Cara Hitung Weton Jodoh Primbon Jawa untuk Menilai Kecocokan Pasangan

Vania Rossa

Kamis, 15 Mei 2025 | 06:30 WIB
Cara Hitung Weton Jodoh Primbon Jawa untuk Menilai Kecocokan Pasangan
Cara Hitung Weton Jodoh Primbon Jawa (freepik)

Suara.com - Perhitungan weton jodoh merupakan tradisi Jawa yang masih dipercaya dan digunakan untuk melihat tingkat kecocokan pasangan lewat kombinasi hari kelahiran masing-masing. Lantas, bagaimana cara hitung weton jodoh berdasarkan primbon Jawa?

Bukan sekadar hitungan angka, weton diyakini dapat memberikan petunjuk tentang karakter, jalan hidup, dan nasib sebuah hubungan. Hingga kini, masih banyak orang yang mempercayainya sebagai penuntun sebelum melangkah ke kehidupan rumah tangga.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menghitung weton jodoh menurut primbon Jawa? Jika hasilnya kurang baik, apakah harus berpisah? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Weton Jodoh dalam Tradisi Jawa?

Weton merupakan kombinasi hari lahir dan pasaran yang tercatat dalam sistem penanggalan tradisional Jawa.

Setiap kombinasi hari dan pasaran memiliki nilai atau neptu, yang dipercaya mencerminkan karakter seseorang, rezeki, keberuntungan, hingga jodohnya.

Oleh karena itu, menghitung weton pasangan sebelum menikah dianggap penting untuk melihat potensi kecocokan, keharmonisan, bahkan tantangan yang mungkin dihadapi dalam pernikahan.

Dari hasil penjumlahan neptu kedua pasangan, akan diketahui tingkat kecocokan hubungan mereka menurut Primbon Jawa.

Meskipun weton jodoh tidak memiliki dasar ilmiah dan terkesan mistis, sebagian orang masih menganggapnya sebagai panduan atau pertimbangan penting dalam memilih pasangan hidup.

baca juga

Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa

Cara menilai kecocokan jodoh melalui weton adalah menghitung jumlah neptu pasangan berdasarkan hari lahir dan pasaran mereka.

Neptu adalah angka yang mewakili setiap hari dan pasaran dalam kalender Jawa, yang digunakan untuk berbagai macam perhitungan tradisional.

Nilai neptu hari:

  • Minggu = 5
  • Senin = 4
  • Selasa = 3
  • Rabu = 7
  • Kamis = 8
  • Jumat = 6
  • Sabtu = 9

Nilai neptu pasaran:

  • Legi = 5
  • Pahing = 9
  • Pon = 7
  • Wage = 4
  • Kliwon = 8

Setelah mengetahui neptu dari hari dan pasaran kelahiran masing-masing, jumlahkan keduanya, lalu tambahkan total dari kedua pasangan.

Contoh:

  • A lahir pada Kamis Wage:
    Kamis (8) + Wage (4) = 12
  • B lahir pada Rabu Pon:
    Rabu (7) + Pon (7) = 14

Total neptu pasangan: 12 + 14 = 26

Menafsirkan Makna Weton Jodoh

Dari angka total neptu tersebut, berikut kategori kecocokan beserta maknanya:

1. Pegat (angka 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)

Pasangan rentan konflik besar seperti perselingkuhan, ekonomi kurang stabil, bahkan risiko perceraian tinggi.

2. Ratu (2, 11, 20, 29)

Sangat serasi dan harmonis, rumah tangga dihargai dan dikagumi oleh lingkungan.

3. Jodoh (3, 12, 21, 30)

Pasangan yang memang ditakdirkan bersama, mampu saling menerima kelebihan dan kekurangan.

4. Topo (4, 13, 22, 31)

Awal pernikahan banyak tantangan, terutama soal finansial, namun seiring waktu akan menemukan kebahagiaan.

5. Tinari (5, 14, 23, 32)

Diberkahi kemudahan rezeki dan kebahagiaan; jarang menghadapi kesulitan berarti.

6. Padu (6, 15, 24, 33)

Sering terjadi pertengkaran kecil sehingga perlu komunikasi ekstra, tetapi tidak sampai bercerai.

7. Sujanan (7, 16, 25, 34)

Rawan godaan perselingkuhan sehingga kepercayaan dan komitmen harus sangat kuat.

8. Pesthi (8, 17, 26, 35)

Rumah tangga tenteram, rukun, dan langgeng, masalah kecil tak menghancurkan keharmonisan.

Jika Weton Tidak Cocok, Apakah Harus Berpisah?

Jika hasil perhitungan menunjukkan pasangan tidak cocok, bukan berarti pernikahan harus dibatalkan.

Di dalam budaya Jawa, sering dilakukan upaya seperti ruwatan (ritual pembersihan) atau memilih hari yang dianggap baik untuk melangsungkan pernikahan guna mengurangi efek negatif.

Dalam menjalin rumah tangga, aspek terpenting adalah komunikasi, komitmen, saling menghargai, dan kerja sama untuk membangun masa depan bersama.

Perhitungan weton jodoh adalah salah satu aspek yang dapat dijadikan pertimbangan, namun tidak bisa dijadikan sebagai penentu utama dalam memilih pasangan.

Demikianlah informasi terkait cara hitung weton jodoh menurut Primbon Jawa. Tradisi ini bukan untuk menakut-nakuti atau membatasi pilihan, melainkan sebagai bentuk kearifan lokal yang mengajarkan kehati-hatian sebelum mengambil langkah besar dalam hidup.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menghitung dan Menentukan Hari Baik Melamar Kerja Menurut Weton

Cara Menghitung dan Menentukan Hari Baik Melamar Kerja Menurut Weton

Lifestyle | Rabu, 14 Mei 2025 | 13:46 WIB

Ramalan Primbon Jawa: Mengenal Karakter dan Peruntungan Weton Rabu Legi

Ramalan Primbon Jawa: Mengenal Karakter dan Peruntungan Weton Rabu Legi

Lifestyle | Rabu, 14 Mei 2025 | 09:36 WIB

Bolehkan Orang Weton Rabu Legi Membeli Kendaraan Baru? Ini Kata Primbon Jawa

Bolehkan Orang Weton Rabu Legi Membeli Kendaraan Baru? Ini Kata Primbon Jawa

Otomotif | Rabu, 14 Mei 2025 | 08:18 WIB

Terkini

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:43 WIB

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:37 WIB

×