Kisah Pengusaha Tenun di Kediri, Sempat Jual Tanah Karena Dihantam Pandemi Covid-19

Risna Halidi

Kamis, 12 Agustus 2021 | 05:27 WIB
Kisah Pengusaha Tenun di Kediri, Sempat Jual Tanah Karena Dihantam Pandemi Covid-19
Ilustrasi tenun (Envato)

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun telah berimbas pada banyak sekali sektor ekonomi, termasuk industri tenun ikat Tanah Air.

Di Kediri, Jawa Timur, seorang pengusaha tenun ikat bernama Siti Rukayah bercerita bagaimana ia dan suaminya sempat terseok-seok di awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

Dikutip Suara.com dari Antara, Siti mengatakan bagaimana ia sempat bertahan di minggu-minggu pertama pandemi, hingga akhirnya pasar dan permintaan semakin lesu.

Saking lesunya, ia sampai terpaksa menjual satu petak tanah seharga Rp85 juta untuk menutup biaya operasional.

"Pesanan banyak tinggal diambil. Dua pekan masih bertahan, tiga pekan sudah tidak bisa. Saya telepon yang pesan, ternyata dipending," kata Siti.

Bagi Siti, membuat usahanya terus beroperasi adalah tantangan tersendiri. Ia dan suami harus memutar otak, mencari solusi agar usahanya tetap jalan.

Tenun ikat hasil buatan para pekerjanya masih menumpuk hingga ratusan lembar. Belum lagi tumpukan kain yang belum diambil karena anggaran masih tersendat.

Berawal dari penjahit yang meminta pekerjaan padanya, Siti akhirnya dapat solusi membuat masker dari bahan tenun ikat. Masker tersebut kemudian menjadi masker alternatif di tengah harga masker medis yang melambung tinggi di awal pandemi.

Kain tenun ikat akhirnya dipotong jadi ukuran kecil-kecil, dibentuk menjadi masker lapis dengan beragam model yang menarik.

baca juga

Berawal dari masker yang ditawarkan ke pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Kediri, akhirnya masker diajukan ke wali kota untuk dikaji. Hingga kemudian dapat persetujuan dan dianggap aman untuk digunakan.

Bak gayung bersambut, dari awalnya sempat merasa resah karena pesanan sepi, ia dan suami bisa berkarya lagi dan mempertahankan para pekerja.

"Pekerja memohon agar jangan PHK, karena suaminya sudah di-PHK. Saya tidak tega. Tapi, dengan masker ada rejeki tidak terduga. Saya nangis awalnya, karena mau jual ke mana, akhirnya Dinsos pesan masker besar-besaran dibagi ke semua penjahit," kata mantan TKW ini.

Ia ingat betul orderan masker kain saat awal pandemi, 200 potong kain yang telah dibuat laku terjual. Bahkan, banyak warga yang meminta untuk menjualkan masker kain tenun ikat hingga laku keras.

Saat Ramadan pertama di tengah pandemi Covid-19 dan ekonomi masih sulit, Siti tetap bisa memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada para pekerjanya.

Kini, Siti dan suami masih terus berkarya dan optimistis bahwa usaha yang mereka geluti tetap berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alhamdulillah, Ilmuwan Optimis Covid-19 Dapat Dibasmi

Alhamdulillah, Ilmuwan Optimis Covid-19 Dapat Dibasmi

Tekno | Rabu, 11 Agustus 2021 | 18:46 WIB

Pembagian Sembako Jokowi Timbulkan Kerumunan, Resiko Penularan Covid-19 Lebih Besar

Pembagian Sembako Jokowi Timbulkan Kerumunan, Resiko Penularan Covid-19 Lebih Besar

News | Rabu, 11 Agustus 2021 | 16:00 WIB

Butuh Kolaborasi dan Kontribusi Agar Pandemi Covid-19 Bisa Cepat Usai

Butuh Kolaborasi dan Kontribusi Agar Pandemi Covid-19 Bisa Cepat Usai

Health | Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:05 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×