LINIMASA - Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah SWT dan memiliki misi utama untuk memperbaiki akhlak manusia. Tak sedikit dari umat Islam yang memiliki pandangan terkait Rasulullah SAW menikahi Khadijah karena kekayaannya.
Benarkah Rasulullah SAW menikahi Khadijah karena kekayaannya? Dilansir dari kanal YouTube DJM IQRO, berikut penjelasannya.
Jika banyak yang mengira kalau Nabi Muhammad SAW menikahi Khadijah lantaran kekayaannya, pernyataan tersebut sangat keluru. Pasalnya, sebelum menikah dengan khadijah, Nabi merupakan pebisnis yang sangat sukses.
Saat usianya masih belia, Rasulullah SAW ikut berdagang bersama pamannya ke negeri Syam. Negara tersebut berubah nama, saat ini dikenal sebagai negara Suriah.
Selain hasil perdagangannya yang selalu untung, Nabi Muhammad SAW juga terkenal dengan kejujurannya. Sehingga banyak pebisnis yang mempercayakan barang dagangannya kepada Nabi.
Jadi di usianya yang masih muda, Rasulullah telah mapan secara finansial. Karena pribadinya yang viral di masyarakat Mekkah, Khadijah pun tertarik kepada Rasulullah SAW.
Saat menikah dengan Khadijah, Rasulullah SAW memberi mahar sebanyak 20 ekor unta. Jika dikalkulasikan dalam rupiah, kurang lebih sebesar Rp660 juta rupiah.
Lalu kenapa Rasulullah SAW tidak berpoligami saat masih bersama Khadijah?
Rasulullah SAW berpoligami atas dasar wahyu dari Allah SWT. Saat menikahi Khadijah, tidak ada wahyu untuk berpoligami. Sehingga Nabi tidak melakukannya karena belum ada perintah dari sang pencipta.
Baca Juga: Hasil Piala Asia U-20 2023: Bungkam Suriah, Timnas Indonesia Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur
Wallahu a'lam bishawab.