yang diselenggrakan oleh Suara.com, Jumat (6/11/2020), Retno pun menjabarkan berbagai penemuan KPAI temukan, yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pihak, untuk mencapai kesuksesan siswa dalam melakukam PJJ selama pandemi.

1. Kondisi psikologis
Pada PJJ fase pertama, kata Retno, KPAI tak melihat adanya perubahan yang signifikan, karena para siswa sudah sempat melakukan pembelajatan tatap muka selama kurang lebih 9 bulan. Saat pandemi dimulai, mereka mulai melakukan PJJ selama kurang lebih 2-3 bulan.

Namun, tantangan muncul saat PJJ fase kedua dimulai. Di mana anak-anak memulai tahun ajaran baru yang semuanya berubah. Mulai dari kelas, teman-teman, guru, mata pelajaran, bahkan sekolah baru bagi siswa yang baru lulus dari tingkat sebelumnya.

Belum lagi dengan adanya berbagai tuntutan yang terus-menerus diberikan, mulai dari tugas, hingga sulitnya meminta bantuan pada orang lain, karena mereka belum pernah berinteraksi satu sama lain sebelumnya. Hal ini lantas membuat siswa merasa tertekan.

"Nah yang paling tertekan dari data kami anak kelas 3 SMP maupun SMA, juga anak-anak kelas 6. Karena mereka ada tekanan dari kluarganya, yang kedua mereka ternyata ada pada posisi dituntut atau diancam untuk ujian. Itu yang membuat anak-anak ini kemudian menjadi stres," jelasnya.

2. Peran orang tua dan siswa
Di masa pandemi ini, kata Retno, tak sedikit orangtua yang masih memberikan target-target khusus terhadap anak tanpa memahami kesulitan anak itu sendiri.

"Oleh karena itu, di masa pandemi ini seharusnya orangtua tidak memiliki target-target khusus terhadap anaknya, seperti target seorang dewasa. Kepentingan orangtua untuk anaknya jadi yang the best, untuk anaknya ranking, harusnya lupakan," ungkap dia lagi.

baca juga

Sebaliknya, di masa pandemi seperti sekarang ini, yang paling penting adalah cara untuk membahagiakan anak. Ketika anak bahagia, lanjut Retno, maka imunnya akan kuat, dan ketika imunnya kuat, dia bisa belajar apapun.

3. Kesenjangan fasilitas penunjang
Meski saat ini sudah merupakan era digital, namun menurut data KPAI, 50 persen anak-anak yang berada di luar Jawa tidak terlayani PJJ secara daring. Jadi, mereka tidak bisa mengakses pelajaran melalui daring karena berbagai alasan.

"Banyak sekali anak-anak yang nggak punya gadget, nggak punya alatnya. Nomornya saja nggak ada, kuota gratisnya mau diisi ke mana. Jadi ini akhirnya bantuan itu tidak sampai. Selain itu, di beberapa wilayah juga susah sinyal," kata dia menjelaskan.

Sehingga, tambah Retno, bisa dilihat masih adanya disparitas digital, di kalangan anak-anak dari keluarga miskin dan kaya.

"Ini adalah fakta bahwa disparitas ini ada dari sebelum pandemi dan diperparah pada saat pandemi," ungkapnya.

4. Sosialisasi mengenai PJJ yang belum maksimal
Berbagai upaya yang dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) patut diapresiasi. Namun menurut Retno, setelah KPAI mendatangi 42 wilayah di Indonesia, sosialisasi mengenai PJJ ternyata belum maksimal dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LIVE STREAMING: Sukses Belajar di Masa Pandemi, Bagaimana Caranya?

LIVE STREAMING: Sukses Belajar di Masa Pandemi, Bagaimana Caranya?

Video | Jum'at, 06 November 2020 | 13:59 WIB

Survei 200 Mahasiswa, Kemendikbud: 70 Persen Bilang PJJ Sudah Berjalan Baik

Survei 200 Mahasiswa, Kemendikbud: 70 Persen Bilang PJJ Sudah Berjalan Baik

News | Jum'at, 06 November 2020 | 09:44 WIB

Menjaga Kesehatan Mental Pelajar Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Menjaga Kesehatan Mental Pelajar Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Your Say | Kamis, 05 November 2020 | 14:22 WIB

Terkini

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Pemprov DKI Kaji TransJakarta Laut, DPRD: Jangan Cuma Jadi Etalase

Pemprov DKI Kaji TransJakarta Laut, DPRD: Jangan Cuma Jadi Etalase

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:29 WIB

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang

Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:46 WIB

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×