LINIMASA - Beredar kabar yang menarasikan bahwa telah terjadi keributan di lokasi syuting sinetron Ikatan Cinta yang melibatkan Arya Saloka. Dinarasikan pula bahwa terdapat video kejadian keributan Arya Saloka tersebut.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Amanda Chanel yang mengunggah sebuah vodeo berdurasi 8 menit 44 detik tersebut diunggah pada Rabu (12/7/2023).
"1 jam yang lalu || terjadi keributan di lokasi syuting ikatan cinta melibatkan Arya saloka," judul unggahan video tersebut.
Baru tayang sekitar lima jam yang lalu, video tersebut sudah ditonton lebih dari 1 ribu kali pengguna YouTube.
Thumbnail video memperlihatkan potret sebuah kerumunan dengan narasi yang seolah menggiring kalau Arya Saloka terlibat dalam sebuah kerubutan.
"12 Juli 2023, full video kejadian keributan Arya Saloka," narasi yang tertulis dalam gambar sampul video.
Lantas benarkah klaim yang disebutkan dalam video tersebut? Simak uraian selengkapnya!
Berdasarkan penelusuran tim cek fakta Suara Linimasa, tidak ditemukan bukti valid ataupun keterangan resmi yang menyebutkan bahwa Arya Saloka terlibat dalam sebuah keributan di lokasi syuting Ikatan Cinta.
Baca Juga: Tanggapi Ungkapan Menkopolhukam, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan TPPU Panji Gumilang
Alih-alih memberikan bukti yang menguatkan klaim tersebut, narator dalam video tersebut malah menjelaskan terkait rumah tangga Arya Saloka dan Putri Anne yang diduga sedang tidak harmonis.
Narator menjelaskan tentang isu keributan Arya Saloka dan Putri Anne hingga keduanya dikabarkan bercerai. Narator pun menyampaikan gosip kedekatan Arya Saloka dan Amanda Manopo.
Thumbnail video pun tampaknya merupakan hasil editan alias rekayasa digital dengan membubuhkan narasi seolah terjadi keributan yang melibatkan Arya Saloka di lokasi syuting Ikatan Cinta.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan video kanal YouTube Amanda Chanel berjudul "1 jam yang lalu || terjadi keributan di lokasi syuting ikatan cinta melibatkan Arya saloka," merupakan informasi menyesatkan alias hoaks.
Catatan Redaksi