Beredar Video Agus Buntung Merayu Korbannya, Polisi Sebut Pelaku Manipulatif: Apa Itu?

Yasinta Rahmawati, Dinda Rachmawati

Minggu, 08 Desember 2024 | 11:11 WIB
Beredar Video Agus Buntung Merayu Korbannya, Polisi Sebut Pelaku Manipulatif: Apa Itu?
I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung saat ditemui di rumahnya, Senin (2/12/2024) [Suara.com/Buniamin]

Suara.com - Kasus pelecehan seksual hingga pemerkosaan yang diduga dilakukan Agus Buntung atau I Wayan Agus Suartama (IWAS) ke sejumlah wanita kini mendapat banyak sorotan.

Baru-baru ini, rekaman suara Agus Buntung yang diduga tengah melancarkan aksinya dalam merayu seorang wanita viral di media sosial.

Rekaman itu disebutkan direkam oleh seorang wanita yang hampir menjadi korbannya. Di sana terdengar Agus seperti akan membantunya yang saat itu tengah memiliki masalah. 

"Kakak cantik, jangan mau merusak diri, saya percaya kakak bisa kan, punya ilmu kan? Saya tidak senang orang lemah, lap air mata itu," pungkasnya dalam video yang dikutip dari rekaman yang diterima TV ONE, dan dibagikan kembali oleh akun TikTok @bangku.sekolah7 pada Minggu (8/12/2024).

Dalam rekaman berdurasi 3 menit tersebut juga terdengar Agus berusaha meyakinkan sang wanita untuk mempercayai dirinya yang ingin membantu dan menguatkannya.

"Pernah gak nekat gara-gara hal sepele, kakak mau nekat lagi, bisa gak aku minta jangan nekat?," tanbah dia.

"Setengah percaya, sedikit percaya, itu pikiranmu sekarang. Karena kamu baru kenal saya, saya bisa baca langsung kok, bingung kenapa saya ngomong gini. Kamu kira saya sama modus sama kayak cowok-cowok yang lain, bener kan?," tambah Agus lagi.

Ia juga sempat menggambarkan ketidakberdayaan dirinya yang merupakan seorang disabilitas tanpa tangan, sehingga tidak akan mungkin berbuat macam-macam pada sang wanita.

"Walaupun kita berdua di kamar, saya tidak bisa apa-apa, saya masih dimandiin sama mama. Saya bukan sama kayak cowok-cowok yang lain, biar jelas. Karena cowok-cowok itu hanya manfaatin kak," ucap Agus Buntung lagi.

baca juga

Pada kesempatan lainnya, Kombes Pol Syarif Hidayat, Direktur Kriminal Umum Polda NTB menyebutkan jika rekaman tersebut langsung diberikan oleh saksi yang memang pernah hampir mengalami yang sama. Bukti tetsebut pun sudah masuk dalam berita acara pemeriksaan.

"Dia ternyata pada saat perkenalan merekam, si korbannya tapi merekam. Ini bukan pelaku, korban merekam. Direkamlah bahwa ada kalimat manipulatif segala macam untuk ini," pungkasnya.

Apa itu manipulatif?

Dilansir Alodokter, manipulatif adalah tindakan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri. Orang yang manipulatif bisa berbohong, menyangkal, atau menyalahkan orang lain, demi kepentingannya sendiri.

Cara yang dilakukan bisa beragam, tetapi akan melibatkan mental dan emosional korbannya. Korban tindakan manipulatif juga sering tidak menyadari sedang berada di dalam jebakan sang manipulator. Beberapa cara yang masuk dalam kategori manipulatif adalah sebagai berikut:

1. Gaslighting

Gaslighting merupakan teknik manipulatif yang cukup sering ditemukan dalam hubungan percintaan. Saat melakukan gaslighting pelaku akan melontarkan kalimat-kalimat yang membuat korbannya meragukan dirinya sendiri.

Akibatnya, korban akan termanipulasi dan menganggap semua masalah atau kejadian yang terjadi sepenuhnya disebabkan oleh perilaku atau tindakannya.

2. Love bombing

Love bombing adalah teknik manipulatif yang dilakukan dengan cara memberikan ungkapan cinta yang tidak wajar, bisa berupa perhatian atau pujian yang berlebihan, hadiah mahal, dan berbagai ekspresi cinta, agar seluruh perhatian korban hanya untuk dirinya.

Namun, semua ungkapan cinta ini hanyalah kedok atau topeng untuk membuat korbannya jatuh hati dan berhasil masuk dalam jebakan pelaku.

3. Child grooming

Child grooming merupakan tindakan manipulatif yang dilakukan orang dewasa kepada anak-anak. Pelaku akan memengaruhi pikiran anak secara perlahan sehingga akhirnya mengikuti kemauannya.

Pelaku akan memosisikan dirinya sebagai orang yang paling mengerti perasaan “si anak” sehingga terbangun kedekatan dan kepercayaan. Anak-anak atau remaja yang menjadi korban tindakan manipulatif ini biasanya akan merasa bahwa mereka sedang berada hubungan yang membuat mereka aman dan nyaman.

4. Pasif agresif

Teknik manipulatif lain yang juga sering dilakukan orang manipulator adalah melakukan tindakan pasif agresif. Pelaku pasif agresif akan melakukan sindiran berupa kalimat sarkas untuk menunjukkan kemarahan atau kekecewaan. Hal ini dilakukan untuk membuat korbannya merasa tertekan karena ucapan si manipulator.

5. Penghindaran

Taktik lain yang biasanya juga dipakai orang yang manipulatif adalah penghindaran. Pelaku tindakan manipulatif bisanya menghindar untuk membuat orang lain merasa bersalah atau terjebak dengan masalah yang sebenarnya berkaitan dengan pelaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemuda Disabilitas Lakukan Pelecehan Seksual di NTB, Kemen PPPA: Pelaku Hipnotis Korban

Pemuda Disabilitas Lakukan Pelecehan Seksual di NTB, Kemen PPPA: Pelaku Hipnotis Korban

News | Jum'at, 06 Desember 2024 | 15:06 WIB

10 Siswi SD Jadi Korban Pelecehan di Sumsel, Kamar Mandi Saksi Bisu Kelakuan Cabul Guru Olahraga

10 Siswi SD Jadi Korban Pelecehan di Sumsel, Kamar Mandi Saksi Bisu Kelakuan Cabul Guru Olahraga

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 17:29 WIB

Sosok IWAS, Pemuda Disabilitas Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pelecehan Mahasiswi di NTB

Sosok IWAS, Pemuda Disabilitas Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pelecehan Mahasiswi di NTB

Lifestyle | Rabu, 04 Desember 2024 | 08:36 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×