LINIMASA - Kabar tentang mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, yang dikabarkan menggelar jumpa pers untuk pertama kalinya sebelum dieksekusi mati, akhirnya terbukti sebagai hoaks yang menyesatkan.
Setelah melihat video yang diunggah oleh kanal YouTube Lintas Informasi, terungkap bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar yang valid.
Dalam video berjudul "PERTAMA KALI FERDY SAMBO JUMPA PERS DAN UNGKAP PESAN TERAKHIRNYA SEBELUM DIEKSEKUSI MATI", narator hanya membahas proses persidangan Ferdy Sambo dan penolakan banding oleh Majelis Hakim.
Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa Ferdy Sambo benar-benar menggelar jumpa pers atau menyampaikan pesan terakhirnya.
Lebih lanjut, foto yang digunakan pada thumbnail video tersebut ternyata merupakan hasil editan yang dimaksudkan untuk memanipulasi konten.
Dalam foto tersebut, terdapat gambar Putri Candrawathi dalam lingkaran kecil berwarna merah, yang hanya bertujuan untuk menarik perhatian penonton.
Dalam konteks yang lebih luas, penyebaran berita palsu atau hoaks semakin marak belakangan ini.
Hal ini memicu kekhawatiran akan dampak negatif yang dapat ditimbulkan, termasuk penyebaran informasi yang salah, kepanikan publik, dan gangguan terhadap ketertiban sosial.
Penting bagi kita semua untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya atau membagikannya kepada orang lain.
Baca Juga: Tunjukkan Kemesraan, Jokowi Dilema Antara Dukung Prabowo Atau Setia Pada PDIP?
Melakukan cek fakta dan mengacu pada sumber yang terpercaya adalah langkah penting dalam menghindari penyebaran berita palsu yang dapat merugikan banyak pihak.
Dalam kasus ini, dapat disimpulkan bahwa klaim tentang Ferdy Sambo menggelar jumpa pers dan mengungkapkan pesan terakhir sebelum menjalani hukuman mati adalah hoaks yang tidak memiliki dasar yang valid.