Memahami Tradisi Uang Panai, Ini Fakta Menarik di Baliknya

Rima Sekarani Imamun Nissa

Senin, 20 Juni 2022 | 09:41 WIB
Memahami Tradisi Uang Panai, Ini Fakta Menarik di Baliknya
Ilustrasi pernikahan (pexels.com/vjapratama)

Suara.com - Bagi masyarakat sekitar Bugis Makassar, tentu tidak asing lagi dengan tradisi uang panai. Tradisi ini berupa pemberian "uang belanja" dari seorang pria yang melamar wanita asal Bugis Makassar.

Sekilas, mungkin beberapa orang berpikir bahwa uang panai ini sama dengan uang mahar. Namun satu hal yang perlu diketahui, jumlah uang panai ini tidaklah sedikit. Oleh karenanya, tidak jarang syarat uang panai terasa memberatkan pihak pria. Walau begitu, tentu saja mahalnya uang panai ini bukan tanpa alasan.

Uang Panai Disesuaikan oleh Status Pendidikan dan Keturunan

Salah satu hal yang mungkin sudah banyak diketahui tentang tradisi uang panai adalah besarannya yang ditentukan oleh tingkat pendidikan dan keturunan. Jika ingin meminang gadis lulusan SMA, uang panai yang harus disiapkan berkisar Rp50 juta.

Sementara itu, untuk wanita pemegang ijazah S1, uang panai yang harus diberikan bisa mencapai Rp150 juta. Jumlah ini akan terus bertambah, belum termasuk dengan uang panai dari keturunan.

Bagi wanita yang memiliki keturunan bangsawan atau darah biru, uang panai yang harus dibayarkan bahkan bisa mencapai miliaran rupiah.

Alasan Uang Panai Mahal

Zaman dulu, dipercaya bahwa adanya uang panai ini digunakan orang tua pihak wanita untuk melihat keseriusan pria yang akan melamar anaknya. Jadi, cukup sulit mendapat gadis Bugis Makassar, namun susah juga melepaskannya. Pasalnya pihak pria akan berpikir seribu kali untuk melepaskan wanita yang sudah membuatnya banyak berkorban.

Selain itu, mahalnya uang panai juga merupakan bentuk penghargaan pria kepada gadis yang akan dinikahi. Dari sini dapat dilihat bahwa suku Bugis sangat menghargai keberadaan perempuan sebagai makhluk yang berharga.

baca juga

Kawin Lari

Salah satu akibat dari besarnya uang panai, selain membuat beberapa hubungan percintaan kandas di tengah jalan, adalah adanya silariang atau kawin lari.

Bagi orang Bugis, pengambilan keputusan untuk kawin lari ini dianggap sangat memalukan dan dianggap sebagai aib. Oleh karena itu, di dalam adat Bugis Makassar, mereka yang melakukan silariang juga dianggap mati.

Namun, mati di sini bukan berarti mati sesungguhnya, melainkan dianggap sudah tidak ada. Beberapa dari mereka yang melakukan silariang bahkan tidak lagi diterima di rumahnya.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tradisi Mesuryak Peringati Hari Raya Kuningan di Bali

Tradisi Mesuryak Peringati Hari Raya Kuningan di Bali

Foto | Sabtu, 18 Juni 2022 | 16:00 WIB

Galanggang Silek Tradisi, Jalan Mengembalikan Identitas Budaya Minangkabau

Galanggang Silek Tradisi, Jalan Mengembalikan Identitas Budaya Minangkabau

Sumbar | Senin, 13 Juni 2022 | 16:03 WIB

Bikin Happy Terus! Ini 3 Keuntungan Menikah dengan Sahabat

Bikin Happy Terus! Ini 3 Keuntungan Menikah dengan Sahabat

Your Say | Senin, 13 Juni 2022 | 09:48 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Nike Air Jordan Ori dan KW untuk Dapatkan Sepatu Asli

7 Cara Membedakan Nike Air Jordan Ori dan KW untuk Dapatkan Sepatu Asli

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:27 WIB

DKI Siapkan LPDP untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kuliah ke Luar Negeri Mulai 2027

DKI Siapkan LPDP untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kuliah ke Luar Negeri Mulai 2027

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Review Film Colony: Teror Zombi Cerdas dengan Naluri Koloni Semut

Review Film Colony: Teror Zombi Cerdas dengan Naluri Koloni Semut

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:20 WIB

YLKI Ingatkan Aplikasi Ojol Tak Pindahkan Beban Biaya Platform ke Konsumen

YLKI Ingatkan Aplikasi Ojol Tak Pindahkan Beban Biaya Platform ke Konsumen

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Honda Siapkan Sederet Mobil Hybrid Baru Lawan Toyota: Ada CR-V

Honda Siapkan Sederet Mobil Hybrid Baru Lawan Toyota: Ada CR-V

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Sharp Dorong Teknologi Berkelanjutan, Ajak Anak Muda Lebih Bijak Gunakan Produk Elektronik

Sharp Dorong Teknologi Berkelanjutan, Ajak Anak Muda Lebih Bijak Gunakan Produk Elektronik

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Terbukti Pungli dan Tipu Jemaah Badal Haji, Izin KBIHU Al-Fatah Dicabut!

Terbukti Pungli dan Tipu Jemaah Badal Haji, Izin KBIHU Al-Fatah Dicabut!

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Pembukaan Bulan Bakti Karang Taruna, Wamensos Ajak Sukseskan Perlinsos

Pembukaan Bulan Bakti Karang Taruna, Wamensos Ajak Sukseskan Perlinsos

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Canggih Bisa Ngecas Sambil Jalan! Honda Kenalkan Teknologi Wireless Charging pada Mobil Listrik

Canggih Bisa Ngecas Sambil Jalan! Honda Kenalkan Teknologi Wireless Charging pada Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Tepis Isu Liar, BGN Pastikan TKP Mayat Diborgol di Kendal Bukan Gedung SPPG

Tepis Isu Liar, BGN Pastikan TKP Mayat Diborgol di Kendal Bukan Gedung SPPG

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:56 WIB

×