alexametrics

Hati-Hati! Ini 4 Ciri Orang Suka Gosip

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Hati-Hati! Ini 4 Ciri Orang Suka Gosip
Ilustrasi bergosip. (pexels.com/Keira Burton)

Tapi, dalam interaski sehari-hari, banyak orang juga tidak bisa menghindar dari seorang yang suka gosip. Untuk itu perlu mengenali ciri orang yang suka gosip.

Suara.com - Seringkali gosip menjadi bumbu-bumbu dalam setiap hubungan dan pembicaraan. Sayangnya, tidak jarang gosip yang isinya sentimen negatif yang terkadang merendahkan seseorang.

Tapi, dalam interaski sehari-hari, banyak orang juga tidak bisa menghindar dari seorang yang suka gosip. Untuk itu perlu mengenali ciri orang suka gosip

Berikut empat ciri-ciri orang yang suka gosip yang diungkap oleh Sabrina Ara, lewat bukunya berjudul Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang (2021).

Datang dengan pribadi manis

Baca Juga: Ultah, Prilly Latuconsina Syok Fotonya Mejeng di Billboard

Ilustrasi gosip (pexels/Keira Burton).
Ilustrasi gosip (pexels/Keira Burton).

Orang yang suka bergosip terjadi ketika mereka datang dengan manis dihadapan teman-temannya, dengan bermodal gosip baru yang dibawakannya, Sabrina mengatakan bahwa pelaku gosip ini mencoba memanfaatkan energi ini untuk melakukan pendekatan lingkaran pergaulannya.

“Pertama, bisa jadi mereka orang yang kurang bahagia sehingga sibuk dengan dunia orang lain. Kedua, ada kemungkinan kemampuan sosialisasinya buruk,” ungkap Sabrina.

Datang dengan pribadi yang ramah

Orang yang ramah alias humble tidak menutup kemungkinan akan melakukan gosip dibelakang tanpa sepengetahuan korban. Meski pembawaan mereka cenderung baik, tapi mereka bisa membaca psikologis lawan bicaranya.

“Seperti bunglon, mereka bisa berubah warna sesuai kebutuhan. Bisa saja di depan kita memakai topeng berwarna cokelat, tetapi di tempat lain menggunakan warna biru,” ungkap Sabrina Ara.

Baca Juga: Harris Vriza Diam-Diam Sudah Laporkan Haters ke Polisi

“Dengan begitu, mereka akan mudah diterima di banyak tempat. Karena mereka sering dianggap sebagai orang baik dengan pergaulan yang luas. Padahal, mereka diterima lantaran memberi, bukan alasan pribadinya yang baik,” lanjut Sabrina.

Komentar