Konser Ramah Lingkungan, Bisakah Menikmati Musik Tanpa Membebani Lingkungan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Konser Ramah Lingkungan, Bisakah Menikmati Musik Tanpa Membebani Lingkungan?
Kerumunan yang hidup menikmati konser malam hari dengan pencahayaan dinamis dan penampil energik di atas panggung. (dok.Pexels/George Charry)

Gemerlap panggung, riuh penonton, dan lantunan musik yang menghibur ternyata memiliki konsekuensi besar bagi lingkungan. Berdasarkan catatan dari Seaside Sustainability, rata-rata festival musik yang berlangsung selama tiga hari mampu menghasilkan sekitar 500 ton emisi karbon.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pengalaman yang terasa menyenangkan tetap mengakibatkan kerusakan lingkungan yang luas.

Bahkan dalam beberapa festival telah mencoba untuk menekan dampak ini melalui program daur ulang dan mendirikan water station.

Akan tetapi, dampaknya tidak hanya bersumber dari makanan ataupun barang dagangan. Hal yang diam-diam turut menyumbang adalah industri fesyen.

Banyak orang memilih pakaian bertemakan musisi yang ingin ditontonnya dan hanya untuk sekali pakai. Padahal, industri tersebut membawa dampak buruk terhadap lingkungan, mengingat bahan yang digunakan menyumbang limbah tekstil berbahaya.

Tidak lengkap rasanya jika datang ke festival atau konser musik tanpa mengenakan riasan. Sering kali para penonton datang dengan riasan maksimal, salah satunya adalah penggunaan riasan gliter.

Namun, siapa sangka ternyata gliter mengandung mikroplastik yang paling melimpah dan berbahaya. Ukurannya yang sangat kecil itu akan sulit terurai, jika berakhir di luatan, besar kemungkinan dikonsumsi oleh hewat laut.

Di samping itu, polusi yang terjadi dalam rangkaian tersebut adalah polusi suara. Suara yang terlalu keras ternyata turut mengganggu lingkungan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa suara mulai berbahaya jika mencapai lebih dari 75 desibel, sedangkan suara di atas 65 desibel sudah dikategorikan sebagai polusi suara.

baca juga

Becermin dari hal tersebut, konser musik biasanya menghasilkan suara yang sangat keras. Bahkan rata-rata sekitar 100 desibel.

Yang jadi masalah di sini adalah tidak jarang festival maupun konser musik diselenggarakan di tempat dekat dengan alam sehingga suara bising tersebut bisa saja mengganggu satwa liar di sekitarnya.

Meskipun konser dan festival musik memiliki berbagai dampak terhadap lingkungan, upaya untuk menguranginya mulai dilakukan oleh penyelenggara maupun para musisi.

Sejumlah tempat penyelenggaraan acara tersebut mencoba menerapkan aturan dalam rangka menekan sampah.

Mulai dari membatasi penggunaan sedotan sekali pakai, misalnya festival musik Glastonbury sejak 2017 berkomitmen menghentikan penjualan botol plastik dan menggantinya dengan minuman kemasan kaleng yang bisa didaur ulang.

Di Indonesia sendiri ada festival Sunset di Kebun yang menggaungkan kampanye peduli lingkungan.

Pada penyelenggaraan Sunset di Kebun Bogor Phase 2 di tanggal 29—30 Agustus 2026, tercatat 6.328 kilogram sampah, terdiri dari 155,8 kg botol plastik, 146,4 kg cup plastik, 14,1 kg tutup botol, dan 6.011,7 kg sampah residu.

Upaya tersebut juga bisa dilakukan oleh para penonton. Mereka bisa saja membawa botol minum sendiri, memilih pakaian dari toko barang bekas ataupun yang lebih berkelanjutan, serta menggunakan transportasi umum saat menuju venue konser.

Bahkan penonton diharapkan dapat memastikan sampah-sampah yang dihasilkan akan dibuang pada tempatnya dan tidak meninggalkan jejak sampah di sekitar lokasi acara.

Walaupun konser maupun festival musik memiliki berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, masih ada cara untuk mengimbanginya.

Langkah-langkah tersebut mulai diterapkan oleh setiap individu maupun kelompok dalam memastikan bahwa mereka tetap bisa menyaksikan musisi favorit tanpa harus membahayakan lingkungan.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Menteri LH Soroti Ekowisata yang Selaras dengan Alam, dari Dusun Bambu hingga Megamendung

Menteri LH Soroti Ekowisata yang Selaras dengan Alam, dari Dusun Bambu hingga Megamendung

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:38 WIB

Terkini

Hidup Terlalu Cepat: Kapan Terakhir Kali Kita Benar-benar Berhenti?

Hidup Terlalu Cepat: Kapan Terakhir Kali Kita Benar-benar Berhenti?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kemendikdasmen Akui Tak Pegang Ijazah Gibran, Cuma Certificate of Attendance

Kemendikdasmen Akui Tak Pegang Ijazah Gibran, Cuma Certificate of Attendance

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Kepala BGN dan Gubernur Sulsel Resmikan SPPG Wilayah 3T di Takalar

Kepala BGN dan Gubernur Sulsel Resmikan SPPG Wilayah 3T di Takalar

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Pengacara Richard Lee Keluhkan Durasi Hadirkan Saksi di Sidang: Harusnya Sama-sama Adil

Pengacara Richard Lee Keluhkan Durasi Hadirkan Saksi di Sidang: Harusnya Sama-sama Adil

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:49 WIB

250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis

250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Minyak Goreng Rice Bran Kian Dilirik, Studi Soroti Peran Asam Linoleat bagi Risiko Diabetes Tipe 2

Minyak Goreng Rice Bran Kian Dilirik, Studi Soroti Peran Asam Linoleat bagi Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Setan dan Seorang Anak

Setan dan Seorang Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Bahlil Berkoordinasi dengan Bahlil, Apa Urgensi Rangkap Jabatan Menteri ESDM?

Bahlil Berkoordinasi dengan Bahlil, Apa Urgensi Rangkap Jabatan Menteri ESDM?

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:38 WIB

Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya

Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029

Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:31 WIB

×