Viral Pegawai BPJS Kesehatan Diduga Gunakan Asuransi Swasta, Sebut karena Pelayanan yang Lambat?

Agatha Vidya Nariswari, Dinda Rachmawati

Kamis, 02 Januari 2025 | 10:00 WIB
Viral Pegawai BPJS Kesehatan Diduga Gunakan Asuransi Swasta, Sebut karena Pelayanan yang Lambat?
Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan. [Dok.Pixabay]

Suara.com - BPJS Kesehatan tengah menjadi sorotan karena aturan baru yang diberlakukan. Viral di media sosial, ada 144 penyakit yang diklaim tidak bisa langsung dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).

Nantinya, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang didiagnosis terkena penyakit tersebut mau tidak mau harus mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

"Pada intinya, 144 diagnosa itu tidak bisa langsung dirujuk ke faskes lanjutan dan harus tuntas di faskes 1," tulis pengunggah akun @dhan*** di TikTok, seperti Suara.com kutip pada Rabu (1/1/2024).

Hal ini pun lantas membuat netizen beramai-ramai membahas pelayanan BPJS Kesehatan yang kurang baik. Terutama soal kecepatan pelayanan yang dinilai masi perlu diperbaiki.

Sayangnya, seorang diduga pegawai BPJS Kesehatan justru mengaku mereka malah menggunakan asuransi swasta. Hal ini pun viral dan ikut menjadi perbincangan.

Postingan tersebut dibagikan oleh seorang dokter, drg. Mirza di akun Instagramnya. Ia membagikan pengakuan dari seorang pegawai BPJS Kesehatan yang menuliskan di media sosialnya.

"ljin dok, sebagai karyawan BPJS Kesehatan kami emang dapet asuransi swasta non BPJS dari kantor karena mungkin alasan kecepatan pelayanan. Jadi bukan karena bpjs jelek ya dok, mohon diklarifikasi," tulis seorang pegawai BPJS Kesehatan.

Hal ini pun ditanggapi oleh drg. Mirza, pasalnya apa yang disampaikan seorang pegawai BPJS tersebut seolah berbanding terbalik dengan yang selama ini diberlakukan ke masyarakat.

"BPJS ini lucu, bikin produk asuransi kesehatan dan MEWAJIBKAN semua orang ikut. Bahkan pengurusan dokumen2 penting juga mewajibkan orangnya punya BPJS. Ini asuransi atau pajak sih sebenernya? Kok wajib? Aku juga ga bilang BPJS jelek kok, aku bilang bahwa aku mendukung program ini JIKA DIJALANKAN DENGAN BAIK," ujar dia. 

baca juga

Ia pun menganalogikan seperti seorang penjual makanan yang tak pernah memakan barang dagangannya. Sementara orang lain diwajibkan membayar iuran, untuk menggaji dan membayarkan asuransi swasta milik pegawai BPJS Kesehatan.

"Masa kerja di perusahaan asuransi kesehatan tapi pakenya asuransi lain?Lha kami2 ini berarti bayar iuran BPJS selain untuk menggaji bapak/ibu yg kerja disana juga masih harus bayarin asuransi swastanya bapak /ibu dong. Pantesan naik terus dong ya iuran yg harus kami bayar," ucapnya.

Postingan ini pun dibagikan di akun X dengan tanggapan yang juga beragam. Tak sedikit yang bertanya-tanya soal hal tersebut.

"Lihat coba salah satu karyawannya berbicara. Alasan pake asuransi swasta karena KECEPATAN PELAYANAN. Dia tau produknya LAMBAT, bukannya memperbaiki malah pake PRODUK LAIN. Wkwkwkwkwkwkk," tambah @bel****.

"Ini kan logika khas pejabat dan orang penting lainnya. Klo ada yg nyusahin rakyat, bukannya dia benerin tapi dia sendiri harus dikecualikan, diistimewakan, didahulukan, dipinjemin strobo," tambah @wand****.

