- Hydrating berfungsi menambah kadar air dan moisturizing bertujuan mempertahankan kelembapan kulit.
- Produk hydrating menggunakan humektan untuk menarik air, sedangkan moisturizing memakai occlusive dan emollient untuk mencegah penguapan.
- Pemilihan produk harus disesuaikan dengan kondisi kulit agar perawatan memberikan hasil yang tepat sasaran.
Suara.com - Saat memilih produk skincare, kamu mungkin sering menemukan istilah hydrating dan moisturizing.
Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan kelembapan kulit, tetapi sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda. Lantas, apa beda hydrating dan moisturizing dalam skincare?
Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk memastikan kulitmu mendapatkan perawatan yang tepat.
Mari simak ulasannya berikut ini.
Beda Hydrating dan Moisturizing
Dilansir dari CeraVe Indonesia, hydrating adalah perawatan untuk menambah kadar air atau hidrasi ke kulit.
"Air sangat penting untuk fungsi normal kulit dan terutama lapisan terluarnya yaitu stratum corneum yang menjadi skin barrier untuk melindungi kulit dari pengaruh eksternal," demikian dijelaskan dalam laman tersebut.
Sehingga kadar air pada kulit akan berisiko membuat skin barrier rusak sehingga menyebabkan kulit kering, bersisik, atau memicu masalah kulit lainnya
Kulit yang terhidrasi dengan baik biasanya tampak lebih kenyal, halus, dan bercahaya.
Sementara itu, moisturizing bertujuan membantu mempertahankan kelembapan kulit dengan membentuk lapisan pelindung. Cara ini dapat mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit sekaligus membuat kulit terasa lebih lembut.
Beda Kandungan Hydrating dan Moisturizing
Perbedaan berikutnya terdapat pada kandungannya. Produk hydrating umumnya mengandalkan humektan, yaitu bahan yang membantu menarik dan mempertahankan air pada kulit.
Beberapa kandungan yang umum ditemukan antara lain hyaluronic acid, glycerin, panthenol, dan urea. Menurut CeraVe, hyaluronic acid merupakan salah satu humektan yang mampu menahan air dalam jumlah besar.
Sementara itu, produk moisturizing dapat mengandung occlusive dan emollient. Occlusive seperti petrolatum, lanolin, beeswax, dan minyak mineral membantu membentuk lapisan pelindung untuk mengurangi penguapan air.
Emollient, seperti fatty acids dan fatty alcohols, membantu membuat kulit lebih lembut sekaligus memperbaiki teksturnya.
Efek Hydrating dan Moisturizing
Lalu, bagaimana membedakan efeknya ke kulit? Produk hydrating cenderung membuat kulit terasa lebih segar, kenyal, dan plumpy karena membantu meningkatkan kadar air pada kulit.
Sebaliknya, moisturizing lebih terasa pada kulit yang kasar atau kering karena membantu membuat permukaannya lebih lembut, halus, dan tidak mudah kehilangan kelembapan.
Karena memiliki fungsi berbeda, menggunakan keduanya bisa menjadi pilihan ketika kulit membutuhkan hidrasi sekaligus perlindungan terhadap kehilangan kelembapan.
Pilih Hydrating atau Moisturizing Sesuai Masalah Kulit
Pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit. Jika kulit terasa dehidrasi, kusam, kurang kenyal, atau tampak membutuhkan tambahan air, produk hydrating dapat menjadi pilihan.
Untuk kulit yang terasa kering, kasar, mudah mengelupas, atau mudah teriritasi, moisturizing dapat membantu mempertahankan kelembapan.
Sementara itu, pemilik kulit berminyak tetap membutuhkan hidrasi. Pilih produk dengan tekstur ringan dan berbasis air agar kulit tetap terhidrasi tanpa terasa terlalu berat.
Demikian perbedaan hydrating dan moisturizing pada skincare. Hydrating membantu menambah air, sedangkan moisturizing membantu mempertahankannya.
Meski berbeda, bukan berarti harus memilih hanya salah satu. Keduanya dapat digunakan secara bersamaan karena memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Kuncinya adalah menyesuaikan kandungan dan tekstur produk dengan kondisi kulit, rutinitas skincare pun bisa menjadi lebih tepat sasaran.