- Pakar kesehatan olahraga menjelaskan fungsi sepatu berpelat karbon atau carbon plate.
- Sepatu carbon plate tidak stabil jika digunakan untuk berjalan kaki.
- Jika dipakai jalan, justru meningkatkan risiko cedera.
Suara.com - Belakangan ini, sepatu lari berpelat karbon atau carbon plate makin populer dan jadi favorit para pencinta lari.
Desainnya yang futuristik, bobotnya yang ringan, serta efek membal (bounce) yang luar biasa sering kali bikin tergiur untuk menggunakannya sebagai sepatu harian, termasuk untuk sekadar jalan kaki santai atau commute ke kantor.
Namun, apakah sepatu lari carbon plate benar-benar cocok dan aman jika dipakai untuk jalan kaki?
Sepatu High Performance yang Tidak Stabil untuk Jalan Kaki
Meskipun terlihat keren dan empuk, sepatu berpelat karbon sebenarnya dirancang khusus sebagai supershoes atau race day shoes.
Karakter dasarnya didesain agresif guna mengoptimalkan efisiensi energi saat berlari kencang, bukan untuk aktivitas berjalan santai.

Pakar kesehatan olahraga, dr. Jason CP, menegaskan bahwa penggunaan race day shoes untuk berjalan kaki memiliki risiko yang kurang baik bagi struktur kaki.
"Pakai race day shoes (carbon plate) buat jalan itu tidak stabil, karena dia agresif. Sepatu jalan nyaman asal napak di kaki bisa buat jalan jauh," ujar dr. Jason CP saat berbincang dengan dr. Tirta di kanal YouTube Tirta PengPengPeng.
Ia menambahkan bahwa perbedaan biomekanika antara berjalan dan berlari menjadi alasan utama mengapa jenis sepatu ini kurang pas digunakan untuk berjalan.
"Sepatu yang didesain dan punya DNA buat lari kencang, kalau dipakai jalan gak nyambung. Yang ada kalau dipakai buat jalan, malah risiko cedera naik, ankle, dengkul, dan shin splint bisa kena karena unstable," lanjut dr. Jason.
Beda Biomekanika Jalan Kaki dan Berlari
Mengapa stabilitasnya berkurang saat dipakai berjalan? Jawabannya ada pada ground contact atau durasi telapak kaki menyentuh permukaan tanah.
Saat berjalan kaki, salah satu telapak kaki akan selalu menempel di tanah (ground contact lebih lama) sebelum berganti ke kaki sebelahnya. Sementara saat berlari, ada fase melayang (flight phase) di mana tubuh seolah melompat di udara.
![Asics Gel Nimbus 27. [Asics]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/19/14866-asics-gel-nimbus-27.jpg)
Sepatu carbon plate bekerja memberikan dorongan balik saat terjadi fase melayang dan dorongan cepat tersebut.
Jika dipakai berjalan, efek dorongan kaku dari pelat karbon justru memaksa sendi pergelangan kaki dan lutut bekerja lebih keras menahan beban tubuh yang tidak stabil.
Rekomendasi Sepatu Hybrid: Nyaman Buat Lari dan Jalan Kaki
Bagi yang mencari sepatu serbaguna untuk lari santai sekaligus nyaman dipakai berjalan harian, pilihlah sepatu berkategori daily trainer atau sepatu hybrid.
Sepatu kategori ini memiliki bantalan empuk, ground contact yang luas, serta stabilitas yang menjaga kaki tetap aman sepanjang hari.
Beberapa contoh sepatu hybrid rekomendasi dr. Jason antara lain: ASICS Gel-Nimbus Series (seperti seri Nimbus 25,26, dan 27) dan New Balance Fresh Foam X 1080.
"Itu contoh sepatu tepat guna. Sebenarnya didesain untuk lari tapi enak dipakai jalan. Cocok buat orang kerja, jalan commute dibanding pakai supershoes," ungkap dr. Jason.