"Yang paling kesel adalah gaji mereka itu diambil dari dana kelolaan iuran. Itu pegawai BPJS udah kita bayarin gajinya malah ngelunjak minta bayarin asuransi kesehatan swasta lain. Harusnya mereka yg pakau asuransi swasta lain ya bayar mandiri laaaah. Kan udah dpt BPJS juga," ungkap @pri****.

"Oalah pantesan aja pelayanan pengguna BPJS tidak ada perubahan, wong pegawai BPJSnya ga menggunakan, jd mana tau rasanya antri panjang pas mau berobat, dimana2 pemilik produk harus pakai produknya jgn nyuruh orang lain Makai tp dia sendiri ga pakai," ucap @din****.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suami Cuma Dihukum 6 Tahun Penjara, Video Lawas Sandra Dewi Asyik Minum Kena Nyinyir Netizen: Mukanya Terbuat dari Apa?

Suami Cuma Dihukum 6 Tahun Penjara, Video Lawas Sandra Dewi Asyik Minum Kena Nyinyir Netizen: Mukanya Terbuat dari Apa?

Tekno | Rabu, 01 Januari 2025 | 19:36 WIB

BPJS sampai Safety Box: Sederet Fasilitas Gratisan Harvey Moeis dan Sandra Dewi, Padahal Punya Warisan Rp1 T

BPJS sampai Safety Box: Sederet Fasilitas Gratisan Harvey Moeis dan Sandra Dewi, Padahal Punya Warisan Rp1 T

Lifestyle | Rabu, 01 Januari 2025 | 19:30 WIB

Kantongi Investasi Starlink Hingga Nvidia, Netizen Elus Dada Bandingkan Nasib Indonesia dan Vietnam: Boleh Iri Gak Sih?

Kantongi Investasi Starlink Hingga Nvidia, Netizen Elus Dada Bandingkan Nasib Indonesia dan Vietnam: Boleh Iri Gak Sih?

Tekno | Rabu, 01 Januari 2025 | 19:38 WIB

Terkini

Jaga Hutan dari Kearifan Lokal, Mengapa Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan dalam Pencegahan Karhutla?

Jaga Hutan dari Kearifan Lokal, Mengapa Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan dalam Pencegahan Karhutla?

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:49 WIB

Kebiasaan Menepuk Punggung saat Anak Batuk Ternyata Berisiko Fatal, Ini Kata Dokter Anak!

Kebiasaan Menepuk Punggung saat Anak Batuk Ternyata Berisiko Fatal, Ini Kata Dokter Anak!

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:48 WIB

4 Ruang Baca di Jogja untuk Tempat Nyaman Menyelami Buku bagi Introvert

4 Ruang Baca di Jogja untuk Tempat Nyaman Menyelami Buku bagi Introvert

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:47 WIB

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Pakai Gaya Koboi

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Pakai Gaya Koboi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:46 WIB

Presiden Instruksikan Karhutla Tidak Meluas ke Zona Inti IKN

Presiden Instruksikan Karhutla Tidak Meluas ke Zona Inti IKN

Video | Selasa, 08 September 2026 | 15:45 WIB

Wacana Dwi Kewarganegaraan, Diaspora Belum Tentu Pulang, Apa yang Kurang dari Indonesia?

Wacana Dwi Kewarganegaraan, Diaspora Belum Tentu Pulang, Apa yang Kurang dari Indonesia?

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:43 WIB

Penumpang Bandara Pekanbaru Bisa Refund-Reschedule Imbas Erupsi Anak Krakatau

Penumpang Bandara Pekanbaru Bisa Refund-Reschedule Imbas Erupsi Anak Krakatau

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 15:43 WIB

Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3

Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:37 WIB

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Curhat Berat Badan Turun hingga 14 Kg

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Curhat Berat Badan Turun hingga 14 Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

Angsa dan Kelelawar: Ketika Kebenaran Tidak Sesederhana Hitam dan Putih

Angsa dan Kelelawar: Ketika Kebenaran Tidak Sesederhana Hitam dan Putih

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

×