Dari Wisata Alam ke Beasiswa, Ini Cara Desa di Maros Membantu 300 Anak Bersekolah

Yasinta Rahmawati

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:56 WIB
Dari Wisata Alam ke Beasiswa, Ini Cara Desa di Maros Membantu 300 Anak Bersekolah
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, mengunjungi Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10). (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Kelompok perempuan di Desa Tukamasea, Maros, mengawal anggaran wisata alam untuk membiayai pendidikan anak kurang mampu.
  • Dubes Inggris Dominic Jermey meninjau pengelolaan anggaran inklusif dan berkelanjutan tersebut pada kunjungan tanggal 18 Oktober 2026.
  • Penerapan skema anggaran berbasis ekologi berhasil mendanai pembangunan ramah lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Suara.com - Pendapatan wisata alam Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dimanfaatkan untuk membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sepanjang 2021–2025, sebanyak 300 anak menerima bantuan pendidikan yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes), terutama dari pengelolaan kawasan wisata Dolli Bungaeja.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Kelompok Baca Anggaran (KBA) Tukamasea, kelompok masyarakat yang dipimpin perempuan. Mereka mendorong agar pendapatan desa dari sektor pariwisata dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan sekaligus mengawal perencanaan dan penggunaan anggaran agar lebih berpihak kepada masyarakat rentan dan kelestarian lingkungan.

Model pengelolaan anggaran tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti dalam kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO OBE, ke Desa Tukamasea pada Minggu (18/10/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari program SETAPAK 4 yang didanai Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO), serta dijalankan oleh The Asia Foundation bersama Pilar Nusantara (PINUS) Sulawesi Selatan dan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM).

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, mengunjungi Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10). (Dok. Istimewa)
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, mengunjungi Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10). (Dok. Istimewa)

Perempuan Ikut Mengawal Anggaran Desa

Kawasan wisata Dolli Bungaeja merupakan destinasi pemandian dan wisata alam yang dikelola desa di kaki Gunung Karst Dolli sejak 2019. Potensi wisata tersebut memberikan sumber pendapatan bagi desa sekaligus membuka alternatif mata pencaharian bagi masyarakat di wilayah yang selama ini lekat dengan industri semen dan pertambangan.

Namun, pengembangan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Tukamasea memiliki bentang alam karst dan sumber air alami yang melimpah, tetapi rentan mengalami kerusakan.

Untuk mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan, PINUS Sulawesi Selatan mendampingi KBA bersama pemerintah desa, pemerintah kabupaten, kelompok perempuan, dan pemuda sepanjang 2021–2026. Melalui pendampingan tersebut, anggota KBA belajar membaca serta mengawal dokumen perencanaan dan penganggaran desa, termasuk RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.

Upaya ini bertujuan memastikan kebutuhan lingkungan dan kelompok rentan turut dipertimbangkan dalam kebijakan pembangunan. Pemerintah Desa Tukamasea juga mulai mempublikasikan APBDes dan menyesuaikan alokasi anggaran agar lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan, masyarakat rentan, dan lingkungan.

baca juga

Dampaknya terlihat dalam alokasi anggaran desa. Pada 2022, Tukamasea mengalokasikan Rp200 juta dari Dana Desa untuk pembangunan ramah lingkungan, termasuk pengembangan kawasan wisata Dolli Bungaeja.

Desa ini juga menerima insentif Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) sebesar Rp110 juta pada 2022 dan Rp62 juta pada 2023. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan, membangun jembatan, dan menata kawasan wisata. KBA turut mendorong agar alokasi insentif tersebut mendukung pengembangan kawasan Dolli.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, mengunjungi Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10). (Dok. Istimewa)
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, mengunjungi Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10). (Dok. Istimewa)

Anggaran Berbasis Ekologi Dorong Pembangunan Desa

Kabupaten Maros menerapkan skema TAKE sejak 2022. Melalui mekanisme ini, alokasi dana kepada desa mempertimbangkan kinerja dalam perlindungan lingkungan, ketahanan bencana, pengelolaan anggaran yang responsif gender, dan pemerataan pembangunan.

Sepanjang 2022–2025, Pemerintah Kabupaten Maros menyalurkan dana TAKE senilai sekitar Rp11,48 miliar kepada 40 dari total 80 desa di 14 kecamatan. Pada 2026, skema tersebut kembali dilanjutkan dengan penyaluran sekitar Rp1,10 miliar kepada 40 desa berdasarkan Peraturan Bupati Maros Nomor 36 Tahun 2025.

Direktur Environmental Governance The Asia Foundation Indonesia, Frans Siahaan, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan anggaran dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Ketika perempuan aktif menyusun dan mengawasi anggaran, warga merasakan dampaknya secara nyata, mulai dari lapangan kerja di sektor pariwisata hingga beasiswa untuk anak-anak desa,” ujarnya.

