Mengenal 3 Owner 'Sesepuh' Skincare Lokal yang Anti Flexing: Viva sampai Sariayu

Nur Khotimah, Fita Nofiana

Jum'at, 31 Januari 2025 | 11:49 WIB
Mengenal 3 Owner 'Sesepuh' Skincare Lokal yang Anti Flexing: Viva sampai Sariayu
Martha Tilaar pemilik Sariayu dan Bos Viva Cosmetics. [Kolase]

Suara.com - Bos-bos skincare dan kosmetik belakangan tengah menjadi perhatian. Hal ini terkait dengan beberapa juragan skincare yang dikenal suka pamer alias flexing. 

Berbeda dari bos skincare kekinian yang sering flexing, berikut 3 pendiri skincare dan kosmetik legendaris yang jauh dari pamer, apa saja?

1. Viva Cosmetics

Viva UV-Hya Bright Body Lotion. (Viva Cosmetics)
Viva UV-Hya Bright Body Lotion. (Viva Cosmetics)

Siapa yang tak mengenal produk Viva, kosmetik legendaris Tanah Air yang menjadi salah satu pionir di Indonesia. Viva Cosmetics merupakan produk kosmetik pertama yang mencantumkan "Made in Indonesia". Produk Viva diproduksi oleh PT Vitapharm yang berdiri sejak 1962. 

Viva mulanya didirikan oleh lima sekawan bernama Haji Muhammad Hoesin Ahamid, Nehemia Pesik, Drs. Wim Kalona Apt, Drs. Estefanus Looho apt, dan Drs. Gouw Soen Hok Apt. 

2. Sariayu

Sariayu Mawar Refreshing Toner (sariayu.com)
Sariayu Mawar Refreshing Toner (sariayu.com)

Sariayu jadi produk legendaris lokal yang keberadaannya tak perlu diragukan lagi. Sariayu dibangun oleh DR. (H.C.) Martha Tilaar  pada tahun 1970.

Martha Tilaar pertama kali mengawali langkahnya dengan membuka salon bernama Martha Salon. Hingga pada tahun 1977, ia berkeinginan membuat produk kecantikan sendiri bernama Sariayu. 

DR.(H.C.) Martha Tilaar pada tahun 1977 memulai Sarayu usai meriset pada manuskrip-manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta. Ia mempelajari tata cara perempuan ningrat Jawa merawat dan menjaga kecantikannya.

baca juga

3. Wardah

Nurhayati Subakat owner Wardah (X)
Nurhayati Subakat owner Wardah (X)

Wardah menjadi salah satu pelopor kosmetik dan skincare halal di Tanah Air. Produk ini diluncurkan oleh perusahaan PT Pusaka Tradisi Ibu oleh Nurhayati Subakat pada pada tahun 1995. Meski sempat terdampak krisis 1998, bisnis milik Nurhayati masih bertahan hingga tahun 2010, produk MAKE OVER lahir. 

Pada tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation.  Produk kecantikan yang kemudian dilahirkan Paragon antara lain, seperti Emina Kahf, Crystallyr, Instaperfect Labore, Biodef, Tavi, Wonderly, OMG, Beyondly, Earth Love Live, dan Labore. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makna Indah di Balik Nama Wardah, Pelopor Kosmetik Halal Ciptaan Nurhayati Subakat

Makna Indah di Balik Nama Wardah, Pelopor Kosmetik Halal Ciptaan Nurhayati Subakat

Lifestyle | Jum'at, 31 Januari 2025 | 09:53 WIB

Segini Gaji Nurhayati Subakat sebelum Jadi Bos Paragon, Ternyata Dulu Karyawan Honorer Rumah Sakit

Segini Gaji Nurhayati Subakat sebelum Jadi Bos Paragon, Ternyata Dulu Karyawan Honorer Rumah Sakit

Lifestyle | Jum'at, 31 Januari 2025 | 10:23 WIB

Bukan Wardah! Ini Brand Pertama Nurhayati Subakat sebelum Punya Belasan Merek bersama Paragon

Bukan Wardah! Ini Brand Pertama Nurhayati Subakat sebelum Punya Belasan Merek bersama Paragon

Lifestyle | Jum'at, 31 Januari 2025 | 09:15 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×