alexametrics

Jangan Dibiarkan Berlarut-Larut, Ini 3 Cara Mengatasi Pertengkaran Keluarga

Vania Rossa
Jangan Dibiarkan Berlarut-Larut, Ini 3 Cara Mengatasi Pertengkaran Keluarga
Ilustrasi pertengkaran keluarga. (freepik.com/freepik)

Pertengkaran keluarga adalah hal yang lumrah.

Suara.com - Pertengkaran keluarga adalah hal yang lumrah. Karena setiap keluarga pasti pernah merasakan hal sulit, misalnya bertengkar dengan anggota keluarga lain, entah itu pasangan, saudara, orangtua, maupun anak-anak.

Tidak ada hubungan yang sempurna, tetapi alangkah baiknya jika antar keluarga saling memahami antara satu dengan yang lainnya. Terkadang orang-orang yang hidup bersama saling mengganggu, terutama saat tumbuh, berubah dan bergerak melalui berbagai fase kehidupan.

Namun, terdapat perbedaan antara ketegangan keluarga biasa dan keluarga dalam krisis. Apalagi jika berada dalam kondisi kritis, belum tentu orang sekitar mau membantu masalah yang dialami. Jika ada kesulitan dalam mengatasi masalah dan ingin mencari solusinya. Berikut cara untuk mengambil tindakan dalam menghadapi masalah, seperti dilansir dari Zodiac Physics:

1. Sering mendengar
Keluarga yang sehat adalah tempat yang aman untuk kebebasan berekspresi. Misalnya, saat berpendapat kemudian ada yang tidak setuju, pasti menimbulkan suatu perkelahian atau konflik. Orang-orang menjadi marah dan menyerang orang yang dicintai. Mungkin keluarga kamu sedang terjebak dalam kemarahan dan hal-hal negatif. Kata-kata yang dikeluarkan saat marah pun tidak akan menyelesaikan masalah. Alangkah baiknya saling mendengarkan satu sama lain agar tidak terjadi pertengkaran ketika menyelesaikan masalah tersebut.

Baca Juga: Cuma Perkara Jarang Mandi, Wanita Ini Terancam Diceraikan Suami

2. Kurang komunikasi
Kurangnya komunikasi seringkali dapat menyebabkan pertengkaran yang besar karena perasaan yang terpendam meluap dengan cara yang tidak sehat. Jika keluarga kamu lebih memilih untuk menghindari membahas isu-isu penting, itu akan membuat konflik yang berkelanjutan.

Cara baiknya adalah dengan mengekspresikan apa yang kamu rasakan, hal tersebut memang rentan tetapi tak ada salahnya berkata jujur. Tindakan memilih komunikasi secara jujur, dapat meminimalisir pertengkaran dan bahkan mendapatkan bantuan serta jalan keluar untuk membimbing masalah.

3. Rahasia
Menyimpan rahasia dapat menyebabkan lingkungan beracun di antara anggota keluarga. Rahasia adalah hal yang sangat sensitif. Dibutuhkan upaya untuk menyembunyikannya dan itu akan memenuhi pikiran yang dapat menyebabkan stress dan cemas.

Setidaknya berpikir terlebih dahulu sebelum menceritakan sebuah rahasia kepada anggota keluarga. Namun, masalah utama belum tentu rahasia itu sendiri, tetapi kurangnya kepercayaan di antara keluarga lainnya. (Elisa Naomi)

Baca Juga: 5 Tanda Rasa Cinta Pasangan Sudah Berkurang, Perhatikan Baik-baik!

Komentar