Berdayakan Masyarakat Lokal, Talasi Berupaya Ciptakan Produk Premium dari Alam

Vania Rossa

Jum'at, 11 Juni 2021 | 21:42 WIB
Berdayakan Masyarakat Lokal, Talasi Berupaya Ciptakan Produk Premium dari Alam
Alisjahbana Haliman, Founder of Talasi

Suara.com - Bertujuan membantu mendistribusikan produk pertanian berkualitas sekaligus pemberdayaan masyarakat, Talasi meluncurkan website Talasi.com hari ini di Bali, Jumat (11/6/2021).

Alisjahbana Haliman, Founder of Talasi, mengatakan bahwa Talasi berawal dari sebuah pemikiran untuk menghadirkan produk premium berkualitas dari alam yang sekaligus memberikan dampak terhadap pemberdayaan masyarakat setempat. Tidak sekadar membeli bahan pertanian dan bahan baku lain dari petani kecil, Talasi memiliki tujuan besar untuk dapat menyediakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dan menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik untuk tinggal.

Memiliki filosofi Discover The Origin, Talasi menerapkan 5 nilai penting dalam menjalankan bisnisnya, yaitu Explore, Empower, Enrich, Embrace Innovation, dan Experience. Melalui kelima nilai ini Talasi berupaya mengeksplorasi daerah dengan potensi pertanian yang baik dengan memberdayakan masyarakat melalui inovasi pertanian berkelanjutan dan mengajak banyak orang untuk merasakan proses Talasi dalam menghadirkan produk premium.

“Discover The Origin merupakan filosofi Talasi dalam mengeksplorasi berbagai hal dari sumbernya. The Origin tidak hanya memiliki pengertian sumber atau asal, tetapi juga awal dari sebuah kehidupan. Talasi adalah tentang eksplorasi dan menemukan potensi. Tidak hanya mengeksplorasi alam untuk menciptakan produk premium, kami juga menggali potensi masyarakat untuk semakin maju. Alam dan manusia merupakan dua unsur penting untuk menciptakan ekosistem yang kuat dan berkualitas. Oleh karena itu, Talasi konsisten melakukan program pemberdayaan masyarakat mengenai rantai produksi, sistem kerja, hingga pelatihan pertanian yang dapat membantu mereka berkembang dan berkontribusi dalam upaya kami mengurangi jejak karbon dalam setiap produk,” kata Alisjahbana dalam peluncuran website Talasi.com.

Website resmi Talasi.com sendiri diharapkan dapat menjadi wadah bagi banyak orang untuk mengenal Talasi lebih dalam. Di dalam website ini terdapat tiga konten utama yang dapat diperoleh konsumen yaitu Products from The Origin, Activities at The Origin, dan Experience by The Origin.

Melalui ‘Products from the Origin’, konsumen dapat secara langsung membeli produk alam Talasi. Menghadirkan produk berkualitas dari alam, Talasi memiliki dua merek produk yaitu Watu dan To-yé. Watu terdiri dari berbagai produk pangan seperti teh, kopi, madu, kacang- kacangan, hingga konsentrat dan ekstrak tumbuhan seperti vanila, jahe, dan kunyit. Sementara To-yé terdiri dari produk hand sanitizer, natural mist untuk ruangan, hingga minyak alami seperti minyak kayu putih, minyak telon untuk bayi, hingga Medicated Oil untuk pijat.

Dalam kesempatan yang sama, I Wayan Winarsa, petani kopi sekaligus mitra Talasi, mengapresiasi upaya Talasi dalam memberdayakan petani lokal di daerahnya dengan penerapan pertanian berkelanjutan.

"Kehadiran Talasi memberikan perubahan positif dalam kehidupan kami. Tidak hanya memberikan banyak pengetahuan baru di bidang pertanian, kami juga memiliki pemahaman baru tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi banyak petani lain untuk mulai menerapkan pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan hidup," katanya.

Konsumen dapat pula bergabung bersama Keluarga Talasi dengan ikut serta melalui ‘Activities at the Origin’. Melalui program ini, konsumen diajak langsung oleh masyarakat lokal untuk menikmati alam sekaligus diingatkan pentingnya melestarikan lingkungan untuk generasi masa depan. Selain itu, melalui ‘Experience by The Origin’, Talasi juga mengajak konsumen mengetahui seluk beluk produk premium dari alam Talasi dengan melihat langsung proses pembuatan produk oleh masyarakat lokal.

baca juga

Saat ini Talasi memiliki dua lokasi pemberdayaan yaitu Talasi Batukaru, Bali, dan Talasi Weetabula, Sumba. Di Talasi Bali, konsumen dapat mencoba 3 jenis aktivitas yaitu; Talasi Product Journey yang menawarkan pengunjung untuk tahu lebih banyak cerita di balik layar pembuatan produk Talasi. Dalam perjalanan ini pengunjung juga dapat berbincang dengan petani dan berbagi pengalaman bersama mereka.

Aktivitas selanjutnya yang dapat dipilih adalah Rainforest Walking Experience. Pengunjung dapat mengeksplorasi hutan hujan Batukaru sebagai salah satu hutan paling indah di Bali. Di hutan ini kita dapat menjumpai berbagai macam tumbuhan obat, pohon buah-buahan, hingga keindahan warna burung liar. Pengunjung juga dapat merasakan kesejukan mata air alami yang terdapat di dalam hutan Barukaru. Aktivitas terakhir yang dapat dinikmati adalah Biking Experience. Pengunjung akan diajak bersepeda mengelilingi tempat indah di sekitaran Batukaru yang memiliki lanskap pegunungan dan juga laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produktivitas Petani Indramayu Meningkat Berkat Irigasi Pipa yang Dibangun Kementan

Produktivitas Petani Indramayu Meningkat Berkat Irigasi Pipa yang Dibangun Kementan

Bisnis | Jum'at, 11 Juni 2021 | 18:53 WIB

Millenial Smartfarming di Bali Cetak Petani Berkapasitas Ekspor

Millenial Smartfarming di Bali Cetak Petani Berkapasitas Ekspor

Bisnis | Jum'at, 11 Juni 2021 | 18:23 WIB

Pemasok Telur Hingga Perusahaan Ritel Terkemuka Dilaporkan ke Kementan

Pemasok Telur Hingga Perusahaan Ritel Terkemuka Dilaporkan ke Kementan

Bisnis | Jum'at, 11 Juni 2021 | 08:27 WIB

Terkini

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

×