Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak

Dinda Rachmawati

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:42 WIB
Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak
Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Teknologi dan gim seperti Minecraft bisa dimanfaatkan sebagai media belajar STEM yang menyenangkan.

  • Bus listrik menjadi kelas keliling yang membawa tablet, materi digital, dan alat praktik ke sekolah dengan fasilitas terbatas.

  • Anak diajak belajar sains dan matematika secara interaktif sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis.

Suara.com - Anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gadget, gim, hingga berbagai konten digital sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. 

Kondisi tersebut membuat orang tua dan sekolah tidak hanya perlu memikirkan bagaimana membatasi penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkannya sebagai media belajar yang menyenangkan.

Salah satunya melalui pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang memanfaatkan teknologi untuk membantu anak memahami berbagai konsep pelajaran secara lebih interaktif.

Hal ini menjadi perhatian dalam proyek Hyundai Universal Solution yang diluncurkan oleh Save the Children bersama Hyundai Motor Company, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta New Future Indonesia sebagai mitra lokal. 

Proyek tersebut menghadirkan inovasi ruang belajar berbasis bus listrik untuk membantu meningkatkan akses dan kualitas pendidikan STEM bagi siswa sekolah menengah pertama di Jakarta.

Upaya tersebut hadir di tengah tantangan kemampuan siswa Indonesia dalam bidang sains dan matematika. Berdasarkan data PISA 2025, sekitar 36,8 persen siswa Indonesia usia 15 tahun yang mengikuti asesmen mampu mencapai batas kompetensi minimum dalam bidang sains. 

Sementara itu, dalam matematika angkanya baru mencapai 16,9 persen. Kesenjangan juga terlihat dari kondisi sosial ekonomi siswa. Anak-anak dari keluarga kurang mampu masih menghadapi ketertinggalan dibandingkan mereka yang memiliki akses dan dukungan lebih baik.

Karena itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk membuat kegiatan belajar lebih menarik, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang mungkin belum tersedia di sekolahnya.

Presiden Direktur Hyundai Motors Indonesia Kenny Lee mengatakan, peluncuran Hyundai Universal Solution menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan kesempatan pendidikan yang lebih inklusif dan setara bagi generasi penerus.

baca juga

"Momen penting ini bukan sekadar peluncuran sebuah inisiatif sosial baru tetapi juga menjadi awal dari upaya bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan setara bagi generasi penerus Indonesia," jelas Kenny Lee.

Ia berharap program tersebut dapat membantu mengurangi kesenjangan sekaligus memperluas akses anak terhadap kesempatan belajar.

"Melalui Hyundai Universal Solution, kami berharap dapat membantu menjembatani kesenjangan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap kesempatan pendidikan bagi semakin banyak siswa," kata Kenny Lee.

Dalam proyek Hyundai Universal Solution, teknologi diperkenalkan melalui berbagai media pembelajaran. Salah satunya adalah gim dan konten STEM berbasis Minecraft dengan tema kendaraan listrik. 

Anak juga akan mendapatkan materi melalui tiga video pembelajaran yang membahas prinsip kerja konversi energi, gerak, emisi, hingga keberlanjutan.

Dengan pendekatan seperti ini, teknologi tidak berhenti sebagai hiburan. Anak diajak memahami konsep melalui pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian mereka, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.

Selain media digital, pembelajaran juga dilengkapi dengan berbagai alat praktik, kerajinan tangan, board game, serta permainan kartu. 

Guru pun mendapatkan bimbingan dan kesempatan membentuk komunitas praktisi untuk mendukung penerapan pembelajaran STEM di sekolah.

Menariknya, seluruh pengalaman belajar tersebut dibawa langsung ke sekolah melalui satu unit bus listrik yang berfungsi sebagai kelas keliling. 

Bus tersebut akan mengunjungi sekolah setiap minggu, terutama sekolah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Di dalamnya tersedia komputer tablet dan berbagai bahan ajar yang dapat digunakan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran digital maupun praktik langsung. 

Proyek yang berlangsung selama 12 bulan, dari Oktober 2026 hingga Oktober 2027, ini menargetkan 1.300 siswa kelas delapan dan 130 guru di 13 SMP.

Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan sekadar soal memberikan gadget kepada anak. Yang lebih penting adalah menghadirkan pengalaman belajar yang membuat mereka aktif berpikir, mencoba, bertanya, dan memahami bagaimana teknologi bekerja di sekitar mereka.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi dapat menjadi jembatan bagi anak untuk mengenal STEM sejak dini sekaligus membantu menciptakan kesempatan belajar yang lebih setara, termasuk bagi mereka yang bersekolah dengan fasilitas terbatas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Forum Bisnis Paten Indonesia 2026, Hubungkan Industri dengan Solusi Teknologi

Forum Bisnis Paten Indonesia 2026, Hubungkan Industri dengan Solusi Teknologi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Indonesia Negara Maritim, Kenapa Teknologi Transportasinya Belum Berdaulat?

Indonesia Negara Maritim, Kenapa Teknologi Transportasinya Belum Berdaulat?

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak

Bukan Sekadar Main Gadget, Begini Cara Teknologi Bisa Jadi Media Belajar Anak

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV

Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:31 WIB

LEPAS Pamerkan Fitur Parkir Otomatis dan Daya Listrik V2L di Tiongkok

LEPAS Pamerkan Fitur Parkir Otomatis dan Daya Listrik V2L di Tiongkok

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Arema FC Resmi Pecat Marcos Santos usai Dibantai Persija Jakarta

Arema FC Resmi Pecat Marcos Santos usai Dibantai Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Catat Tanggalnya! NCT Dream Bagikan Jadwal Teaser Album Dream After Dream

Catat Tanggalnya! NCT Dream Bagikan Jadwal Teaser Album Dream After Dream

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Pramono Gelisah Polusi Udara Belum Lenyap Jelang Jakarta Running Festival: Saya Nggak Bisa Tidur

Pramono Gelisah Polusi Udara Belum Lenyap Jelang Jakarta Running Festival: Saya Nggak Bisa Tidur

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Hindari Jalur Protokol, Simak Panduan Rekayasa Arus Jakarta Running Festival 2026 Akhir Pekan Ini

Hindari Jalur Protokol, Simak Panduan Rekayasa Arus Jakarta Running Festival 2026 Akhir Pekan Ini

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Bagaimana Cara Memilih Shade Tinted Sunscreen agar Tidak Abu-abu?

Bagaimana Cara Memilih Shade Tinted Sunscreen agar Tidak Abu-abu?

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:15 WIB

×