- Pelari pemula harus memilih jam tangan lari berdasarkan tujuan latihan dan kebutuhan fitur yang sebenarnya.
- Perangkat ideal bagi pemula wajib memiliki GPS bawaan, pemantau detak jantung, serta daya tahan baterai memadai.
- Pemula perlu memperhatikan ukuran, kenyamanan, kemudahan penggunaan layar, dan ulasan pengguna sebelum membeli produk tersebut.
Suara.com - Jam tangan lari dapat menjadi perlengkapan tambahan bagi kamu yang baru mulai membangun kebiasaan berolahraga.
Perangkat ini tidak hanya menunjukkan waktu, tetapi juga dapat membantu mencatat berbagai data selama berlari.
Namun, banyaknya pilihan smartwatch di pasaran terkadang membuat pemula bingung menentukan produk yang sesuai.
Apalagi, setiap jam tangan menawarkan kombinasi fitur, ukuran, daya tahan baterai, dan harga yang berbeda.
Memilih jam tangan lari juga tidak selalu berarti harus membeli produk dengan fitur paling lengkap.
Kebutuhan pelari yang baru mulai berlari tentu berbeda dengan orang yang sedang mempersiapkan maraton atau mengejar catatan waktu tertentu.
Karena itu, beberapa hal sebaiknya diperhatikan oleh pemula sebelum membeli agar jam tangan benar-benar bermanfaat saat digunakan.
Tips Memilih Jam Tangan Lari untuk Pemula

Lantas, jam tangan lari seperti apa yang tepat digunakan oleh pelari pemula? Simak tips memilihnya berikut ini, dirangkum dari laman merek Garmin dan KOSPET Global.
1. Sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan lari
Menurut Garmin, pemilihan jam tangan sebaiknya dimulai dengan memahami tujuan latihan, frekuensi berlari, serta data yang ingin dipantau.
Pemula yang hanya ingin mencatat jarak, durasi, pace, dan detak jantung tidak selalu membutuhkan perangkat dengan fitur latihan tingkat lanjut.
2. Pastikan tersedia GPS bawaan
GPS menjadi salah satu fitur penting untuk pelari karena dapat membantu mencatat jarak, rute, dan kecepatan. Fitur ini penting, terutama jika ingin berlari tanpa membawa HP.
3. Pilih ukuran dan bobot yang nyaman
Pemula juga disarankan untuk memperhatikan berat, ukuran, kenyamanan, dan posisi tombol agar perangkat mudah digunakan selama latihan. Jam tangan yang terlalu berat atau ukurannya kurang sesuai dapat mengganggu kenyamanan ketika berlari.
4. Perhatikan fitur pemantauan detak jantung
Fitur pemantauan detak jantung dapat membantu melihat perubahan intensitas latihan selama berlari serta memahami kondisi tubuh saat berolahraga.

5. Cek daya tahan baterai
Daya tahan baterai perlu disesuaikan dengan kebiasaan penggunaan. Selain aktivitas lari, pertimbangkan pula jika jam akan digunakan untuk memantau tidur, dipakai sepanjang hari, atau menggunakan GPS dalam waktu lama.
6. Pilih layar dan kontrol yang mudah digunakan
Pemula disarankan untuk memilih jam tangan lari dengan tampilan latihan yang mudah dibaca, terutama untuk melihat waktu, jarak, pace, dan detak jantung.
Tombol fisik juga dapat menjadi pertimbangan karena lebih mudah dioperasikan ketika tangan berkeringat, terkena hujan, atau saat sedang bergerak.
7. Pertimbangkan fitur latihan yang memang akan digunakan
Jika kamu ingin mengikuti pola latihan tertentu, fitur interval, run-walk alert, atau panduan latihan dapat membantu.
Namun, laman KOSPET Global menekankan bahwa fitur tersebut sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar karena jumlah fiturnya banyak.
8. Cari tahu review pengguna sebelum membeli
Jangan hanya mengandalkan spesifikasi yang tercantum pada halaman produk. Penting juga mencari tahu review dari pengguna untuk mengetahui apakah fitur dan kenyamanan produk sesuai dengan kebutuhan.
Pada akhirnya, jam tangan lari yang tepat untuk pemula adalah produk yang fiturnya sesuai kebutuhan dan nyaman digunakan secara rutin.
Dengan menentukan tujuan latihan, mengecek GPS, kenyamanan, baterai, fitur kesehatan, serta ulasan pengguna, kamu bisa lebih mudah mempersempit pilihan sebelum membeli.