Sejarah Letusan Gunung Krakatau 1883 dan Dampaknya bagi Dunia

Ruth Meliana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:20 WIB
Sejarah Letusan Gunung Krakatau 1883 dan Dampaknya bagi Dunia
Ilustrasi - Letusan Gunung Krakatau tahun 1883. [Berbeel; 1887]
baca 10 detik
  • Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus dahsyat pada tanggal 26 hingga 27 Agustus 1883.
  • Tsunami setinggi hingga 40 meter akibat letusan tersebut menewaskan lebih dari 36.000 jiwa di pesisir Banten dan Lampung.
  • Letusan dahsyat tersebut memuntahkan abu vulkanik ke stratosfer yang menurunkan suhu global selama beberapa tahun berikutnya.

Suara.com - Gunung Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatera, telah lama dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di wilayah Nusantara. Sebelum tahun 1883, pulau vulkanik ini relatif tenang, meski sejarah mencatat aktivitas magmatik yang pernah terjadi berabad-abad sebelumnya.

Masyarakat lokal dan para pelaut yang melintasi selat tersebut menganggapnya sebagai bagian dari lanskap alam yang biasa, tanpa menyadari bahwa di bawah permukaan tersimpan tekanan magmatik yang sangat besar. Letusan besar yang kemudian terjadi mengubah pandangan dunia tentang kekuatan alam secara total.

Pada akhir Agustus 1883, aktivitas vulkanik Krakatau mulai meningkat secara signifikan. Gempa-gempa kecil dan kolom asap yang semakin tinggi menjadi tanda-tanda awal, namun belum ada yang membayangkan skala kehancuran yang akan menyusul.

Teknologi komunikasi pada masa itu masih terbatas, sehingga peringatan dini hampir tidak ada. Kapal-kapal yang berlayar di perairan sekitar hanya mencatat perubahan cuaca dan suara-suara aneh dari jauh.

Letusan utama terjadi antara 26 hingga 27 Agustus 1883 dan menjadi salah satu peristiwa geologis paling dahsyat dalam sejarah modern. Ledakan-ledakan beruntun menghancurkan sebagian besar pulau, memuntahkan material vulkanik dalam jumlah raksasa ke atmosfer, serta memicu tsunami raksasa yang menyapu pesisir Jawa dan Sumatera. Suara ledakan terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya, bahkan dilaporkan di Australia dan pulau-pulau di Samudra Hindia.

Peristiwa ini tidak hanya menghancurkan wilayah setempat, tetapi juga meninggalkan jejak global yang bertahan selama bertahun-tahun. Dari perubahan iklim sementara hingga pengaruh pada seni dan sastra dunia, letusan Krakatau 1883 menjadi bukti nyata betapa satu gunung berapi di Indonesia bisa memengaruhi seluruh planet.

Kronologi Letusan yang Menggetarkan Bumi

Aktivitas Krakatau mulai terasa sejak Mei 1883 dengan gempa dan erupsi kecil. Puncaknya terjadi pada 26 Agustus ketika kolom abu menjulang tinggi, diikuti ledakan terbesar pada pagi 27 Agustus. Empat ledakan utama terjadi dalam beberapa jam, dengan yang paling keras diperkirakan setara dengan 200 megaton TNT.

Pulau Krakatau hampir sepenuhnya hancur, menyisakan kaldera yang tenggelam di bawah laut. Suara ledakan tercatat di jarak lebih dari 4.800 kilometer, menjadikannya salah satu suara paling keras yang pernah terdokumentasikan dalam sejarah manusia.

Tsunami Raksasa dan Korban Jiwa yang Menggemparkan

Gelombang tsunami yang dihasilkan mencapai ketinggian hingga 40 meter di beberapa pantai. Desa-desa di pesisir Banten, Lampung, dan sekitarnya lenyap dalam hitungan menit. Diperkirakan lebih dari 36.000 orang tewas, sebagian besar akibat tsunami, bukan langsung dari erupsi.

baca juga

Kapal-kapal yang sedang berlayar terangkat dan terdampar di daratan. Tragedi ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di abad ke-19 dan mendorong perhatian internasional terhadap wilayah Hindia Belanda saat itu.

