Sering Mimpi Dilamar, Apa Maknanya Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Nur Khotimah Suara.Com
Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:35 WIB
Sering Mimpi Dilamar, Apa Maknanya Menurut Islam? Ini Penjelasannya
Ilustrasi mimpi dilamar. (Google AI Studio)

Maka dari itu, tujuan pernikahan, yang biasanya dimulai dengan lamaran, tak bisa dianggap main-main.

Melansir situs resmi Muhammadiyah, tujuan pernikahan dalam Islam adalah mewujudkan keluarga yang sakinah, yang bisa dimaknai sebagai ketentraman.

Agar menuju ke sana, pernikahan mestinya dilaksanakan secara sah dan tercatat, alih-alih menikah secara siri.

Pencatatan di hadapan pegawai pencatat nikah penting dilakukan untuk menghindari timbulnya fitnah di masyarakat.

Sementara itu, dalam buku Tanfidz Keputusan Musyawarah Tarjih Ke-28 disebutkan bahwa tujuan perkawinan berdasarkan pada QS. ar-Rum ayat 21 adalah terwujudnya keluarga yang sakinah yaitu adanya suasana tenang, aman, tentram dan damai sebagai hasil dari berkembangnya mawaddah wa rahmah, yang tercermin dengan adanya rasa saling mencintai, membutuhkan, melindungi dan menghormati antar anggota keluarga.

Perkawinan juga memiliki fungsi sosial untuk membentuk keluarga baru. Dengan adanya ikatan pernikahan, maka persaudaraan bisa terjalin semakin kuat. Bahkan saling mengenal keluarga lazimnya dilakukan sebelum lamaran.

Dengan menikah suami akan memperoleh keluarga baru dari pihak istri, begitu pula sebaliknya.

Sementara itu, perkawinan di Indonesia juga diatur secara hukum dalam UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

Dalam undang-undang tersebut, dijelaskan bahwa tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan juga bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Meski tujuan perkawinan telah diatur sedemikian rupa oleh agama dan negara, membangun keluarga nyatanya tak semudah membalik telapak tangan.

Konflik-konflik baik ringan maupun berat pasti akan terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Untuk menjaga keutuhan rumah tangga, Islam memperbolehkan setiap orang untuk selektif dalam memilih calon pasangan.

Sebelum Anda mantap melangkah ke jenjang lamaran bahkan pernikahan, Anda boleh memiliki kriteria-kriteria tertentu. Sedikit tips bagi yang ingin memilih pasangan, pastikan nyambung dalam mengobrol.

Pasalnya, untuk mengarungi kehidupan rumah tangga, yang akan sering dilakukan adalah mengobrol dan berdiskusi. Di samping itu, pastikan pula Anda menghindari calon yang tidak sesuai dengan kriteria.

Misalnya jika ingin rumah tangga bebas asap rokok, maka pilihlah pasangan yang tidak merokok. Bisa juga memilih pasangan dengan hobi yang sama agar rumah tangga menjadi lebih cair.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI