Suara.com - Pelet cinta menjadi hal umum di Indonesia. Meski termasuk ke dalam ilmu hitam, tidak sedikit orang tertarik untuk menggunakannya demi mendapat pujaan hati tergila-gila.
Umumnya, pelet digunakan untuk membuat lawan jenis jatuh cinta hingga dimabuk kepayang. Sayangnya, cara ini tidak lazim karena melibatkan kekuatan ghaib.
Untuk mendeteksi seseorang terkena pelet atau santet bisa dilihat dari penampilannya. Tidak perlu menggunakan ajian atau kekuatan apa pun untuk mendeteksinya.
Menurut YouTuber Frislly Herlind yang merupakan ahli supranatural karena memiliki indera keenam, ada beberapa tanda seseorang menjadi korban pelet cinta, yakni:

1. Perubahan perilaku
Seseorang yang menjadi target pelet cinta umumnya akan mengalami perubahan perilaku. Biasanya korban menjadi lebih keras kepada dibanding sebelumnya.
Orang tersebut tidak mau mendengarkan pendapat atau masukan dari orang lain, terutama bila membahas orang yang melakukan pelet terhadap dirinya.
Rupanya, korban 'dikendalikan' oleh orang yang mengirim kepada dirinya. Bila sesuatu itu dilarang oleh pelaku, maka korban tidak akan mempercayai atau melakukannya.
2. Kehilangan konsentrasi
Baca Juga: Zack Lee Cerita Ayahnya Sempat Jadi Korban Dukun dan Ilmu Hitam, Bikin Merinding
Frislly mengatakan korban pelet cinta akan sulit fokus dan mudah kehilangan konsentrasi. Pandangannya pun kosong, seolah tengah menerawang.
Hal itu disebabkan pikirannya dikendalikan oleh pelaku. Biasanya mereka hanya memikirkan atau mengimajinasikan pelaku saja.
Memerlukan beberapa kali bertanya supaya mendapat jawaban yang akurat dari korban.
3. Jadi malas beribadah
Ini adalah tanda lainnya. Korban akan menjadi malas untuk beribadah. Bahkan, ia terkesan menjauhi Tuhan karena itu dikendalikan oleh hal ghaib.
4. Meninggalkan rutinitas
Korban umumnya akan meninggalkan aktivitas sehari-hari yang biasa mereka lakukan. Meskipun hal itu sudah menjadi rutinitasnya, ia seolah-olah lupa.
Hal yang selalu dipikirkan adalah bagaimana supaya bertemu atau selalu dekat dengan pelaku. Bahkan, mereka tidak peduli bila kehidupannya berantakan.
Misalnya, korban tidak masalah bila dikeluarkan dari tempat kerja karena pekerjaan yang terganggu.
5. Sifatnya berubah drastis
Menurut Frislly Herlind, orang yang terkena pelet bisa berubah sifatnya akibat pengaruh ghaib yang dikirimkan. Misalnya, korban yang awalnya sosok periang, bisa menjadi pendiam dan pemurung.
Sifat tersebut akan berubah ketika berinteraksi dengan orang yang mengirimkan pelet. Korban akan menjadi sumringah bak dimabuk cinta.
6. Mengagung-agungkan pelaku
Orang yang terkena pelet tentu akan mengagung-agungkan pelaku. Mereka akan menganggap pelaku sebagai 'penolong' hingga membuat mereka rela melakukan apa saja.
Bahkan, korban akan selalu melontarkan pujian untuk pelaku di depan orang lain. Tidak peduli bila orang tersebut mengenal pelaku atau tidak.
7. Tidak dapat membaca Al-Qur'an
Selain malas beribadah, korban pelet juga biasanya tidak akan bisa membaca ayat suci Al-Qur'an sampai selesai. Mulut mereka seolah kaku ketika akan membacanya, termasuk surat pendek sekali pun.
Cara supaya tidak terkena guna-guna
Ada beberapa cara ampuh supaya tidak menjadi korban pelet orang yang tidak bertanggung jawab. Berikut beberapa caranya:
- Perkuat iman dan doa: Dalam ajaran Islam, perlindungan dari hal-hal negatif sering dikaitkan dengan doa dan dzikir, seperti membaca ayat-ayat perlindungan seperti Ayat Kursi.
- Jaga pola pikir positif: Pikiran yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif bisa menjadi benteng tersendiri.
- Hindari lingkungan yang berisiko: Jika ada tempat atau orang yang berpotensi membawa pengaruh buruk, sebaiknya jauhi.
- Gunakan ilmu dan logika: Memahami apa yang bisa menjadi pengaruh buruk dan bagaimana cara menanggulanginya dengan rasional bisa sangat membantu.