Sejarah Pasar Tanah Abang yang Dikira Masjid Istiqlal oleh Uskup Agung Melbourne

Vania Rossa

Kamis, 05 September 2024 | 13:39 WIB
Sejarah Pasar Tanah Abang yang Dikira Masjid Istiqlal oleh Uskup Agung Melbourne
Ilustrasi Sejarah Pasar Tanah Abang (Shutterstock)

Suara.com - Pasar Tanah Abang, yang terletak di jantung Kota Jakarta, bukan hanya sekadar pusat perbelanjaan tekstil terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang kaya akan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya Indonesia. Baru-baru ini, banyak orang penasaran mengenai sejarah pasar Tanah Abang  usai Uskup Agung Melbourne, Peter Andrew Comensol, salah mengiranya sebagai Masjid Istiqlal.

Dalam perjalanannya di Indonesia menemani Paus Fransiskus, Sang Uskup Agung mengunggah beberapa potret Kota Jakarta dari ketinggian. Adapun salah satu bangunan yang tampak pada foto tersebut yaitu Pasar Tanah Abang. Menariknya, Peter mengira bangunan yang ia foto dari ketinggian tersebut adalah Masjid Istiqlal.

"Saya pikir itu adalah Masjid Istiqlal di salah satu foto, di mana pertemuan antaragama dengan Paus Fransiskus akan berlangsung," tulis Peter, dikutip dari akunnya di X. 

Unggahan Peter itu pun langsung dibanjiri oleh komentar kocak warganet. Banyak warganet yang merasa terhibur dengan unggahan Peter.

Seiring ramainya pemberitaan mengenai Uskup Agung Melbourne yang mengira pasar Tanah Abang sebagai Masjid Istiqlal, mari simak sejarah pasar Tanah Abang, yang dilansir dari berbagai sumber.

Sejarah Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang dikenal sebagai pusat perbelanjaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Nama Tanah Abang mulai dikenal pada pertengahan abad 17, sehingga orang-orang pun banyak yang mengira nama tersebut asalnya dari tentara Mataram saat menyerang VOC tahun 1628.

Pasukan Mataram menjadikan Tanah Abang sebagai landasan perang mereka, karena kontur tanahnya yang berbukit-bukit serta adanya genangan rawa-rawa sekitarnya. Kawasan tersebut juga memiliki tanah yang berwarna merah, atau ‘abang’ dalam bahasa Jawa.

Tahun 1740, Peristiwa Chineezenmoord pecah di mana etnis China yang ada di Batavia dibantai oleh VOC. Bahkan VOC juga merusak harta benda, termasuk memporak-porandakan pasar Tanah Abang hingga dibakar.

baca juga

Pada 1881, pasar Tanah Abang pun dibangun kembali. Mulanya pasar Tanah Abang hanya dibuka hari Sabtu, namun kemudian ditambah juga buka di hari Rabu, sehingga pasar Tanah Abang bukanya 2 kali dalam seminggu pada kala itu.

Mulanya bangunan pasar ini berbentuk sangat sederhana. Lalu, di akhir abad 19 pasar ini pun terus mengalami perbaikan. Pada bagian lantainya mulai dikeraskan menggunakan pondasi adukan. Tahun 1913, renovasi pasar Tanah Abang kembali dilakukan.

Tahun 1926, pemerintah Batavia merenovasi Pasar Tanah Abang dengan diganti menggunakan bangunan permanen. Pelataran parkir jadi area parkir kuda-kuda yang dulu digunakan untuk kendaraan seperti delman dan penarik gerobak.

Pasar Tanah Abang pun semakin berkembang usai  Stasiun Tanah Abang dibangun. Lalu bangunan-bangunan lainnya mulai dibangun di sekitaran pasar,  seperti Masjid Al Makmur dan Klenteng Hok Tek Tjen Sien.

Pada tahun 1973, kembali dilakukan renovasi pada Pasar Tanah Abang menjadi bangunan 4 lantai. Pasar ini juga tercatat pernah beberapa kali mengalami kebakaran. Usai terjadi kebakaran tahun 2003, beberapa bangunan hangus dan tidak layak pakai.

Lalu pada 2005, pasar Tanah Abang kembali direnovasi. Beberapa bangunan yang dulunya hangus terbakar pun mulai dibangun kembali. Proses pembangunan baru benar-benar selesai pada akhir tahun 2010-an, hingga berbentuk seperti sekarang ini, yang sempat dikira sebagai bangunan Masjid Istiqlal oleh Uskup Agung Melbourne. Demikian sejarah mengenai pasar Tanah Abang.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Cendekiawan Islam Berpengaruh, Ini Profil Nasaruddin Umar yang Tangannya Dicium Paus Fransiskus

Sosok Cendekiawan Islam Berpengaruh, Ini Profil Nasaruddin Umar yang Tangannya Dicium Paus Fransiskus

Lifestyle | Kamis, 05 September 2024 | 13:16 WIB

Depan Tokoh Lintas Agama, Paus Fransiskus Singgung Harta yang Lebih Berharga Dari Tambang Emas

Depan Tokoh Lintas Agama, Paus Fransiskus Singgung Harta yang Lebih Berharga Dari Tambang Emas

News | Kamis, 05 September 2024 | 13:00 WIB

Cium Tangan Nasaruddin Umar, Ini Potret Paus Fransiskus saat Kunjungi Masjid Istiqlal

Cium Tangan Nasaruddin Umar, Ini Potret Paus Fransiskus saat Kunjungi Masjid Istiqlal

Foto | Kamis, 05 September 2024 | 12:02 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×