Menurut Frans, skema anggaran berbasis ekologi juga telah direplikasi di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan dan terus didorong untuk diterapkan di wilayah lain.

Pemberdayaan Perempuan dan Pelestarian Lingkungan

Selain mendukung tata kelola anggaran desa, program SETAPAK 4 turut mendampingi masyarakat dalam pengelolaan hutan melalui skema perhutanan sosial. Di Kabupaten Maros, sebanyak 37 persetujuan pengelolaan perhutanan sosial telah diterbitkan dengan luas mencapai 5.800 hektare di 19 desa dan kelurahan. Sebanyak 45 kelompok usaha juga telah terbentuk.

Salah satunya adalah Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aren Jaya di Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu. Kelompok yang terdiri dari 26 perempuan ini mengelola hasil hutan dengan mengolah nira aren menjadi gula aren batok, gula semut, dan gula cetak.

Kelompok tersebut menjual sekitar 100–150 kilogram produk per bulan dengan omzet Rp4 juta–Rp5 juta. Produk gula aren mereka telah dipasarkan ke Korea Selatan sebanyak 5 ton pada 2023, Inggris sebanyak 3 ton pada 2024, serta Dubai dengan pengiriman sekitar 500 kilogram per bulan sejak 2025.

Perempuan di Bontomanurung juga terlibat dalam perlindungan hutan melalui kelompok Women Forest Defenders (WFD) Kabupaten Maros yang dibentuk pada 2024. Anggotanya mendapat pelatihan pemetaan, pemantauan hutan menggunakan aplikasi digital, dan paralegal.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengapresiasi berbagai inisiatif masyarakat di Sulawesi Selatan dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ia menyatakan bahwa Inggris bangga bermitra dengan Sulawesi Selatan untuk mendukung masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan sejahtera.

Ke depan, keberlanjutan skema TAKE menjadi salah satu faktor penting agar desa terus memiliki insentif untuk menjaga lingkungan. Pengalaman Tukamasea menunjukkan bahwa ketika pendapatan ekonomi dan kebijakan anggaran dikelola dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, termasuk melalui dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:00 WIB

BPDP Salurkan Beasiswa SDM Perkebunan 2026 ke 5.000 Mahasiswa, Melonjak Dibanding Tahun Lalu

BPDP Salurkan Beasiswa SDM Perkebunan 2026 ke 5.000 Mahasiswa, Melonjak Dibanding Tahun Lalu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:12 WIB

SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata

SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Roy Suryo Tak Kaget Eksepsi Ditolak, Tapi Tetap Minta Jokowi Hadir di Sidang Lanjutan

Roy Suryo Tak Kaget Eksepsi Ditolak, Tapi Tetap Minta Jokowi Hadir di Sidang Lanjutan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Temuan 3 Bakteri di Makanan MBG Karo, Dokter Tan: Pengabaian Amat Keterlaluan

Temuan 3 Bakteri di Makanan MBG Karo, Dokter Tan: Pengabaian Amat Keterlaluan

Banten | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:05 WIB

BYD Optimistis Capai Target TKDN Mobil Listrik 60 Persen pada 2027

BYD Optimistis Capai Target TKDN Mobil Listrik 60 Persen pada 2027

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:05 WIB

New Balance 530 untuk Lari Jarak Jauh atau Sepatu Fesyen? Cek Fitur dan Kegunaannya

New Balance 530 untuk Lari Jarak Jauh atau Sepatu Fesyen? Cek Fitur dan Kegunaannya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Keretakan Global: Mengapa Dunia Tampak Membara dari Asia hingga Eropa?

Keretakan Global: Mengapa Dunia Tampak Membara dari Asia hingga Eropa?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Duel Pensil Alis Viva Queen vs Sariayu, Mana yang Lebih On Fleek dan Tahan Seharian?

Duel Pensil Alis Viva Queen vs Sariayu, Mana yang Lebih On Fleek dan Tahan Seharian?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Nusron Wahid Akan Segera Tiba di Indonesia, MAKI Minta KPK Jemput Paksa di Bandara

Nusron Wahid Akan Segera Tiba di Indonesia, MAKI Minta KPK Jemput Paksa di Bandara

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Bukan Cuma Paris, Warga di 4 Negara Kesal dengan Pemerintah karena Beban Biaya Hidup Makin Gila

Bukan Cuma Paris, Warga di 4 Negara Kesal dengan Pemerintah karena Beban Biaya Hidup Makin Gila

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Pantang Menyerah! Sung Hanbin ZB1 Unjuk Semangat Kebangkitan di Lagu Undead

Pantang Menyerah! Sung Hanbin ZB1 Unjuk Semangat Kebangkitan di Lagu Undead

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Konsumen Tak Lagi Ragu, UMKM ini Kian Maju dengan Sertifikat Halal

Konsumen Tak Lagi Ragu, UMKM ini Kian Maju dengan Sertifikat Halal

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:48 WIB

×