LINIMASA - Beredar kabar Ketum PSSI, Erick Thohir memenjarakan Anies Baswedan lantaran Konsultan Dunia membongkar kebusukan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).
Klaim tersebut sebagaimana terdapat dalam unggahan kanal YouTube PAKDE TV pada Senin (10/7/2023).
"Erick Thohir Penjarakan Anies, Konsultan Dunia Bongkar Kebusukan Membangun JIS!!!," tulis judul video.
"ERICK THOHIR PENJARAKAN ANIES. KONSULTAN DUNIA SEBUT PEMERINTAH TERNYATA DITIPU," bunyi keterangan thumbnail video.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim video tersebut?
Setelah ditelusuri, tim cek fakta Linimasa Suara tidak mendapatkan bukti valid atas klaim yang menyebut Erick Thohir memenjarakan Anies Baswedan lantaran Konsultan Dunia membongkar kebusukan pembangunan JIS.
Alih-alih begitu, narator hanya menarasikan soal Anies Baswedan menggandeng sebuah perusahaan untuk membangun JIS. Perusahan tersebut mendapatkan uang yang banyak dari pemerintah Jokowi untuk membangan stadioan bertaraf Internasional ini.
Sudah jelas, isi video dengan keterangan thumbnail beserta judul tidak sesuai. Sehingga kebenaran dalam unggahan ini tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Sinetron Ikatan Cinta Tamat, Amanda Manopo akan Syuting di Episode Terakhir, Cek Faktanya!
Hingga kini, video berdurasi 10 menit 3 detik itu telah ditonton sebanyak 997 kali tayangan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut Erick Thohir memenjarakan Anies Baswedan lantaran Konsultan Dunia membongkar kebusukan pembangunan JIS merupakan informasi hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].