Dampak Atmosfer dan Perubahan Iklim Global

Abu vulkanik dan gas sulfur dioksida yang dilontarkan mencapai stratosfer dan menyebar ke seluruh dunia. Suhu global turun sekitar 0,5 hingga 1 derajat Celsius selama beberapa tahun berikutnya. Musim dingin yang lebih panjang dan panen yang gagal terjadi di berbagai belahan bumi, termasuk Eropa dan Amerika Utara.

Fenomena matahari terbenam berwarna merah darah yang spektakuler terlihat di banyak negara selama berbulan-bulan, menginspirasi lukisan-lukisan seniman seperti William Ascroft dan bahkan memengaruhi karya Edvard Munch dalam “The Scream”.

Pengaruh terhadap Ilmu Pengetahuan dan Pemahaman Vulkanologi

Letusan Krakatau menjadi studi kasus penting bagi ilmuwan. Pengamatan terhadap gelombang tekanan udara yang mengelilingi bumi beberapa kali membantu memahami atmosfer.

Data dari peristiwa ini memperkuat teori tentang dampak vulkanisme terhadap iklim global. Setelah 1883, penelitian gunung berapi semakin sistematis, termasuk pemantauan Selat Sunda yang berlanjut hingga lahirnya Anak Krakatau di abad ke-20.

Warisan Budaya, Sosial, dan Geografis yang Bertahan

Secara geografis, letusan mengubah peta Selat Sunda secara permanen. Secara sosial, peristiwa ini meninggalkan trauma kolektif di masyarakat lokal dan menjadi bagian dari cerita rakyat.

Di tingkat global, berita tentang Krakatau tersebar melalui telegram dan surat kabar, menandai salah satu bencana pertama yang diliput secara internasional secara real-time relatif.

Hingga kini, Krakatau dan Anak Krakatau tetap menjadi objek penelitian serta destinasi wisata edukasi tentang kekuatan alam.

Letusan Gunung Krakatau 1883 menjadi peristiwa yang menghubungkan umat manusia dengan kekuatan planet yang tak terduga. Dari kehancuran lokal hingga perubahan iklim sementara, dampaknya menekankan pentingnya pemahaman terhadap aktivitas vulkanik dan kesiapsiagaan bencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir 100 Tahun Tak Terjadi, Dua Pulau Baru Tiba-Tiba Muncul di Dekat Anak Krakatau

Hampir 100 Tahun Tak Terjadi, Dua Pulau Baru Tiba-Tiba Muncul di Dekat Anak Krakatau

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:58 WIB

Terkini

Cuaca Panas Ekstrem? Ini 4 Lip Balm SPF 50 Biar Bibir Nggak Gosong!

Cuaca Panas Ekstrem? Ini 4 Lip Balm SPF 50 Biar Bibir Nggak Gosong!

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tiga Pemancing Remaja Terseret Arus di Pantai Bengkalis, 2 Ditemukan Meninggal

Tiga Pemancing Remaja Terseret Arus di Pantai Bengkalis, 2 Ditemukan Meninggal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Cleansing Oil Hada Labo untuk Kulit Apa? Simak Kandungan, Keunggulan, dan Review Pengguna

Cleansing Oil Hada Labo untuk Kulit Apa? Simak Kandungan, Keunggulan, dan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Modus Licik Istri Polisi di Surabaya: Kuras Tabungan Teman hingga Kambinghitamkan Orang Lain

Modus Licik Istri Polisi di Surabaya: Kuras Tabungan Teman hingga Kambinghitamkan Orang Lain

Jatim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Hati-Hati Terjebak! Ini 7 Tanda Kemampuan Berpikir Kritismu Sudah Diambil Alih AI

Hati-Hati Terjebak! Ini 7 Tanda Kemampuan Berpikir Kritismu Sudah Diambil Alih AI

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Ada Konser Avenged Sevenfold di JIS, Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatifnya

Ada Konser Avenged Sevenfold di JIS, Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatifnya

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Maestro Omah Cangkem Jogja: Pelestari Tembang Tradisi Jawa

Maestro Omah Cangkem Jogja: Pelestari Tembang Tradisi Jawa

Video | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Penjualan Mobil Nasional September 2026 Turun Tipis Toyota dan BYD Masih Perkasa

Penjualan Mobil Nasional September 2026 Turun Tipis Toyota dan BYD Masih Perkasa

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Kaltim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:18 WIB

×