Pakar Marketing: Belanja karena FOMO Tanda Otak Sudah Ngehang, Apa Saja Tandanya?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 25 Januari 2023 | 19:21 WIB
Pakar Marketing: Belanja karena FOMO Tanda Otak Sudah Ngehang, Apa Saja Tandanya?
ilustrasi belanja. (pexels.com/@olly)

Suara.com - Pakar Marketing Yuswohady blak-blakan mengungkap fenomena gaya hidup FOMO (fear of missing out) jadi tanda otak manusia sudah ngehang karena tidak kuat memproses dan menampung semua informasi yang masuk.

Fenomena gaya hidup FOMO umumnya membuat seseorang membeli barang atau jasa tanpa berpikir panjang, dan tidak memikirkan kondisi ekonomi, hingga seberapa butuh barang itu..

Biasanya FOMO terjadi momen harbolnas, pameran diskon hingga penawaran produk edisi terbatas, atau diskon di hari tertentu, yang membuat orang tersebut takut kehabisan, ketinggalan zaman atau tren yang sedang booming di masyarakat.

Pakar Marketing Yuswohady. (Suara.com/Dini Afrianti)
Pakar Marketing Yuswohady. (Suara.com/Dini Afrianti)

"FOMO itu apa, kognitif bias, blundernya otak manusia, dan tanda pengambilan keputusan secara keliru, terjadi karena otak tidak kuat menahan informasi yang sudah begitu banyak," ujar Yuswohady dalam acara FOMO Marketing di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2023).

Lelaki yang juga penulis buku marketing itu juga menjelaskan bahwa FOMO mendera semua orang, tidak memandang miskin atau kaya, bodoh atau pintar, terlebih di zaman teknologi dengan akses informasi semakin mudah. Ini karena semua manusia punya memiliki pemikiran yang tidak melulu rasional, alias irrasional.

"Kognitif bias mempengaruhi orang pintar dan orang bodoh, jadi semuanya kena FOMO, karena orang cenderung irasional," terang Yuswohady.

Bahkan menurut lelaki yang sudah menulis lebih dari 50 judul buku itu mengatakan, sekelas marketing, investor hingga pemimpin perusahaan sekalipun kerap terkena 'wabah' FOMO sehingga keputusan yang diambil juga kerap keliru.

Hal ini juga sesuai dengan riset yang menunjukan lebih dari 60 persen pembeli millennials membeli suatu barang atau jasa karena efek FOMO.

Bahkan akibat FOMO ini, tidak jarang pembeli sampai rela berhutang hanya demi mengakses benda atau jasa yang ditawarkan tersebut.

baca juga

"Masalah utang belakangan karena luapan informasi, tidak kuat otak kita, tidak bisa berpikiran rasional, otak udah ngehang dari lama. Kognitif bias otak sudah tidak bisa berpikir rasional, jadi udah males," tutup Yuswohady.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Via Vallen Belanja Online Seabrek, Suami Ngomel: Buang-Buang Uang!

Via Vallen Belanja Online Seabrek, Suami Ngomel: Buang-Buang Uang!

Entertainment | Rabu, 25 Januari 2023 | 18:50 WIB

Anak Check Out Shopee Sampai Rp 2 Juta, Orang Tua Panik Cari Cara Batalkan Pesanan

Anak Check Out Shopee Sampai Rp 2 Juta, Orang Tua Panik Cari Cara Batalkan Pesanan

Mamagini | Rabu, 25 Januari 2023 | 08:55 WIB

Bocah Nangis Kejer Belanja Online Sampai Rp2 Juta, Ibunya Lemas

Bocah Nangis Kejer Belanja Online Sampai Rp2 Juta, Ibunya Lemas

Mamagini | Selasa, 24 Januari 2023 | 14:13 WIB

Terkini

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:09 WIB

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 22:08 WIB

×