Rasa Penasaran Terjawab! Ternyata Begini Proses Pengecatan Kereta Api

Rima Sekarani Imamun Nissa, Hiromi Kyuna

Jum'at, 04 November 2022 | 20:15 WIB
Rasa Penasaran Terjawab! Ternyata Begini Proses Pengecatan Kereta Api
Ilustrasi kereta api. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu cara untuk mempercantik kendaraan adalah melakukan pengecatan ulang. Pengecatan pada mobil dan motor mungkin sudah biasa, namun pernahkah Anda melihat proses pengecatan pada kereta?

Akun TikTok kai121_ berbagi video singkat tentang proses pengecatan kereta. Ternyata, proses pengerjaannya cukup panjang dan detail.

Proses pengecatan ini dilakukan di Balai Yasa Stasiun Surabaya Gubeng. Pengecatan kereta ini disebut sangat penting untuk mempetahankan umur sarana kereta agar terhindar dari karat dan kerusakan lainnya.

Proses pengecatan kereta dilakukan tiap dua tahun saat kereta menjalani perawatan di Balai Yasa. Bagian kereta yang dicat meliputi eksterior atau dinding luar, interior kabin penumpang dan toilet.

Kereta akan dicat dengan bahan utama dempul dan tentunya cat. Pertama, kereta akan diperiksa untuk menentukan area mana yang catnya rusak.

Selanjutnya akan dilakukan pengelupasan cat lama di dinding eksterior. Dinding yang catnya terkelupas kemudian dirapaikan kembali dengan dempul agar lapisan rata.

Pengecatan dasar akan dilakukan lalu dilanjut dengan pengecatan sesuai jenis kereta. Pada tahap akhir, pemberian top clear akan dilakukan agar cat lebih awet dan tahan terhadap perubahan cuaca.

Pemasangan stiker stripping juga dilakukan agar tampilan kereta tampak semakin prima. Kereta dengan baja ringan akan dicat ulang setiap perawatan di Balai Yasa.

Sedangkan kereta dengan jenis stainless steel tak dicat melainkan dilakukan pemolesan pada kereta. Proses pengecatan ini memakan waktu 15 hari dan dilakukan oleh unit produksi Balai Yasa Surabaya.

baca juga

Unggahan ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.

"Seumur-umur saya penasaran sama isi di dalam BYSGU. Waktu kecil lewat jalanan sana cuma bisa lihat atap gerbong kereta aja," komentar seorang warganet.

Warganet lain ikut berkomentar. "Astaga kangen masa masa kuliah di Unair dulu, setiap berangkat kuliah pasti lewat Balai Yasa," ujar warganet ini.

Sementara itu, hingga Jumat (4/11/2022), unggahan ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 500 ribu kali di TikTok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhub Ceritakan Awal Mula Tercetusnya Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Menhub Ceritakan Awal Mula Tercetusnya Rencana Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 17:34 WIB

Dengan Kereta Cepat, Jakarta - Surabaya Dapat Ditempuh 4 Jam

Dengan Kereta Cepat, Jakarta - Surabaya Dapat Ditempuh 4 Jam

Sulsel | Jum'at, 04 November 2022 | 15:57 WIB

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya jadi Rencana Jangka Panjang dan Bertahap

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya jadi Rencana Jangka Panjang dan Bertahap

Surabaya | Jum'at, 04 November 2022 | 12:54 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×