Cegah Perkawinan Anak: Harus Wajib Belajar 12 Tahun

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 15 Februari 2021 | 13:23 WIB
Cegah Perkawinan Anak: Harus Wajib Belajar 12 Tahun
Ilustrasi perkawinan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Selain kampanye dan sosialisasi, memastikan anak tidak putus sekolah juga jadi faktor terpenting mencegah perkawinan anak

Deputi Bidang koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK RI Dr. Femmy Eka Kartika Putri, M.Psi mengungkap data di 2018 yang mengungkap jika ada 4,4 juta anak Indonesia putus sekolah.

"Peningkatan kualitas pelajaran ini sangat penting, juga afirmasi dan percepatan wajib belajar 12 tahun ini sangat penting," ujar Dr. Femmy dalam diskusi virtual bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Senin (15/2/2021).

Dua langkah sangat penting untuk dilakukan di masa pandemi Covid-19, sehingga bisa mencegah perkawinan anak. Mengingat anak cepat jenuh karena belajar virtual, hanya berhadapan dengan gadget dan tidak bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Perkawinan anak tidak dibenarkan karena memiliki banyak dampak negatif. (Shutterstock)
Perkawinan anak tidak dibenarkan karena memiliki banyak dampak negatif. (Shutterstock)

"Lagi zoom begini membuat mereka bosan, kualitas ini penting betul, kita jaga supaya mereka tidak putus sekolah," terang Dr. Femmy.

Saat anak bosan lalu ia berjalan-jalan ke luar, alhasil banyak orangtua yang khawatir anak terlibat pergaulan bebas. Mengingat dari persentase pengajuan surat dispensasi menikah di Mahkamah Agung sebagian karena orangtua yang mengaku khawatir.

"Nanti akan menyebabkan orangtua daripada hamil duluan mendingan dikawinkan," terang Dr. Femmy.

Meski begitu, Femmy tidak menampik jika ada 30 persen alasan anak dinikahkan karena hamil di luar nikah. Namun sisanya 70 persen karena orangtua khawatir anak berbuat sesuatu yang tidak diinginkan karena pergaulan bebas.

"70 persen orangtua yang khawatir ada kejadian yang tidak diinginkan. Nah supaya orangtua juga bisa lepas dari tanggung jawab akhirnya dikawinkan," ungkapnya.

baca juga

"Oleh karena itu teman-teman (petugas) di daerah, harus jaga agar-agar anak-anak jangan sampai putus sekolah minimal jenjang pendidikan sampai sekolah menengah (SMA)," pungkas Femmy. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, 2,5 Juta Anak Berisiko Jadi Pengantin Cilik karena Pandemi Covid-19

Duh, 2,5 Juta Anak Berisiko Jadi Pengantin Cilik karena Pandemi Covid-19

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 12:30 WIB

Sisi Lain Dampak Pandemi Covid-19: Tingginya Angka Pernikahan Anak

Sisi Lain Dampak Pandemi Covid-19: Tingginya Angka Pernikahan Anak

Health | Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB

Heboh Wacana SMA Tak Wajib Belajar Sejarah, Ini Kata Kemendikbud

Heboh Wacana SMA Tak Wajib Belajar Sejarah, Ini Kata Kemendikbud

News | Jum'at, 18 September 2020 | 20:18 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×