- Kelompok perempuan di Desa Tukamasea, Maros, mengawal anggaran wisata alam untuk membiayai pendidikan anak kurang mampu.
- Dubes Inggris Dominic Jermey meninjau pengelolaan anggaran inklusif dan berkelanjutan tersebut pada kunjungan tanggal 18 Oktober 2026.
- Penerapan skema anggaran berbasis ekologi berhasil mendanai pembangunan ramah lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Suara.com - Pendapatan wisata alam Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dimanfaatkan untuk membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sepanjang 2021–2025, sebanyak 300 anak menerima bantuan pendidikan yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes), terutama dari pengelolaan kawasan wisata Dolli Bungaeja.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Kelompok Baca Anggaran (KBA) Tukamasea, kelompok masyarakat yang dipimpin perempuan. Mereka mendorong agar pendapatan desa dari sektor pariwisata dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan sekaligus mengawal perencanaan dan penggunaan anggaran agar lebih berpihak kepada masyarakat rentan dan kelestarian lingkungan.
Model pengelolaan anggaran tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti dalam kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO OBE, ke Desa Tukamasea pada Minggu (18/10/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari program SETAPAK 4 yang didanai Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO), serta dijalankan oleh The Asia Foundation bersama Pilar Nusantara (PINUS) Sulawesi Selatan dan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM).

Perempuan Ikut Mengawal Anggaran Desa
Kawasan wisata Dolli Bungaeja merupakan destinasi pemandian dan wisata alam yang dikelola desa di kaki Gunung Karst Dolli sejak 2019. Potensi wisata tersebut memberikan sumber pendapatan bagi desa sekaligus membuka alternatif mata pencaharian bagi masyarakat di wilayah yang selama ini lekat dengan industri semen dan pertambangan.
Namun, pengembangan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Tukamasea memiliki bentang alam karst dan sumber air alami yang melimpah, tetapi rentan mengalami kerusakan.
Untuk mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan, PINUS Sulawesi Selatan mendampingi KBA bersama pemerintah desa, pemerintah kabupaten, kelompok perempuan, dan pemuda sepanjang 2021–2026. Melalui pendampingan tersebut, anggota KBA belajar membaca serta mengawal dokumen perencanaan dan penganggaran desa, termasuk RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.
Upaya ini bertujuan memastikan kebutuhan lingkungan dan kelompok rentan turut dipertimbangkan dalam kebijakan pembangunan. Pemerintah Desa Tukamasea juga mulai mempublikasikan APBDes dan menyesuaikan alokasi anggaran agar lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan, masyarakat rentan, dan lingkungan.
Dampaknya terlihat dalam alokasi anggaran desa. Pada 2022, Tukamasea mengalokasikan Rp200 juta dari Dana Desa untuk pembangunan ramah lingkungan, termasuk pengembangan kawasan wisata Dolli Bungaeja.
Desa ini juga menerima insentif Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) sebesar Rp110 juta pada 2022 dan Rp62 juta pada 2023. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan, membangun jembatan, dan menata kawasan wisata. KBA turut mendorong agar alokasi insentif tersebut mendukung pengembangan kawasan Dolli.

Anggaran Berbasis Ekologi Dorong Pembangunan Desa
Kabupaten Maros menerapkan skema TAKE sejak 2022. Melalui mekanisme ini, alokasi dana kepada desa mempertimbangkan kinerja dalam perlindungan lingkungan, ketahanan bencana, pengelolaan anggaran yang responsif gender, dan pemerataan pembangunan.
Sepanjang 2022–2025, Pemerintah Kabupaten Maros menyalurkan dana TAKE senilai sekitar Rp11,48 miliar kepada 40 dari total 80 desa di 14 kecamatan. Pada 2026, skema tersebut kembali dilanjutkan dengan penyaluran sekitar Rp1,10 miliar kepada 40 desa berdasarkan Peraturan Bupati Maros Nomor 36 Tahun 2025.
Direktur Environmental Governance The Asia Foundation Indonesia, Frans Siahaan, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan anggaran dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.