LINIMASA - Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pakreas dan gangguan fungsi insulin--tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Diabetes disebut sebagai penyakit multifaktorial karena penyebab kuat dari munculnya penyakit ini adalah faktor genetik dan lingkungan yang sama-sama kuat pengaruhnya.
Diabetes tipe 2 merupakan kondisi dimana sel-sel sasaran insulin tidak dapat merespon secara normal atau dengan kata lain disebut resistensi insulin. Terdapat dua faktor yang dapat meningkatkan jumlah penderita diabetes tipe dua ini yakni faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat diubah.
Faktor risiko yang dapat diubah antara lain obesitas, lingkar perut yang lebih dari normal, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi dan diet yang tidak sehat.
Adapun faktor yang tidak dapat diubah yakni riwayat penyakit keluarga, usia, dan etnik. Banyak dari berita yang beredar di publik bahwa diabetes tipe 2 tidak dapat diubah, tapi hasil beberapa penelitian menunjukkan hal berbeda
Dalam sebuah riset, tim peneliti mengamati efek puasa intermiten pada penderita diabetes tipe 2. Puasa intermiten adalah metode diet yang dilakukan dengan cara mengatur waktu konsumsi makanan dalam kurun waktu tertentu.
Diperkirakan jumlah penderita diabetes sebanyak 537 juta jiwa pada tahun 2021 di mana 95 persen dari angka tersebut merupakan penderita diabetes tipe 2.
Penelitian pada 2019 menunjukkan sebanyak 46 persen pasien mengalami remisi melalui pembatasan kalori. Pada 2020, peneliti kembali menemukan bahwa melalui perubahan gaya hidup intensif remisi meningkat sebanyak 60 persen pasien yang mengalami diabetes.
Meski memerlukan penelitian lebih lanjut, baru-baru ini peneliti di China mengevaluasi efek puasa intermiten selama 3 bulan. Hasilnya sebanyak 47,2 persen penderita diabetes tidak lagi menderita diabetes. Metode yang digunakan adalah dengan pembatasan kalori masuk maksimal 840 kalori dalam satu hari.
Baca Juga: Muak Disodorin Foto Lawas Bareng Rendy Kjaernett, Lady Nayoan: Itu Senyumnya Palsu
Professor ilmu gizi, Courtney Peterson, mengatakan dengan menurunkan berat badan akan menghilangkan lemak tubuh menumpuk di hati, pankreas dan otot. Hal inilah yang membantu pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin--berfungsi untuk menurunkan gula darah--dan membantu hati untuk mengatur gula darah.
Namun, jenis puasa intermiten apa yang paling baik bagi penderita diabetes tipe 2 ini? Dokter Saint Anthony Amofah dari Community Health of South Florida mengatakan puasa terbaik adalah 16 jam, bahkan semakin lama periode puasa semakin baik efeknya bagi penderita diabetes.
Namun, pada beberapa kasus puasa intermiten tidak cocok untuk diimplementasikan seperti pada pasien dengan diabetes stadium lanjut.
Kontributor: R. Inayah