- Kemudahan akses layanan keuangan digital menuntut masyarakat memiliki literasi keuangan agar terhindar dari risiko aktivitas finansial yang merugikan.
- PT Malahayati Nusantara Raya berkomitmen meningkatkan literasi keuangan melalui program edukasi, pendampingan, serta koordinasi dengan Satgas PASTI OJK.
- Malahayati Consultant menyediakan 11 kantor layanan di seluruh Indonesia sebagai pusat edukasi dan konsultasi keuangan bagi masyarakat luas.
Suara.com - Mengajukan pinjaman, membuka rekening, membeli asuransi, hingga berinvestasi kini bisa dilakukan hanya lewat ponsel. Kemudahan yang ditawarkan layanan keuangan digital memang membuat berbagai kebutuhan finansial dapat diakses dalam hitungan menit.
Namun, di balik kepraktisan tersebut, ada satu hal yang tak kalah penting untuk dimiliki, yakni literasi keuangan. Tanpa pemahaman yang memadai, kemudahan mengakses berbagai produk keuangan justru bisa membuat seseorang mengambil keputusan yang berisiko bagi kondisi finansialnya.
Mulai dari tergiur pinjaman tanpa memahami kemampuan membayar, salah memilih produk investasi, hingga menjadi korban aktivitas keuangan ilegal merupakan beberapa risiko yang masih sering terjadi akibat rendahnya literasi keuangan.
Karena itu, edukasi mengenai cara mengelola keuangan dinilai semakin relevan di era digital. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan layanan keuangan, tetapi juga memahami hak, kewajiban, serta risiko dari setiap keputusan finansial yang diambil.
Hal inilah yang menjadi fokus PT Malahayati Nusantara Raya melalui unit usahanya, Malahayati Consultant. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan pendampingan.
Komitmen tersebut juga diperkuat melalui koordinasi dengan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Direktur PT Malahayati Nusantara Raya Ahmad Maulana, edukasi menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan.
"Melalui koordinasi yang konstruktif bersama Satgas PASTI OJK, kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan keuangan yang bertanggung jawab," ujar Ahmad.

Menurutnya, pendampingan tidak hanya membantu masyarakat memahami produk keuangan, tetapi juga memberikan bekal dalam mengelola utang, menyelesaikan kewajiban finansial, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Malahayati Consultant rutin menggelar seminar dan diskusi publik tentang literasi keuangan digital, pelatihan pengelolaan keuangan, layanan konsultasi, hingga kolaborasi dengan berbagai lembaga untuk memperluas jangkauan edukasi.
Saat ini perusahaan juga telah memiliki 11 kantor layanan di berbagai wilayah Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat konsultasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.
Di tengah semakin pesatnya perkembangan teknologi finansial, literasi keuangan bukan lagi sekadar kemampuan menghitung pemasukan dan pengeluaran. Lebih dari itu, literasi menjadi bekal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan yang tepat, memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab, dan menjaga kesehatan finansial dalam jangka panjang.