-
Banyak orang penasaran sepatu upper knit cocok untuk apa saja.
-
Sepatu upper knit cocok untuk jalan santai, olahraga dan aktivitas harian.
-
Bahan rajutnya fleksibel namun butuh perawatan agar tidak mudah kotor.
Suara.com - Sepatu upper knit semakin populer berkat desain modern dan kenyamanannya saat digunakan melangkah.
Sesuai namanya, jenis sepatu ini mengusung bagian atas (upper) yang terbuat dengan teknik rajutan dari benang sintetis elastis seperti poliester atau nilon.
Material rajut pada bagian atas sepatu ini mampu mengikuti bentuk kaki sehingga memberikan sensasi seperti memakai kaus kaki.
Tak heran, upper knit banyak dijumpai pada sepatu lari, sneakers kasual, hingga alas kaki untuk aktivitas sehari-hari.
Meski menawarkan kenyamanan dan sirkulasi udara yang baik, sepatu berbahan knit juga memiliki sejumlah kekurangan.
Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangannya, serta aktivitas apa yang paling cocok menggunakan sepatu ini?
![Nike Epic Phantom React Flyknit By You. [Nike]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/11/79234-nike-epic-phantom-react-flyknit-by-you.jpg)
Kelebihan Sepatu Upper Knit
1. Nyaman dan Fleksibel Mengikuti Bentuk Kaki
Salah satu keunggulan upper knit adalah sifatnya yang lentur. Material rajut dapat mengikuti kontur kaki sehingga terasa lebih pas dan tidak terlalu kaku saat digunakan.
Fleksibilitas ini memberikan keleluasaan bergerak, terutama ketika berjalan atau beraktivitas dalam waktu cukup lama. Namun, tingkat kenyamanannya tetap bergantung pada desain dan ukuran sepatu.
2. Sirkulasi Udara Lebih Baik
Struktur rajutan memungkinkan udara mengalir melalui celah-celah benang, terutama pada bagian yang dibuat lebih renggang.
Fitur ini membantu mengurangi rasa panas dan lembap ketika kaki berkeringat. Karena itu, sepatu upper knit bisa menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan dalam aktivitas harian.
3. Desain Modern dan Minim Jahitan
Teknik rajut memungkinkan beragam pola, tekstur, dan detail desain dibuat langsung pada material upper.
Hasilnya terlihat rapi, ringan, dan modern dengan sambungan yang relatif minim. Tampilan tersebut membuat sepatu knit mudah dipadukan dengan pakaian kasual maupun gaya sporty.
Kekurangan Sepatu Upper Knit
1. Kurang Tahan Air dan Mudah Kotor
Celah pada rajutan dapat membuat air dan debu lebih mudah masuk, terutama jika sepatu tidak dilengkapi lapisan pelindung.
Material ini juga bisa menyerap noda sehingga membutuhkan perawatan yang tepat agar tetap bersih.
2. Dukungan dan Perlindungan Bergantung pada Konstruksi
Karena cenderung fleksibel, upper knit belum tentu memberikan penopang yang cukup untuk gerakan intensif.
Untuk olahraga dengan perubahan arah mendadak, pilih sepatu yang memiliki penguat samping, penyangga tumit, dan sol stabil.
3. Harga Bisa Lebih Mahal
Sepatu knit tertentu menggunakan teknologi rajut khusus dan konstruksi kompleks yang meningkatkan biaya produksi. Meski begitu, harganya bervariasi tergantung merek, bahan, serta teknologi yang digunakan.
Sepatu Upper Knit Cocok untuk Apa?
Sepatu upper knit cocok untuk berjalan kaki, bepergian, bekerja dengan aktivitas ringan, dan penggunaan sehari-hari.
Model yang dirancang khusus untuk berlari juga bisa digunakan untuk jogging atau latihan ringan, selama bantalan, stabilitas, dan ukurannya sesuai kebutuhan.
Sebaliknya, tidak semua sepatu knit ideal untuk hiking, lintasan berlumpur, atau olahraga yang menuntut banyak gerakan menyamping.